MasyaAllah, 27 Tahun Menanti Momongan Akhirnya Hamil Juga, Apa Rahasianya?

Banyak saudara kita yang sudah menikah bertahun-tahun Akan Tetapi belum dikaruniai anak. Doa sudah dipanjatkan dan ikhtiar sudah dilakukan namun tetap saja belum diberikan amanah. Tentu akhirnya hanya dengan sabar kepada ketentuan Allah yang menjadi bekal terakhir orang-orang beriman. Allah Maha berkehendak dan mengabulkan segala doa, 27 tahun menunggu keajaiban terjadi, perempuan ini hamil.
Penantian 27 tahun semoga berakhir indah. Hari ini kembali ketemu hal yang luar biasa. Ada Keliru satu pasien yang datang untuk periksa. Namun, bukan pasien biasa. Sebab pasien tsb mengharapkan buah hatinya yang pertama setelah menikah selama 27 tahun!!!!
Saya ikut berdebar waktu melakukan pemeriksaan. Bagaimana Tak, denyut jantungnya lama dicari Tak ketemu sedangkan kehamilan 7 minggu. “Ya Allah, ijinkan pasien ini tersenyum bahagia mendengar detak jantung janinnya…” Alhamdulillah terdengar detak janinnya… Saya ikut menarik nafas panjang… Lega sekali rasanya… Dalam hati saya kembali berdoa “Ya Allah, ijinkan pasien tsb tersenyum bahagia nanti saat buah hati lahir sehat selamat…” Amin…
Note: Pasien berusia 40 tahun lebih dan menikah 27 tahun lamanya. Pasien sudah lelah berobat kemana-mana untuk menggenapi usaha mendapatkan buah hati Sampai akhirnya merasa cukup dan pasrah. Ini Adalah pertemuan pertama saya dengan pasien dan terimakasih ya Allah… Engkau izinkan hambaMu ini ikut menikmati kebahagiaan sang ibu mendengar detak jantung baby dan mata bersinar berkaca-kaca tanda bahagia dan tumbuhnya Harapan menanti lahirnya buah hati yang dinantikannya 27 tahun.
Ada beberapa jalan amaliyah yang Dapat ditempuh ketika kita menikah Akan Tetapi belum juga dikarunia anak antara lain dengan sedekah dan istighfar. Dan biasanya Allah kasih pertolongan itu ketika hamba-Nya sudah berada di titik kulminasi kepasrahan atas kehendak Allah. Di situlah Allah Adalah Almujiib. Allah yang Maha Memperkenankan Permohonan.
Sedekah, istighfar, doa Adalah bukan satu-satunya sebab, Sebab masih banyak sebab-sebab syar’i dan sebab-sebab biasa. Yang terpenting dari semua itu sudah maksimalkah ikhtiar yang ditempuh? Doa Adalah Keliru satu ikhtiar. 
Doa Adalah jalan yang mendatangkan banyak manfaat dan kebaikan. Allah bahagia kepada hamba-Nya yang berdoa. Angkuh hanyalah sematan kepada mereka yang merasa hidup di dunia ini Tak perlu berdoa. Jika kita sudah ikhtiar ke dokter spesialis kandungan, ikut program punya anak, sudah sedekah, sudah ikhtiar, sudah pula berdoa panjang, merintih, menangis, menjerit di sepertiga malam terakhir, namun juga belum berhasil, mungkin ada sebabnya.
Dapat jadi Sebab doa-doa yang kita panjatkan belum memenuhi etikanya. 
Bagaimana etika itu? Syaikh Salman Alaudah menjelaskan seperti di bawah ini.

Pertama, doa berada dalam batas-batas syariat dan sesuai tuntutan serta Tak melampaui batas. Rasulullah saw pernah berkata, “Sungguh akan muncul kaum dari umat ini yang akan berbuat melampaui batas dalam berdoa dan bersuci.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Attarmizi). Contohnya dari doa yang melampaui batas Adalah memohon pertolongan untuk melakukan perbuatan yang diharamkan Allah.
Kedua, percaya kepada Allah bahwa Allah akan mengabulkan doa itu. Kata Kanjeng Nabi SAW, “Berdoalah kepada Allah sementara kalian merasa yakin dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah Tak mengabulkan doa dari hati yang lalai lagi lengah. ” (HR Ahmad, Attarmizi, Hakim).
Ketiga, makanan dan minuman yang masuk ke dalam perut kita Adalah makanan dan minuman yang halal. Halal dalam dzatnya dan Tips mendapatkannya. Kata Rasulullah saw, “Wahai Sa’ad! Perbaikilah makananmu, niscaya kau menjadi orang yang mustajab doanya.” (HR Aththabrani).
Keempat, Tak terburu-buru. Semua itu ada hikmahnya. Dikabulkan, Sebab itu baik buat kita. Tak dikabulkan dan Allah ganti dengan yang lain Sebab itu pun baik buat kita. Nabi Muhammad saw pernah berkata, “(Doa) seseorang di antara kalian dikabulkan selama ia Tak terburu-buru dengan mengatakan, ‘saya berdoa Akan Tetapi Tak dikabulkan’.” (HR Albukhari).
Kelima, mencari waktu-waktu utama terkabulnya doa. Antara lain seperti waktu sahur, akhir waktu hari Jumat, saat khatib masuk, waktu-waktu salat sebelum salam, saat sujud, saat berbuka Saum, dan masih banyak lagi waktu lainnya.
Itulah etika berdoa yang selayaknya kita pahami betul agar apa yang kita harapkan terkabul. Berdoalah pula dengan nama Allah: Almujiib. Nama yang dikenal orang sakit ketika semua dokter sudah angkat tangan. Nama yang dikenal para perempuan ketika bertahun-tahun sudah usia pernikahan mereka namun belum juga dikarunia anak. Berdoalah dengan asma-Nya: Almujiib. Yang Maha Memperkenankan Permintaan.
Maka tak aneh kalau setelah 27 tahun menanti, akhirnya keajaiban itu terjadi.
Semoga yang belum berhasil hamil Dapat segera memperoleh momongan.
(Sumber:http://www-tempo-com—news-berita-indonesia.blogspot.co.id/2016/03/masyaallah-27-tahun-menanti-momongan.html)

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply