Masyaallah! Inilah Hukum Istri Pergi Meninggalkan Rumah Dan Melawan Suami Dalam Islam Tolong Bantu Share Ya..


Berbagai alasan untuk melegalkan atau membenarkan tindakan seorang istri meninggalkan suaminya dengan pergi menginap ke tempat lain (teman, saudara, kantor, ortu dll) dengan harapan dapat menyelesaikan masalah atau hanya memberi pelajaran kepada suami agar Tak mengulangi perbuatannya lagi. Misalnya, Suami Tak perhatian, selingkuh, sakit hati dengan perkataan atau perbuatan suami, penghasilan kurang, suasana rumah Tak menyenangkan dan lain-lain. 
Tindakan isteri seperti ini meninggalkan suami sering dianggap ringan atau sepele oleh sebagian wanita yang Tak mengerti hukum islam Akan Tetapi jika tindakan ini dilakukan terhadap seorang pria muslim yang paham hukum agama akan sangat fatal dan berat akibatnya Sebab agama Islam melarang dengan keras hal tersebut.
Isteri meninggalkan rumah Tak akan menyelesaikan masalah justru akan memperberat masalah, suami akan mempunyai kesan istri lari dari tanggung jawab kewajiban sebagai isteri, Menciptakan suami menjadi sakit hati sehingga menjadi ringan untuk menceraikannya serta menambah Rekaan bagi diri sendiri dan suaminya. Apalagi jika isteri pergi meninggalkan rumah Sebab dimarahi suami yang menasehatinya sungguh sangat berdosa Sebab perbuatan isteri ini akan di laknat oleh Allah dan malaikatpun memarahinya (Hadist Riwayat Abu Dawud ) .
Setan selalu berusaha untuk membujuk dan mengajak manusia untuk berbuat sesuatu yang Tak diridhoi Allah dan rasulnya. Setan bernama Dasim tugasnya membujuk seorang isteri agar Tak taat kepada suami dan mempengaruhi seorang isteri agar pergi meninggalkan rumah dengan berbagai alasan untuk membenarkan perbuatan di atas meskipun sudah jelas bahwa perbuatan tersebut dilarang oleh Quran dan Hadist. Alasan sakit hati Sebab perbuatan / perkataan suami, yang kadang dijadikan alasan isteri untuk membenarkan tindakan meninggalkan rumah dan suami. Seringkali ada Pihak ketiga (PIL) yang kadang menjadikan seorang isteri semangat meninggalkan suami meskipun Tak semuanya demikian.
Pada Intinya seorang isteri Tak boleh meninggalkan rumah tanpa izin suaminya, jadi meskipun dinasehati dan kurang diperhatikan suami saat isteri dalam keadaan sakit bukan berarti Dapat melanggar aturan Allah. Orang sakit kurang Santap bukan berarti dia boleh mencuri makanan Sebab mencuri Adalah dosa apapun alasannya. Begitu juga sakit yang diberikan oleh Allah kepada seorang isteri sebagai pemberi peringatan dari Allah bukan berarti seorang istri boleh menyakiti hati suami dengan pergi meninggalkan rumah dan meninggalkan suaminya.
Istri yang pergi dari rumah, meninggalkan suami menginap di tempat lain dan meninggalkan suaminya dalam keadaan marah sedangkan suami Tak ridho apapun alasannya, bagi wanita yang mengerti hukuman Allah sangat berat pasti akan sangat menyesal dan Tak akan pernah berani satu kalipun melakukannya Sebab jika seorang Isteri pergi meninggalkan rumah dan suaminya artinya :

1. Isteri tersebut bukan seorang wanita yang baik 

Isteri meninggalkan suami atau pergi tanpa izin suami bukanlah termasuk golongan wanita yang baik Sebab isteri yang baik akan menghormati pemimpinnya (suaminya). Pemimpin rumah tangga dalam Islam Adalah suami bukan Isteri Sebab Suami mempunyai kedudukan setingkat lebih tinggi dari isterinya. Dan yang paling penting Adalah suami telah memberi Santap maupun tempat tinggal bagi isterinya jadi sudah sewajarnya jika isteri berkewajiban untuk taat pada suaminya selama suami menyuruh dalam kebaikan (bukan kemaksiatan) Firman Allah dalam surat An Nisa’ ayat 34 dan Al Baqoroh ayat 228:
“Kaum laki-laki itu Adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh Sebab Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan Sebab mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka Wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya Tak ada, oleh Sebab Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. An-Nisa 34)
Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut Tips yang makruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “ Surat Al Baqoroh ayat 228
Seorang isteri yang pergi meninggalkan rumah tanpa izin suami dengan alasan apapun dan dalam kepergiannya Tak bermaksiatpun tetap saja termasuk wanita Tak baik (pembangkang) apalagi jika dia pergi dengan berpakaian yang Tak sopan seperti wanita pada jaman Jahiliyah
Dan Surat Al Ahzab ayat 33 yaitu :
Menetaplah di rumah kalian ( para wanita ), dan jangan berdandan sebagaimana dandanan wanita-wanita jahiliyah. Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan patuhilah ( wahai para wanita) Allah dan rasul-Nya.
Sabda Nabi Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam : “Barangsiapa yang taat kepadaku maka ia telah taat kepada ALLAH, dan barangsiapa yang Tak taat kepadaku maka berarti Tak taat kepada ALLAH. Barangsiapa yang taat kepada Pimpinan (Islami) maka berarti ia telah taat kepadaku, dan barangsiapa yang Tak taat kepada pimpinan (islami) maka berarti ia telah Tak taat kepadaku.”HR Bukhari, kitab al-Jihad, bab Yuqatilu min Wara’il Imam, juz-IV, hal.61
Jika seorang suami Sebab suatu hal
(Penghasilan kurang, PHK, Kecelakaan dll) suami menjadi kurang / Tak dapat Menyodorkan kewajibannya terhadap isteri bukan berarti isteri boleh meninggalkan rumah, Sebab memang Tak ada hukum Islam yang membolehkan seorang Isteri meninggalkan rumah tanpa izin Sebab faktor tersebut, Sebab jika suami Tak dapat melakukan kewajibannya maka gugatan cerai pada suami Adalah jalan terbaik bukan malah pergi meninggalkan rumah atau suaminya

2. Isteri meninggalkan suami sama saja dengan menjerumuskan dirinya sendiri ke neraka Sebab suami berperan apakah isterinya layak masuk Firdaus;Nirwana atau neraka.
Isteri pergi meninggalkan suami artinya dia Tak taat kepada suaminya padahal jika seorang isteri tahu bahwa taat pada suami Dapat mengantar dia ke Firdaus;Nirwana pastilah dia akan menyesal melakukan hal itu sesuai dengan hadist Rasullullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam :
Dari Husain bin Muhshain dari bibinya berkata: “Saya datang menemui Rasulullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam. Beliau lalu bertanya: “Apakah kamu mempunyai suami?” Saya menjawab: “Ya”. Rasulullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam bertanya kembali: “Apa yang kamu lakukan terhadapnya?” Saya menjawab: “Saya Tak begitu mempedulikannya, kecuali untuk hal-hal yang memang saya membutuhkannya” . Rasulullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam bersabda kembali: “Bagaimana kamu dapat berbuat seperti itu, sementara suami kamu itu Adalah yang menentukan kamu masuk ke Firdaus;Nirwana atau ke neraka” (HR. Imam Nasai, Hakim, Ahmad dengan Hadis Hasan).

3. Isteri meninggalkan rumah tanpa izin suami akan dilaknat oleh Allah dan dimarahi oleh para malaikat.
Sabda Rasullulah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam :
”Hak suami terhadap isterinya Adalah isteri Tak menghalangi permintaan suaminya sekalipun semasa berada di atas punggung unta , Tak berpuasa walaupun sehari kecuali dengan izinnya, kecuali Saum wajib. Jika dia tetap berbuat demikian, dia berdosa dan Tak diterima puasanya. Dia Tak boleh memberi, maka pahalanya terhadap suaminya dan dosanya untuk dirinya sendiri. Dia Tak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Jika dia berbuat demikian, maka Allah akan melaknatnya dan para malaikat memarahinya kembali , sekalipun suaminya itu Adalah orang yang alim.” (Hadist riwayat Abu Daud Ath-Thayalisi daripada Abdullah Umar)

4. Memusuhi suami sama saja dengan memusuhi Allah.
Seorang isteri yang meninggalkan suami dan memusuhi suaminya padahal suami baik pada isterinya. Sangatlah Tak mungkin masuk Firdaus;Nirwana Sebab bagaimana mungkin seorang isteri berharap masuk Firdaus;Nirwana jika Allah memusuhinya. Bahkan jika sampai suami terluka hati / fisiknya maka Allah dan Rasullullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam akan memisahkan diri dari isteri tersebut. Hal ini dijelaskan dalam Hadist Rasullullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam :
“Tidaklah istri menyakiti suami di dunia kecuali ia bicara pada suami dengan mata yang berbinar, janganlah sakiti dia (suami), agar Allah Tak memusuhimu, jika suamimu terluka maka dia akan segera memisahkanmu kepada Kami (Allah dan Rasul)”. HR. Tirmidzi dari Muadz bin Jabal.

5. Isteri meninggalkan suami Tak ada nafkah baginya dan layak mendapat azab.
Seorang Ulama dan pemikir Islam yang sangat terkenal akan kecerdasannya dan sangat dikagumi oleh para ulama pada waktu itu, penghafal Quran dan Ribuan Hadist, Pakar Tafsir dan Fiqh dari Harran, Turki yaitu Ibnu Taimiyah sampai berkata: “Jika isteri keluar rumah suami tanpa seijinnya maka Tak ada hak nafkah dan baju”. Tak dihalalkan bagi isteri untuk keluar dari rumah suaminya kecuali dengan ijinnya (suami), Dan Bila ia keluar dari rumah suaminya tanpa seijinnya maka ia telah berbuat nusyuz (durhaka) bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya dan ia layak mendapat adzab.”
Ibnu Taimiyah (1263-1328) Adalah orang yang keras pendiriannya dan teguh berpijak pada garis-garis yang telah ditentukan Allah, mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ia pernah berkata: ”Jika dibenakku sedang berfikir suatu masalah, sedangkan hal itu Adalah masalah yang muskil bagiku, maka saya akan beristighfar seribu kali atau lebih atau kurang. Sampai dadaku menjadi lapang dan masalah itu terpecahkan. Hal itu saya lakukan baik di pasar, di masjid atau di madrasah. Semuanya Tak menghalangiku untuk berdzikir dan beristighfar Sampai terpenuhi cita-citaku.”

6. Taat kepada suami pahalanya seperti Jihad di jalan Allah
Jika seorang isteri taat kepada suaminya serta Tak pergi meninggalkan suami maka pahalanya sama dengan jihad di jalan Allah. Perhatikan hadist berikut: Al- Bazzar dan At Thabrani meriwayatkan bahwa seorang wanita pernah datang kepada Rasullullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam lalu berkata : “ saya Adalah utusan para wanita kepada engkau untuk menanyakan : Jihad ini telah diwajibkan Allah kepada kaum lelaki, Jika menang mereka diberi pahala dan jika terbunuh mereka tetap diberi rezeki oleh Rabb mereka, tetapi kami kaum wanita yang membantu mereka , pahala apa yang kami dapatkan? Nabi Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam menjawab :” Sampaikan kepada wanita yang engkau jumpai bahwa taat kepada suami dan mengakui haknya itu Adalah sama dengan pahala jihad di jalan Allah, tetapi sedikit sekali di antara kamu yang melakukanya.
Jadi akan sangat Tak mungkin bagi seorang isteri yang mengaku mengerti hukum agama Islam Akan Tetapi pergi meninggalkan tanggung jawab sebagai isteri meninggalkan suaminya dari rumah.
Oleh Sebab itulah sangatlah penting untuk memilih istri yang mengerti akan hukum agama dan memilih isteri itu bukan Sebab kecantikan atau hartanya Akan Tetapi dipilih Sebab agamanya agar selamat Tak terjerumus kedalam panasnya Barah neraka. Sabda Rasullullah Shollallahu` Alaihi Wa Ssallam :“Wanita itu dinikahi Sebab: hartanya, kecantikannya, keturunannya dan agamanya. maka pilihlah agamanya agar kamu selamat” Hadist Shahih Bukhari.
“Dunia Adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan di dunia Adalah isteri yang baik (sholehah) ” Hadist Shahih Muslim.
Lebih mulia seorang wanita memberi nasehat atau berbicara dari hati ke hati dengan suami bukan kepada orang lain jika terjadi ketidak adilan pada dirinya daripada langsung pergi meninggalkan suaminya . Seorang isteri yang benci terhadap suaminya dan memang berniat meninggalkan suami supaya di cerai dan kemudian berharap memperoleh pasangan pengganti atau sudah ada pengganti yang lebih baik menurut dirinya, jelas sekali wanita itu digoda setan agar wanita ini memandang lelaki lain lebih menarik dari suaminya sehingga timbul rasa bosan, cekcok dll dan akhirnya berbuntut pada perceraian.
Allah Subhanahu`Wa Ta`Ala, telah mengingatkan kita agar Tak membenci atau menyukai sesuatu padahal kita Tak tahu rahasia dibalik itu, dalam Al Baqoroh ayat 216 : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat jelek bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu Tak mengetahui”
Saya lanjutkan, Usaha setan Dapat dikatakan sukses besar bila berhasil menjadikan wanita itu cerai dan berpredikat janda Sebab wanita ini akan lebih mudah digoda sebab Tak ada yang menjaganya (suami) . Wanita ini akan merasa bebas Tak ada ikatan, lebih nyaman Sebab Tak ada yang mengontrol (suami), selanjutnya jika Tak kuat imannya (kebanyakan Tak kuat) akan timbul banyak Rekaan dan dosa bagi wanita itu di kemudian hari. Godaan setan akan lebih kuat pada saat janda Sebab faktor alami kebutuhan batin selain itu akan banyak lelaki yang merayu yang memanfaatkan kondisi janda sehingga menyeret wanita itu dalam lembah dosa yang tiada berkesudahan sampai wanita itu sadar jika suatu saat sakit atau sudah berumur Tak ada yang menemani sampai meninggal. Pada umumnya Wanita yang menjanda Sebab tergoda pria lain akan lebih mudah tergoda nafsunya apalagi jika dicerai pada umur 40 tahun kebawah.
Pernikahan Adalah hal yang suci melibatkan keluarga, handai taulan dan tetangga jadi Tak sepantasnyalah jika seorang isteri meninggalkan suaminya untuk alasan emosi pribadi dengan meninggalkan perasaan kebahagiaan keluarganya sendiri atau keluarga pasangannya.
Atas kehendak Allah, rezeki yang lebih Dapat diberikan pada isteri bukan pada suami, jadi janganlah menjadi tinggi hati jika suatu saat rezki isteri melebihi suami, merasa lebih bermanfaat dari suami, merasa Dapat hidup sendiri dan dapat mengatasi sendiri segala hal, Tak mau diatur sehingga Tak patuh kepada suami. Inilah tanda-tanda kehancuran suatu kapal pernikahan Sebab ada 2 nahkoda yang mengendalikan kapal dengan arah berlawanan. Kapal Pernikahan akan Dapat selamat sampai tujuan (Firdaus;Nirwana dunia akhirat) jika hanya punya satu arah yang disepakati dan diusahakan bersama. Bagaimanapun juga tujuan hidup akan lebih mudah dicapai jika ada keharmonisan sejati yang hanya dapatdicapai dalam suatu keluarga yang lengkap ada suami. Harta yang dibanggakan dan dikumpulkan Dapat hilang dalam sekejab (kebakaran, tsunami dll) Akan Tetapi mempunyai suami atau isteri yang sholeh Adalah harta Tak ternilai yang Tak akan hilang kecuali wafat,meninggal. Oleh Sebab itulah peran isteri terhadap suami sangat besar dalam mengarungi samudera kehidupan agar tujuan akhir bahagia dunia akhirat dapat segera tercapai sehingga Allah pun akan memberi pahala yang besar untuk isteri yang taat dan patuh kepada suaminya

Banyak Hadist yang menjelaskan pahala seorang Istri yang taat pada suaminya :
”Jika seorang isteri itu telah menunaikan solat lima waktu dan berpuasa pada bulan ramadhan dan menjaga kemaluannya daripada yang haram serta taat kepada suaminya, maka dipersilakanlah masuk ke syurga dari pintu mana sahaja kamu Senang.” (Hadist Riwayat Ahmad dan Thabrani)
”Sesungguhnya setiap isteri yang meninggal dunia yang diridhoi oleh suaminya, maka dia akan masuk syurga.” (Hadist riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah)
Jika isteri memang Tak taat kepada suaminya, setelah dinasehati secara halus, berpisah ranjang dan dinasihati secara keras Tak berhasil maka renungkanlah :
Surat An Nur ayat 3 yaitu :
“Orang laki-laki pezina, yang dinikahinya ialah perempuan pezina pula atau perempuan musyrik. Perempuan pezina jodohnya ialah laki-laki pezina pula atau laki-laki musyrik , dan diharamkan yang demikian itu atas orang yang beriman”.
Pikirkanlah kembali apakah wanita ini cocok dijadikan pasangan / isteri bagi pria beriman, dan dapat membawa kebaikan bagi diri sendiri dan keluarga, ikhlaskan saja wanita ini jika ingin berpisah mungkin jodohnya Adalah sesuai dengan apa yang di firmankan Allah diatas.
Nasehatilah isterimu dengan sabar dan penuh cinta kasih, minta maaflah kepada isteri jika menyakiti hati isteri, bagaimanapun juga mutiara yang kotor jika digosok tiap hari akan menjadi berkilauan. Hasilnya mutiara ini Dapat benar-benar menjadi perhiasan dan Firdaus;Nirwana dunia bagimu.
Ingatlah isterimu bukanlah Siti Khadijah yang baik, taat dan penuh cinta kasih pada suaminya, Istrimu Adalah wanita jaman sekarang yang butuh bimbingan untuk menjadi wanita yang solehah. (Akhwatmuslimah)
Sebarkan semoga bermanfaat.

(Sumber:http://www.redaksimuslim.com/2016/04/masyaallah-inilah-hukum-istri-pergi.html)

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply