Fatamorgana Indahnya Selingkuh… Nikmat Membawa Dosa

Oleh : Ummu Dhiya Khanun, Pemerhati Masalah Sosial
saya masih termangu tak percaya dengan beberapa sms yang barusan saya terima. Kalimatnya menohok hatiku. Menciptakan rasa tak nyaman menjalar dalam desiran darahku. saya tak mengenal nomor pengirimnya, Akan Tetapi rasanya saya tahu siapa dia. Sepenggal kalimat Yang Akhirnya benar-benar mengusik hatiku. Bukan Sebab saya merasa terganggu, Akan Tetapi lebih dari itu. Rangkaian kalimatnya menuntunku untuk berpikir tentang sebuah kata : selingkuh. Sebuah kata yang di saat sekarang telah sedikit banyak menodai ikatan agung pernikahan.
Selingkuh menjadi tren dan semakin akrab di telinga masyarakat sejak dipublikasikannya sebuah hasil penelitian beberapa tahun lalu, yang menyatakan bahwa 2 dari 3 pria Jakarta melakukannya. Artinya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dua diantara tiga orang pria ternyata Tak setia pada pasangan. Meski begitu bukan berarti hanya pria yang terkategori Tak setia, Sebab pada faktanya banyak juga wanita yang melakukan hubungan khusus di luar pernikahan syahnya alias selingkuh. Selingkuh tak lagi hanya didominasi suami sebagai pelakunya. Para istripun seolah tak mau kalah ikut serta berperan aktif di dalamnya.
Mengutip perkataan pelaku selingkuh, selingkuh itu indah, sensasinya amat menggetarkan, nikmatnya mendebarkan, tantangannya memacu adrenalin, dan rasanya menggoda, pokoknya melebihi hubungan sah dalam pernikahan. Sensasi inilah yang mungkin memicu orang untuk berselingkuh, tak ada pembedaan mengenai siapa yang lebih berpeluang selingkuh, pria atau wanita. Ketika sama-sama tak beriman, maka keduanya Tak berbeda, berpotensi untuk selingkuh. Selingkuh menjadi hal indah ditengah rutinitas membosankan setelah bertahun-tahun mengarungi Perahu perkawinan, tanpa menyadari keindahan dalam selingkuh hanya sebuah fatamorgana. Nikmat membawa dosa. Dan yang namanya dosa maksiat pasti akan membawa sengsara dunia akhirat jika tak segera bertobat.
Hakikatnya, dalam Islam selingkuh Adalah Keliru satu perbuatan yang mendekati zina. Aktifitas yang terjadi saat aturan Islam tentang pergaulan dicampakkan. Berdua-duaan, bersepi-sepi dan berkomunikasi tanpa batas. Rambu-rambu interaksi antar lawan jenis yang hanya boleh pada masalah pendidikan, pengobatan dan jual beli dilanggar dengan sadar dan sengaja.
Perselingkuhan pada dasarnya Adalah juga perbuatan yang mengikuti hawa nafsu. Tak mungkin yang namanya selingkuh, Tak terpikirkan masalah sex dan syahwat. Apalagi jika pelakunya Adalah orang-orang yang pernah atau sedang terikat oleh tali pernikahan. Sebab siapapun ia, pria atau wanita sama-sama memiliki kebutuhan biologis untuk dipenuhi. Tiap manusia telah Allah anugerahi dengan sex feeling tersendiri untuk daya tarik terhadap lawan jenis. Pemanfaatan atas anugerah inilah apakah sesuai dengan aturan main Allah atau Tak, yang akan dimintai Allah pertanggungjawaban.
Kenyataan perselingkuhan saat sekarang di masyarakat benar-benar telah sampai pada titik yang sangat mengkhawatirkan. Bahkan bukan hal rahasia lagi jika perselingkuhan pun menimpa kalangan dewan yang terhormat. Setidaknya ini terlihat dari banyaknya aduan yang masuk ke DPR sebagaimana yang ditayangkan TV One beberapa hari lalu. Kalangan elit atas saja yang notabene berpendidikan dan tahu aturan agama juga berselingkuh, bagaimana dengan kalangan rakyat biasa. Rakyat kebanyakan yang mungkin juga bercermin pada wakil-wakilnya di DPR.
Demikian juga dengan kasus AF bersama puluhan wanita cantik di sekelilingnya, semakin menunjukkan bahwa selingkuh telah menjadi jalan alternatif yang “menarik dan menantang” untuk memenuhi hasrat ketertarikan dengan lawan jenis. Belum lagi kasus-kasus perselingkuhan lain yang beritanya bertaburan di berbagai media hampir setiap hari.
Setidaknya ada beberapa alasan yang melatarbelakangi mengapa seseorang berselingkuh. Mungkin awalnya tak berniat selingkuh, Akan Tetapi ketika Berawal Dari muncul tindakan curhat berbagai masalah pada bukan pasangan halal, sejatinya telah membuka celah bagi syaiton untuk semakin masuk ke dalam. Seperti sebuah peribahasa bahwa benih-benih cinta Berawal Dari tumbuh Sebab seringnya bersama /berjumpa. Dapat jadi Sebab ada persoalan di antara suami istri dengan segala macam bentuknya, selingkuh jadi pelarian. Bahkan Sebab jatuh cinta lagi pada orang lain di saat cinta dengan pasangan Berawal Dari layu dan memudar pun Dapat menjadi penyebab perselingkuhan. Intinya hanya bermuara pada satu hal : meninggalkan hukum yang datangnya dari Allah.
Apakah hukum Jahiliyah yg mereka kehendaki, & (hukum) siapakah yg lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yg yakin? ( TQS: Al Maidah 50 )
Islam Adalah satu-satunya agama yang sempurna, yang berisi segala macam hukum yang komprehensif yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Islam Adalah rahmatan lil ‘alamin. Maka ketika Islam disisihkan, terjadilah kekacauan dan permasalahan menimpa manusia. Keliru satunya Adalah selingkuh yang membawa Akibat amat mengerikan. Perceraian, perzinahan, bahkan lahirnya generasi tanpa nasab dan tak jelas siapa ayahnya.
Allah Sang Pencipta manusia lebih tahu apa yang terbaik untuk manusia. Sebab itulah bersama dengan penciptaan manusia, Allah menurunkan seperangkat aturan agar kehidupan manusia penuh keberkahan dan kebahagiaan dunia akhirat. Kala aturanNya diterapkan, maka tak akan pernah ada permasalahan yang muncul akibat ulah tangan manusia sendiri yang Menciptakan kerusakan di muka bumi. Hidup lebih indah jika menaatiNya, termasuk pasti lebih indah tanpa ada selingkuh.

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply