Diuji Mertua Dengan Beberapa Pertanyaan, Seorang Istri Diceraikan Sebab Keliru Berikan Jawaban

Ini Adalah kisah Nabi Ibrahim As dan menantunya atau istri dari Nabi Ismail As, yang Dapat dijadikan pembelajaran bagi umat sekarang agar Tak banyak berkeluh kesah dengan manusia.
Cerita yang dikutip dari fanspage “1001 Kisah Teladan (Ambil Hikmahnya)” ini juga mengajarkan agar manusia jangan Senang menceritakan aib keluarga, apalagi terhadap orang yang baru dikenal.
Kemudian, bersyukur kepada Allah serta bersyukur kepada manusia Adalah akhlak yang terpuji dan termasuk sifat istrishalihah Adalah bersyukur kepada Allah kemudian bersyukur kepada suami.
Penasaran dengan kisahnya, selamat membaca:
Dikisahkan Nabi Ibrahim AS berkunjung ke menantunya. Pada waktu itu, anaknya, Nabi Ismail AS Tak ada di rumah. Dan ternyata sang mantu belum pernah berjumpa dengan sang mertua
Nabi Ibrahim : Siapakah kamu ?
Menantu : saya isteri Ismail.
Nabi Ibrahim : Di manakah suamimu, Ismail ?
Menantu : Dia pergi berburu.
Nabi Ibrahim : Bagaimanakah keadaan hidupmu sekeluarga ?
Menantu : (sambil mengeluh) Oh, kami semua dalam penderitaan dan tak bahagia
Nabi Ibrahim : Baiklah! Jika suamimu sudah kembali, tolong sampaikan salamku padanya. Dan katakan padanya, ‘tukar tiang pintu rumahnya’ (kiasan untuk menceraikan isterinya).
Menantu : Ya, baiklah.
Setelah Nabi Ismail pulang dari berburu, isterinya terus menceritakan tentang orang tua yang telah singgah di rumah mereka.
Nabi Ismail : Apa saja yang ditanya oleh orang tua itu ?
Isteri : Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.
Nabi Ismail : Apa jawabanmu?
Isteri : saya ceritakan kita ini orang yang susah. Hidup kita ini selalu dalam penderitaan dan tak bahagia.
Nabi Ismail : Apa dia ada pesan ?
Isteri : Ada. Dia titip salam padamu dan dia berpesan agar engkau menukarkan tiang pintu rumahmu.
Nabi Ismail : Sebenarnya dia itu ayahku. Dia menyuruh kita berpisah (bercerai). Maka, sekarang kembalilah kamu kepada keluargamu.
Ismail pun menceraikan isterinya yang Senang mengeluh, tak bertimbang rasa serta Tak bersyukur kepada takdir Allah SWT.
Malah dia menceritakan rahasia rumah tangga kepada orang luar.
Kemudian Nabi Ismail AS menikah lagi.
Pada suatu ketika, Nabi Ibrahim AS datang lagi ke Makkah dengan tujuan kembali mengunjungi anak dan menantunya. Dan Dapat ditebak, terjadilah pertemuan antara mertua dan menantu ‘barunya’ itu.
Nabi Ibrahim : Dimana suamimu ?
Menantu : Dia Tak ada dirumah. Dia sedang memburu.
Nabi Ibrahim : Bagaimana keadaan hidupmu sekeluarga ? Mudah-mudahan dalam kesenangan ?
Menantu : Alhamdulillah, kami semua dalam keadaan sehat sejahtera, Tak kurang suatu apa.
Nabi Ibrahim : Baguslah kalau begitu.
Menantu : Silakan duduk sebentar. Bolehkah saya hidangkan sedikit makanan.
Nabi Ibrahim : Apa pula yang ingin kamu hidangkan?
Menantu : Ada sedikit daging, tunggulah saya sediakan minuman dahulu.
Nabi Ibrahim : (Berdoa) Ya Allah! Ya Tuhanku! Berkatilah mereka dalam Santap minum mereka. (Berdasarkan peristiwa ini, Rasulullah beranggapan keadaan mewah negeri Makkah Adalah berkat doa Nabi Ibrahim).
Nabi Ibrahim : Baiklah, nanti Bila suamimu pulang, sampai kan salamku kepadanya.
Suruhlah dia menetapkan tiang pintu rumahnya (sebagai kiasan untuk meng-kekal-kan isteri Nabi Ismail).
Ketika Nabi Ismail pulang dari berburu, seperti biasa dia bertanya siapa datang yang datang mencarinya.
Nabi Ismail : Adakah yang datang ketika saya tiada di rumah?
Isteri : Ya, ada. Seorang tua yang baik rupanya dan perwatakannya sepertimu.
Nabi Ismail : Apa katanya?
Isteri : Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.
Nabi Ismail : Apa jawabanmu?
Isteri : saya bilang padanya bahwa hidup kita dalam keadaan baik, Tak kurang suatu apa. saya ajak juga dia Santap dan minum.
Nabi Ismail : Apa dia ada pesan?
Isteri : Ada, dia berkirim salam buatmu dan menyuruh kamu menetapkan tiang pintu rumahmu.
Nabi Ismail : Oh, begitu. Sebenarnya dialah ayahku. Tiang pintu yang dimaksudkannya itu ialah dirimu yang dimintanya untuk saya kekalkan.
Isteri : Alhamdulillah, syukron.
Ismail hidup berbahagia dengan istrinya itu, ia mempunyai beberapa keturunan, dari keturunannya inilah lahir seorang Nabi penutup yaitu Nabi Muhammad SAW.

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply