4×6 Sama dengan 6×4?

Ini Jadi Perbincangan Panas di Media Sosial (Pada Masa Ini, Agustus – September 2014). Berikut berita lengkapnya:


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA– Hasil pekerjaan rumah (PR) seorang siswa sempat membuah heboh media sosial. Siswa bersangkutan  terpaksa mendapatkan nilai merah, meski jawaban tugas matematikanya tetap benar. Perbincangan ini masih bergulir di media sosial, khususnya Facebook.
Awalnya seorang mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro, M Erfas Maulana mengunggah foto yang berisi tugas adiknya. Erfas mempertanyakan guru adiknya yang menyalahkan jawaban adiknya tersebut.
Dalam soal tugas itu, guru meminta adik Erfas untuk menyatakan 4+4+4+4+4+4 dalam operasi perkalian. Adik Erfas menuliskan jawaban bahwa 4+4+4+4+4+4=4×6. Jawaban itu, menurut Erfas, seharusnya benar. Namun, ternyata sang guru menyalahkan. Menurut guru, jawaban yang seharusnya Adalah 6×4.
Erfas pun mengunggah foto tersebut di media sosial. Tak dinyana respons dari para netizen pun sangat besar. Bahkan pengguna media sosial baik di Twitter maupun di Facebook saling beradu argumentasi dengan pendapatnya masing-masing tentang logika matematika dalam soalan tersebut.
“Angka tanpa satuan, nggak ada artinya. 6×4 sama saja dengan 4×6. Kalau diberi satuan, memang Dapat berbeda pengertiannya,” tulis akun bernama Wijaya Yasmin, Selasa (23/9).
Akun lain bernama Mon Eferi juga Menyodorkan pandangannya tentang persoalan tersebut. Pria yang juga seorang pengajar di Keliru satu sekolah menengah di Sumatra Barat itu membenarkan sang anak. Menurutnya, pertanyaan sekadar 3×4 jawabannya boleh saja sama dengan 3+3+3+3 atau 4+4+4.
Dalam hal ini, guru yang Keliru Sebab Tak memberitahukan dalam instruksi sebelumnya mengenai jawaban seperti apa yang diminta. “Pertanyaan guru seharusnya begini, jika 2×3 = 3+3, tentukan 3×4=……? Nah, jika dengan pertanyaan ini anak tetap menjawab 3+3+3+3, baru lah dia Dapat disalahkan,” tulis Mon Eferi di akunnya.
Akun bernama Alfian Muhammadin berpendapat, jika tujuan Kurikulum 2013 Adalah memberi pemahaman yang integral, maka bahasa matematika harus mengacu juga kepada bahasa Indonesia yang baik dan benar.
“Maka dalam hal ini tentu wajar saja guru menyalahkan 4+4+4+4+4 = 4×5 Sebab kenyataannya memang angka 4 yang ditambahkan 5 kali (5×4), bukan angka 5 yang ditambahkan 4 kali (4×5),” tulis Alfia.
ROLers, bagaimana pandangan anda tentang proses perkalian ini? Apakah 4×6 sama dengan 6×4 atau Tak?
(http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/14/09/23/nccaz5-4×6-sama-dengan-6×4-ini-jadi-perbincangan-panas-di-media-sosial)

Disini saya ikutan berkomentar, bahwa jawaban atas pertanyaan tersebut sangat “Tergantung Konteknya”…,
Artinya:
1. Resep Dokter: 4(butir obat) x 6 (hari) Tak sama dengan 6(butir obat x 4(hari);
atau minumlah 4(gelas) x (setiap) 6(Jam) Tak sama dengan 6(gelas) x (setiap) 4(Jam)

2. Photografi/ Tukang Foto (Horozontal x Vertikal) atau (Width x Height): Foto Ukuran 4×6 Tak sama dengan 6×4.

3. Dalam Kontek Matematika: 4×6 = 6×4 = 24
Mengapa demikian:
Silahkan lihat “Sifat-Sifat pada Operasi Bilangan Cacah (Aritmetika Bagian-01)” di Blog Matematika ini.
Dalam Sifat-sifat perkalian, disebutkan bahwa Untuk setiap a, b, bilangan cacah berlaku antara lain sifat Sifat Komutatif a x b = b x a; sehingga kalau a = 4 dan b = 6; maka 4 x 6 = 6 x 4.

Terima kasih, semoga dapat membantu.

Leave a Reply