Sinopsis Asal Usul Danau Maninjau

Sinopsis Asal Usul Danau Maninjau – Suasana sangat meriah. Riuh. Lalu tampak BUJANG 8 tahun dan GATAN 8 tahun, dan juga KAMAL 8 tahun, sedang sangat serius bersiap melakukan lomba lari. Ini Adalah lomba lari memperingati ulang tahun RASA yang ke 7 tahun. Dan ini sudah babak final. Tampak juga PAK SUNU, orang tua Bujang dan Rasa. Tak ketinggalan AYAH GATAN sang kepala kampung yang juga Adalah ayahnya Gatan. Juga ada BU GITA, ibunya Kamal yang tampak berpenampilan sok kaya.Gong pun di pukul dan mereka bertiga pun Berawal Dari adu lari. Sangat ketat Sebab ini final. Mereka harus lari mengelilingi kebun teh milik Pak Sunu. Bujang memimpin, sementara di belakangnya tampak Gatan bersaing ketat dengan Kamal. Tak ingin kalah, Kamal berlaku curang. Kamal menjegal kaki Gatan sehingga Gatan terjatuh. Setelah Gatan terjatuh, Kamal pun mengejar Bujang. Terjadi persaingan ketat antara Kamal dan Bujang. Sementara itu Gatan yang terjatuh, Tak mau patah semangat. Dia bangkit lagi dengan wajah marah Sebab kecurangan Kamal tadi. Mereka bertiga kembali berlari dan sudah mendekati finis.Di depan, Bujang dan Kamal bersaing ketat sementara Gatan ada agak jauh di belakang. Beberapa meter menjelang finish, sadar dia Tak Dapat menang Sebab kecurangan Kamal, Gatan berniat membalas kecurangan Kamal. Gatan menatap Kamal yang berhasil menyalip Bujang di detik-detik akhir itu, lalu Gatan mengucap “Kamal kesandung!!”. 

Ajaib, Kamal yang nyaris menang itupun tersandung batu yang entah muncul dari mana. Kamal pun terjatuh terguling sementara Bujang yang tepat ada di belakangnya juga ikutan terjatuh terguling Sebab tersandung tubuh Kamal yang jatuh. Akhirnya Gatan dengan cepat menyalip mereka dan memenangkan balap lari itu. Sorak sorai pun menyambut kemenangan gatan. Tampak Kamal dan Bujang Tak terima dengan kemenangan Gatan itu. Bujang pun menyalahkan Kamal yang jatuh di depannya. Mereka sibuk Keliru-salahan. Lalu mereka kembali berlari memperebutkan juara 2. Bujang lah yang akhirnya menjadi juara 2 sementara Kamal jadi juara buncit. 
Sebagai juara 1, Gatan mendapat hadiah dari Pak Sunu. Akan Tetapi Ayah Gatan lalu naik panggung dan mengatakan kalau yang menjadi juara 1 bukanlah anaknya itu. Ayah Gatan mengatakan kalau Gatan telah curang Sebab Menciptakan Kamal dan Bujang jatuh. Semua kaget. Bagaimana Dapat? (ini hanya Ayah Gatan dan Gatan yang tahu).

Akhirnya Bujang lah yang di tetapkan sebagai pemenangnya. Bujang pun gembira. Di rumah, Ayah Gatan menasehati Gatan Sebab telah menggunakan kekuatan lidahnya untuk kepentingan diri sendiri tanpa perduli keselamatan orang lain. Gatan berusaha berkilah Sebab dia juga dicurangi oleh Kamal sebelumnya. Ayah Gatan mengatakan kalau kejahatan itu Tak harus di balas dengan kejahatan. Tak terima disalahkan oleh ayahnya, Gatan mencurahkan kekesalannya pada KATU, burung kakak tua miliknya yang Dapat bicara. Gatan makin kesal Sebab ternyata Katu juga menyarankan hal yang sama yaitu agar Gatan lebih bijak dan hati-hati menggunakan lidah saktinya. Bujang pun belajar bela diri pada Ayahnya Gatan.

Gatan tampak Tak Senang. Dengan lidah saktinya, beberapa kali gatan Menciptakan BUjang terjatuh dan Keliru jurus. Dan ini diketahui oleh Ayah Gatan. Ayah Gatan pun marah.Demi kebaikan dan masa depan Gatan, akhirnya Ayah Gatan mengirim Gatan untuk menimba ilmu pada kakaknya di luar daerah. Semoga kamu kembali dengan perilaku yang lebih bijak dan lebih baik. Pesan Ayah Gatan pada Gatan yang menangis Sebab harus terpisah dengan ayahnya. Gatan  tetap harus pergi meskipun dia menangis sambil berjanji Tak akan menggunakan lidah saktinya lagi. Gatan pun pergi dengan ditemani KATU, kakak tua uniknya.

15 tahun kemudian…..
Suasana damai itu langsung berubah jadi gaduh ketika sebuah mobil yang ditumpangi oleh Pak Sunu terpaksa harus berhenti mendadak Sebab sebuah pohon tumbang dan nyaris menimpa mobil itu. Ternyata pohon tumbang itu disengaja oleh sekawanan perampok. Sepasang suami ini meninggal Sebab berusaha melawan perampok itu. Ketika topeng dibuka, terlihatlah sekarang wajah seorang pemuda yang nantinya akan dikenal sebagai KAMAL. Bujang dan Rasa yang menunggu kedatangan orang tuanya yang, langsung kaget mendengar kabar kalau kedua orang tua mereka meninggl Sebab dirampok di tengah jalan. Rasa sampai pingsan Sebab Tak tahan menahan kesedihannya. Meskipun Bujang benci dengan ibu tirinya, Bujang tetaplah sedih Sebab kehilangan ayahnya. Apalagi hari itu rencananya Adalah hari pernikahannya dengan GITA. Sejak saat itu, mereka jadi yatim piatu. Kini Bujang sebagai anak sulung menjadi kepala rumah tangga. Semua keputusan ada di tangannya termasuk dalam mengolah kebun teh / ladang tembakau tanah warisan orang tua mereka. Mereka lalu dibimbing oleh paman mereka yang bernama Ayah Gatan yang sekaligus sebagai kepala kampung. 

Dan atas saran dari Ayah Gatan juga, akhirnya Bujang tetap menikahi Gita. Ayah Gatan mengatakan kalau Pak Sunu pernah berpesan padanya bahwa apapun yang terjadi BUjang harus tetap menikah dengan Gita Sebab Gita Adalah anak dari teman Pak Sunu yang sudah meninggal. Setelah menjadi istrinya Bujang, ternyata peringai Gita Tak jauh berbeda dengan peringai almarhum ibu tirinya Rasa. Gita ternyata wanita yang serakah dan ambisius. Ternyata dia menyimpan dendam pada keluarganya Pak Sunu Sebab dia menganggap bahwa kebangkrutan usaha keluarganya Adalah di sebabkan oleh usaha milik keluarganya Pak Sunu. Sebab itulah Gita berniat akan menguasai seluruh harta keluarga Pak Sunu dengan Tips menikah dengan Bujang. Beberapa kali, tanpa sepengetahuan Bujang, Gita menyusun rencana untuk melenyapkan Rasa Sebab agar semua waarisan menjadi hak Bujang dan dirinya. Akan Tetapi semua itu selalu gagal.

Pada suatu hari, GATAN, putra tunggal Ayah Gatan yang sudah dewasa dan ganteng, datang dari rantau Sebab sudah lulus kuliahnya. Ayah Gatan pun mengajak Gatan berkunjung ke rumah Bujang. Sebelum pergi, Ayah Gatan kembali mengingatkan Gatan agar menjaga ucapannya Sebab Gatan dikenal punya ucapan yang manjur seperti pahit lidah. Gatan mengatakan kalau sekarang dia sudah Dapat mengendalikan hati, pikiran dan hatinya sehingga kekuatan lidahnya Tak membahayakan. Gatan dan Rasa yang memang sudah dekat sejak kecil, akhirnya saling Senang ketika berjumpa lagi saat itu. Bahkan beberapa kali Gatan dan Katu menyelamatkan Rasa dari ulah Gita. Sebagai tanda kasih, Gatan Menyodorkan burung kakak tua yang diberinama KATU itu untuk menemani dan menjaga Rasa. Begitu gembira hati Rasa menerima hadiah ini apalagi burung kakak tua itu Dapat bicara. Gatan dan Rasa pun akhirnya berniat menikah dan ini direstui oleh Bujang sebagai kakak, pengganti orang tua dan juga oleh Ayah Gatan. 

Akan Tetapi hubungan mereka ini Tak disukai oleh Kamal. Pemuda kaya raya yang mengaku sebagai pengusaha itu. Kamal mengaku punya bisnis sukses di kota. Kamal sejak lama menyukai Rasa. Dulu Kamal pernah mencoba melamar Rasa Akan Tetapi ditolak oleh orang tua Rasa. Sejak saat itu Kamal dan orang tuanya dendam dan ingin Menciptakan orang tua Bujang miskin. Kamal ingin Menciptakan keluarga Bujang miskin agar nantinya dia Dapat dengan mudah memperistri Rasa dengan iming-iming harta. Akan Tetapi ketika itu sudah hampir terjadi, Rasa malah memilih Gatan. Sebab itulah, Kamal bertekad akan melakukan apapun agar Rasa dan Gatan berpisah. Dan dendam Kamal ini tercium oleh Gita. Gita pun menawarkan kerjasama pada Kamal. Tentu saja Kamal bersedia apalagi syarat yang diminta Gita hanyalah agar Kamal membawa pergi Rasa setelah berhsail memperistrinya. Acara pernikahanpun akan dilangsungkan esok. Sebuah acara pernikahan sederhana diadakan sebagai tradisi sebelum pernikahan, yaitu adu ketangkasan bermain silat. Para pemuda kampung menyambut gembira acara tersebut. Dengan semangat berapi-Barah, mereka segera mendaftarkan diri kepada panitia acara yang dipimpin oleh Ayah Gatan. Tak ketinggalan pula Bujang dan Gatan turut ambil bagian dalam acara tersebut.

Seluruh peserta berkumpul di sebuah tanah lapang. Sorak sorai penonton pun terdengar mendukung jagoannya masing-masing. Beberapa saat kemudian, panitia segera memukul gong pertanda acara dimulai. Rupanya, Bujang mendapat giliran pertama tampil bersama seorang lawannya dari dusun tetangga. Tampak keduanya saling berhadap-hadapan di tengah arena untuk saling adu ketangkasan. Siapa pun yang menang dalam pertarungan itu, maka dia akan melawan peserta berikutnya. Ternyata, Bujang berhasil mengalahkan lawannya. Selama acara ini, Kamal memanfaatkan situasi. Dia memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mencuri atau menjarah rumah warga yang kosong Sebab ditinggal pemiliknya yang menonton acara adu ketangkasan silat. Kembali ke acara, ternyata belum seorang pun yang mampu mengalahkan Bujang. Masih tersisa satu peserta lagi yang belum maju, yakni si Gatan. Atas desakan beberapa orang, Gatan harus melawan Bujang. Gatan menolak Sebab Bujang Adalah calon kakak iparnya. Akan Tetapi semua terus membujuk dengan mengatakan bahwa gatan Adalah calon pemimpin kampung itu untuk menggantikan Ayah Gatan kelak. Jadi semua orang harus yakin dengan kemampuan Gatan. Akhirnya Gatan pun bersedia. Kini, Bujang menghadapi lawan yang seimbang. Maka terjadilah pertarungan sengit antara Gatan dan Bujang. Sampai akhirnya, tanpa sengaja Gatan Menciptakan kaki Bujang patah ketika Gatan menangkis tendangan Bujang. Bujang pun Tak mampu lagi melanjutkan pertandingan dan dinyatakan kalah dalam gelanggang tersebut. Bujang bahkan sampai harus di gotong keluar dari arena Sebab Tak sanggup berdiri dan berjalan sendiri. 

Kejadian ini dilihat oleh Kamal yang Tak ikut dalam acara itu. Kamal memandang ada peluang ketika memandang Bujang menderita patah kaki setelah bertarung berlawan Gatan. Kamal pun Berawal Dari menghasut Bujang agar membenci Gatan.  Kamu kan orang terpandang di kampong ini, masa dipermalukan seperti itu sama Gatan!! Hasut Kamal pada Bujang. Ditambah hasutan dari Gita, Bujang pun Berawal Dari terhasut. Bujang merasa kesal dan dendam terhadap Gatan Sebab merasa telah dipermalukan di depan umum. Kamal dan Gita semakin memprovokasi Bujang agar makin membenci Gatan. Kamal bilang bahwa patahnya kaki Bujang ini disengaja oleh Gatan dan keluarganya agar Bujang Tak Dapat lagi mengolah tanahnya sehingga nantinya tanah itu Dapat dibeli oleh keluarga Ayah Gatan. Bahkan Kamal juga mengatakan kalau pernikahan antara Gatan dan Rasa juga hanya bertujuan untuk Dapat menguasai seluruh tanah milik BUjang. 

Bujang tampak makin terprovokasi apalagi akibat dari patahnya kakinya itu, sejak saat itu Bujang seperti cacat di kakinya dan Tak Dapat bekerja secara maksimal di kebun teh. Setelah acara itu selesai, banyak warga jadi kaget dan menangis Sebab banyak yang kehilangan uang dan benda berharga mereka di rumah. Dan ini ternyata juga bagian dari rencana Kamal yang bekerja sama juga dengan ibunya yang berprofesi sebagai rentenir. Semakin banyak warga yang butuh uang, itu akan makin bikini bunya Kamal girang. Dia akan dengan mudah menjerat mereka dengan kembang pinjaman yang besar sehingga Tak jarang tanah mereka yang di jadikan jaminan pindah kepemilikan ke tangan ibunya Kamal. Hasutan Gita berhasil. Di hari pernikahan itu, tiba-tiba Bujang muncul dan mengatakan bahwa pernikahan hari itu dibatalkan dan dia Tak menginjinkan rasa menikah dengan Gatan. Semua kaget terutama Rasa dan Gatan. Bagaimana mungkin Bujang yang sejak awal menyetujui dan mendukung pernikahan ini, kini malah menolak di hari pernikahan yang sudah di tentukan. 

Rasa sangat bersedih mendengar putusan kakak sulungnya itu. Baginya, Gatan Adalah calon suami yang ia idam-idamkan selama ini. Sejak kejadian itu, Rasa selalu terlihat murung. Hampir setiap hari ia duduk termenung memikirkan jalan keluar bagi masalah yang dihadapinya. Begitu pula si Gatan. Bahkan mereka dilarang untuk berjumpa. Hanya burung kakak tua pemberian Gatan lah yang menjadi teman bicara Rasa. Katu, si Burung kakak tua meyakinkan Rasa bahwa segalanya pasti akan baik-baik saja kalau kita berada di jalan yang benar. Atas saran dari Gita pula, Bujang pun dipaksa menjodohkan Rasa dengan Kamal. Agar Rasa Tak lagi memikirkan Gatan. Katanya. Sebab itulah, ketika Kamal melamar rasa, Bujang dengan yakin menerima lamaran itu dan memaksa Rasa bersedia menjadi istri Kamal. Katu yang seperti prihatin pada Rasa dan curiga pada Kamal, lalu mengikuti Kamal. 

Sampai suatu ketika Katu mendengar perbincangan antara Kamal dan seseorang yang intinya bahwa ternyata Kamal Adalah seorang perampok dan ternyta Kamal lah yang merampok orang tua Bujang dan Rasa sampai akhirnya orang tua mereka meninggal. Katu menyampaikan semuanya pada Rasa dan Rasa yang shock lalu menyampaikan hal ini pada Bujang kakaknya Akan Tetapi Bujang Tak percaya ditambah lagi Kamal muncul dan meminta bukti pada Rasa. Rasa bilang bahwa kakak tuanya yang memandang dan mendengar semuanya. Mendengar ucapan Rasa ini, Bujang dan Kamal malah tertawa. Bagaimana mungkin mereka Dapat percaya pada seekor burung kakak tua. Rasa pun kembali dikurung dan hanya Dapat bicara dengan kakak tua. memandang Nestapa Rasa, Katu menolong Rasa. Dengan kesaktiannya, Katu menyuruh Rasa memejamkan matanya. Mereka lalu bersinar dan menghilang. Sementara itu ingin rasanya Gatan menggunakan kemampuan lidah saktinya agar Dapat memiliki Rasa. Akan Tetapi dia menahannya Sebab sudah berjanji pada ayahnya. Sesaat kemudian, cahaya menyilaukan muncul di samping Gatan lalu muncullah Rasa bersama Katu. Akhirnya mereka memutuskan untuk kabur. Mereka lalu menikah atas persetujuan Ayah Gatan. Bujang pun marah besar mengetahui kabar adiknya menikah di kampong lain. Kabar ini Menciptakan Gita gembira Sebab dengan begini dia Tak capek-capek menyingkirkan Rasa. Akan Tetapi Bujang tetap marah Sebab merasa terhina Sebab ulah Gatan ini.

Disini Gita dan Kamal bertikai. Gita menyuruh Kamal membiarkan saja Gita pergi bersama Gatan sementara Kamal tetap ingin Rasa kembali dan menikah dengannnya. Gita yang mengancam akan membongkar semua rahasia Kamal kalau Kamal Tak menghentikan usahanya mengembalikan rasa, malah balik diancam oleh Kamal. Atas bantuan dari Kamal, Bujang pun melawan Ayah Gatan yang berusaha melindungi Gatan dan Rasa. Dan atas bantuan Kamal pula akhirnya Ayah Gatan terluka parah Sebab sebuah insiden yang sudah di rencanakan oleh Kamal. Sementara itu, Gita yang terakhir pamit mau ke kota untuk belanja, sampai hari ini belum juga kembali. Bujang yang berusaha menghubungi HP nya Gita juga Tak pernah berhasil. Sebab hal ini sudah sering terjadi, maka Bujang menganggap kalau hal ini sudah biasa. Di tambah lagi dia harus memikirkan tentang Gatan dan Rasa. Bujang Tak tahu kalau Gita sudah dicelakai oleh anak buah Kamal. 

Dengan kesaktian Katu, Gatan dan Rasa yang mendengar kabar bapaknya sakit,  berhasil kembali masuk ke rumah Ayah Gatan tanpa sepengetahuan siapapun. Sebelum meninggal, Ayah Gatan Menyodorkan sebuah tombak pada Gatan dan mengatakan agar Gatan berhati-hati menggunakan tombak itu dan jangan sampai kamu mengucapkan sumpah ketika menggunakan tombak itu. Pesan Ayah Gatan. Ayah Gatan lalu meninggal, tangis Rasa Tak tertahankan Sebab Ayah Gatan sudah dianggap seperti bapak kandungnya sendiri. Mau Tak mau, Gatan dan Rasa harus menguburkan jenasah Ayah Gatan. Ketika itulah Bujang jadi tahu kalau Gatan dan Rasa sudah kembali. Gatan dan Rasa lalu ditangkap dan dianggap sebagai pembuat aib kampong. Mereka dianggap melanggar aturan desa Sebab berduaan sebelum menikah. Gatan dan Rasa berusaha meyakinkan kalau mereka sudah menikah dengan beberapa saksi. Akan Tetapi semua saksi yang dimaksud Gatan dan Rasa Tak ada dikampung itu. Mereka hilang secara misterius. Atas provokasi Kamal, Bujang diminta untuk menghukum keras Gatan. Gatan pun ditangkap. Semua orang termakan hasutan Kamal yang sebenarnya perampok itu. 

Gatan ditangkap dan hendak dihukum di puncak gunung Tinjau. Akan Tetapi Rasa memutuskan akan ikut bersama suaminya. Akhirnya sebelum dibawa ke puncak gunung Tinjau, Gatan mengeluarkan kerisnya lalu dengan lantang dia berteriak :“Wahai kalian semua, ketahuilah! Kami Tak melakukan perbuatan terlarang apa pun Sebab kami sudah sah menikah. Sebab itu, kami Tak bersalah,” ucap Gatan. Sebagian warga mendukung Gatan dan Rasa Sebab mereka tahu kalau mereka berdua Adalah pemuda dan pemudi yang baik. Dan sebagian yang lain berpihak pada Kamal dan Bujang. Bahkan Kamal menantang Gatan membuktikan semua ucapannya. Setelah itu, Gatan menengadahkan kedua tanganya ke langit sambil berdoa. “Ya Tuhan! Mohon dengar dan kabulkan doa kami. 

Jika kami memang benar-benar bersalah, ubahkan kami jadi ikan. Akan tetapi, jika kami Tak bersalah, maka ubahkan mereka semua menjadi ikan dan letuskanlah gunung tinjau lalu jadikan kampong ini menjadi danau tempat mereka. Usai memanjatkan doa, Gatan menancapkan tombaknya ke tanah. Katu lalu seperti menambahkan kekuatannya pada keris itu dengan Tips bertengger di atas tombak yang menancap ke tanah itu. Sinar menyilaukan keluar dari tombak dan burung kakak tua itu. Sebagian orang yang menyaksikan peristiwa itu diliputi oleh rasa tegang dan cemas. Jika Gatan benar-benar Tak bersalah dan doanya dikabulkan, maka mereka semua akan binasa. Semua tegang menunggu apa yang akan terjadi. Katu menyuruh Rasa mengajak orang-orang yang belum terhasut oleh Kamal agar pergi dari sana. Rasa juga berusaha terakhir kali mengingatkan kakaknya dan mengajaknya pergi meninggalkan tempat itu ke tempat yang aman. Akan Tetapi Bujang sudah benar-benar buta hati terhasut oleh Kamal. 

Ternyata benar. Permohonan Gatan dikabulkan oleh Tuhan. Beberapa saat berselang, gunung itu tiba-tiba bergetar dan diikuti letusan yang sangat keras. Lahar panas pun menyembur keluar dari dalam kawah, mengalir menuju ke perkampungan dan menghancurkan semua yang dilewatinya. Lalu juga datang hujan badai. Semua orang berusaha untuk menyelamatkan diri. Akan Tetapi Gatan dan Rasa tampak tenang dan pasrah. Burung kakak tua yang selama ini bersama rasa lalu berubah jadi besar lalu membawa Rasa dan Gatan terbang pergi dari sana. Sementara Bujang, Kamal dan warga kampong yang lain berpihak pada mereka menjelma menjadi ikan. – Sinopsis MNCTV

Leave a Reply