Hormati yang Saum, Rumah Santap Ini Malah Omzet Meningkat

Rumah Santap Padang ini patut dijadikan contoh bagaimana mengelola rumah Santap di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.
Seperti yang dilakukan Restoran Padang Sederhana di Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan ini.
Selama Ramadhan, restoran ini tetap melayani pemesanan dalam bentuk bungkusan. Tetapi Tak melayani pelanggan yang ingin Santap di tempat sebelum waktu berbuka Saum tiba.
Di bulan Saum pun restoran ini tutup sejak sekitar shubuh-Dahina. Seperti terlihat pada spanduk di depan pintu masuknya, jadwal buka restoran Dahina-malam-dinihari, pukul 13.00-04.00 WITA. Sementara di luar Ramadhan buka 24 jam.
Kebijakan itu diberlakukan untuk mengagungkan bulan Ramadhan dan menghormati pemeluk agama Islam khususnya yang berpuasa. Kebijakan ini pun bukan bermaksud Tak menghormati yang Tak berpuasa.
“Kebijakan ini bukan Sebab kami membenci agama lain, Akan Tetapi ini sudah menjadi peraturan lama kami,” kata Widodo, Keliru seorang penanggung jawab restoran tersebut.
Pria perantauan tersebut juga menyebutkan, peraturan di atas bukan sekadar pajangan.
“Kan, ada ya (pengelola rumah/warung Santap) yang masih sembunyi-sembunyi membolehkan Santap di tempat. Kalau kami betul-betul Tak boleh, Mas,” ujarnya.
Saat ditanya akan potensi menurunnya omzet Sebab kebijakan itu, Widodo menjawab, manajemen mereka Tak takut akan hal itu. Justru ia akui omzet mereka malah meningkat
“Ya sekarang aja, Mas, Sebab masih awal-awal Ramadhan jadi belum kelihatan. Nanti biasanya akan menaik, kok, omzet kita,” tutup pria yang telah bekerja 8 tahun di restoran itu.
Semoga hal di atas menginspirasi pengelola rumah/warung Santap yang lain. Paling minimal Tak memberi peluang bagi orang yang berpuasa untuk sengaja berbuka tanpa uzur syari.
(Sumber:http://yesmuslim.blogspot.com)

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply