SINOPSIS FILM BOLLYWOOD Haider 2016

SINOPSIS FILM BOLLYWOOD Haider 2016 – Kisah berlatarbelakang tahun 1995 di saat India mengalami konflik Kashmir. Dr. Hillal Meer bersama istrinya Ghazala hidup dengan rasa was-was. Putranya yang bernama Haider sedang menempuh studi di sebuah Universitas. Gejolak pemerintah Kashmir dengan pemberontak semakin memanas, Sampai akhirnya Dr. Hillal masuk ke dalam masalah serius. Ia menolong seorang yang dianggap pemberontak pemerintah, menyembuhkan dan melindunginya.

Di lain hari, pemerintah mencari pimpinan pemberontak tersebut dengan mengumpulkan seluruh warga laki-laki, muda maupun tua. Setiap pria yang terlibat akan ditangkap dan disekap dalam penjara penyiksaan. Tak terkecuali Hillal. Ia menjadi Keliru satu tawanan Sebab dianggap membelot. Hal ini hanya diketahui Ghazala, istrinya dan tanpa memberi tahu Haider yang saat itu ada di Universitas.

Beberapa lama waktu berlalu Haider kembali ke kampung halamannya, ia menjadi sosok pemuda yang dewasa dan berpendidikan. Mampu menjaga diri dan lebih memaknai kehidupan. Diperjalanan Haider dan beberapa penduduk menjalani pemeriksaan Buktidiri. Penjaga itu mencurigai tujuan Haider dan mengamankannya di base camp tentara. Mendengar hal ini, Arsy kekasih Haider segera menuju ke base camp tentara untuk membebaskan Haider. Sebab Arsy seorang wartawan, para tentara itu melepaskan Haider.

Arsy hendak mengantarnya ke rumah paman Haider dimana ibunya saat ini tinggal. Akan Tetapi Haider menolak Sebab ia ingin kembali ke rumah, rumah ayah dan ibunya. Arsy menceritakan bahwa Tak ada lagi rumah bagi keluarganya dan mengatakan ayah Haider menghilang beberapa tahun lalu. Haider tetap bersikeras mendatangi rumahnya yang kini menjadi puing-puing akibat pengeboman. Hati Haider sungguh pilu memandang kejadian ini, dan ingin menuntut balas pada orang yang mencelakai ayahnya. Di saat yang bersamaan, kakak Arsy memandang adiknya sedang berdua di puing itu dan segera menyeretnya pulang. Tak ada yang bahagia memandang keluarga Meer Sebab dianggap sebagai pemberontak negara.

Haider langsung menuju rumah pamannya Khurram. Di sana ia memandang ibunya sedang bersenda gurau dengan pamannya, penuh Senang cita, layaknya sepasang suami istri. Dalam sekejap pikiran jelek di benak Haider mengatakan bahwa ibu dan pamannya memiliki hubungan spesial. Ghazala terkejut memandang anaknya datang, ia ingin memeluk namun Haider bermuka masam dan emosi berat. Untuk menenangkan Haider, Ghazala Tak mengakui hubungannya dengan Khurram.

Haider berusaha mencari jejak ayahnya, menurut Arsy, Dr. Hillal telah lama menghilang dan dinyatakan Meninggal Dunia. Haider tak terima dengan kenyataan, kalau pun meninggal dimana makam ayahnya. Ketika Khurram berjumpa Haider, ia menegaskan akan membantunya mencari kakaknya, ayah Haider. Namun haider Hukuman Sebab Khurram memiliki maksud tertentu.

Salman 1 dan Salman 2 Adalah anggota kepolisian dan anak buah Parvez Lone, ayah Arsy. Kedua Salman itu berpura-pura membantu Haider yang sebenarnya mengintai gerak-gerik Haider. Haider dan Arsy sepasang kekasih yang saling menyayangi dan mempercayai. Apapun yang dikatakan Haider, Arsy pasti akan membantu. Parvez Lone menggunakan cinta Arsy untuk mengamati Haider. Tak Keliru jika semua rencana Haider diketahui lebih dulu oleh kepolisian.

Suatu Dahina, Arsy diikuti oleh seorang pria berjubah putih. Dia memperkenalkan diri bernama Roohdar dan membawa pesan dari Hillal untuk Haider. Arsy terkejut sekaligus bahagia, kehadiran Roohdar akan membawa kejelasan akan nasib ayah Haider.

Haider menghubungi nomer seluler yang diberikan Roohdar. Mereka berjanji akan berjumpa di sebuah jembatan keesokan harinya. Ternyata kedua Salman juga membuntuti Haider dan menginformasikan pada Parvez Lone dan Khurram. Dalam foto yang didapat Salman, Parvez dan Khurram mengenali bahwa pria yang membawa Haider Adalah Roohdar. Seorang pria yang Dapat mengancam keselamatan mereka.

Dalam perjalanan bersama Roohdar, kedua mata Haider ditutup kain hitam dan diperlakukan seakan-akan musuh. Perjalanan itu sangat jauh dan berliku. Sesampai di tempat Haider menemukan Roohdar bersama beberapa anggota lainnya, dan Tak menemukan ayahnya disana. Haider semakin curiga dengan aksi Roohdar, dalam hati ia berpikir Roohdar dan kawannya komplotan pemberontak negara dan sengaja mencelakainya seperti Dr. Hillal.

Perselisihan dan debat terjadi, akhirnya Roohdar membuka fakta bahwa Dr. Hillal telah Meninggal Dunia dibunuh saudaranya sendiri, Khurram. Haider semakin panas hati. Ia Tak terima dengan pernyataan Roohdar. Namun, ketika Roohdar mengatakan bahwa Khurram melakukan hal itu demi mendapatkan wanita yang dicintainya, Ghazala. Maka, yakinlah Haider bahwa ayahnya memang Meninggal Dunia Sebab Khurram.

Roohdar menceritakan pertemuannya dengan Dr. Hilla di sebuah penjara pengasingan. Tentara itu menyiksa dan mengasingkan tawanan disebuah tempat yang gelap dan kotor. Mereka dipaksa mengakui perbuatan yang sebenarnya bukan perbuatannya. Jeritan para tawanan sering terdengar. Namun Hillal menghibur diri dengan bernyanyi. Saat itulah Roohdar mengenal Hillal. Mereka menjadi sahabat dalam penjara dengan menyampaikan ide-ide jika suatu saat keluar dari pengasingan. Hillal hanya berpesan jika dirinya Tak Dapat bebas yaitu sampaikan pada Haider, selamatkan ibunya dari mata jahat Khurram.

Suatu malam, Roohdar dan Hillal mendapat jalan untuk bebas. Mereka tercebur di dalam sungai Jhellum. Dengan keadaan terikat dan payah keduanya berusaha berenang ke darat, namun Hillal sudah Tak bernyawa. Mereka memakamkan Hillal di pemakaman umum yang Tak jelas asal usul keluarganya. Roohdar menunjukkan pada Haider nomor makam ayahnya.

Untuk membuktikan hal itu Haider menuju makam. Disana memang banyak makam tanpa nama, hanya nomor nisan yang menandainya. Juru kunci pun menunjukkan jalan dan foto Jenazah Hillal sebelum dimakamkan. Haider berlutut sedih di depan makam ayahnya.

Ghazala beberapa hari Tak memandang putranya, ia merindukan Haider. Khurram hanya menghibur dan menjelaskan bahwa ia sangat mencintai Ghazala. Namun, kedua orang itu belum terikat pernikahan, Sebab status Ghazala antara janda dan pengantin belum Dapat ditentukan sebab ia belum memandang jenazah suaminya.

Di sebuah jalan, kerumunan orang memenuhi lapangan. Mereka mendengarkan perkataan sebuah lelucon dari pemuda dengan kepala botak. Orang-orang sangat menyukainya dan tertawa dengan lelucon itu. Saat itu Khurram dan Ghazala memandang bahwa pemuda itu Adalah Haider. Betapa malu hati Ghazala memandang putranya menjadi tontonan orang-orang. Khurram berhasil menarik Haider dari kerumunan itu dan menemui Ghazala. Dengan tertawa lepas Haider menunjukkan foto jenazah Hillal.

Haider kembali ke rumah pamannya untuk sang ibu. Mereka sekeluarga berziarah dan mengirim doa dimakam Hillal dan mengadakan doa bersama di rumah. Selesai acara itu, Khurram mengumumkan bahwa besok ia akan menikahi Ghazala, dan ia pun setuju. Haider hanya memandang sinis, dalam hatinya terlintas ide konyol untuk membunuh Khurram.

Pernikahan Khurram – Ghazala digelar dengan meriah. Bahkan Haider Menyodorkan sebuah tarian untuk menghibur pengantin. Tetapi dibalik semua itu Haider mempersiapkan sebuah pembunuhan untuk Khurram. Rencana itu hanya Arsy yang tau, namun sayang Parvez Lone mengorek rencana itu dari putrinya. Nyanyian Haider menyindir dan bercerita tentang kekejaman pria yang tega memisahkan pasangan sejati. Demi mendapatkan cinta wanita itu, pria jahat tersebut rela membunuh kekasih pria. Khurram tertohok dengan kisah nyanyian Haider dan diakhir pertunjukkan, Khurram lebih sigap menyerang Haider.

Sejak itu Haider mengetahui bahwa Arsy yang membocorkan rencananya dan menjadi buron. Dengan pistol di tangan Haider melarikan diri ke rumah lamanya. Disana ia berjumpa dengan ibunya, mereka berdebat dan saling menyesal. Saat itu datanglah Parvez Lone dengan sebuah tembakan, namun pistol Haider lebih dulu mengenai kepala Parvez Sampai Meninggal Dunia.

Kematian Parvez membawa luka dalam bagi Arsy, ia tak Dapat berpikir dengan akal sehat, di satu sisi Haider Adalah cintanya dan disisi lain ada ayahnya yang dipercaya namun ia berkhianat. Arsy menjadi wanita linglung dan lemah. Ia mengakhiri hidupnya dengan sebuah tembakan di kepala.

Haider bersembunyi di rumah pemakaman. Ia memandang beberapa orang mengadakan upacara pemakaman seorang wanita. Setelah diamati mereka memakamkan jenazah Arsy. Haider begitu kehilangan dan sedih. Ia menghampiri makam Arsy dan terlibat baku hantam dengan kakak Arsy. Atas ketidaksengajaan Haider mendorong kakak Arsy Sampai jatuh terbentur batu. Seketika kakak Arsy Meninggal Dunia. Haider mengeluarkan jenazah Arsy dan memeluknya dengan erat di dalam rumah persembunyian.

Tak lama kemudian Khurram dan anak buahnya datang akan menangkap Haider. Untunglah 2 orang juru kunci yang sudah tua turut menembaki Khurram dan lainnya. Mereka saling menembak. Satu persatu anak buah Khurram tumbang dan 2 orang juru kunci itupun Meninggal Dunia.

Ghazala datang diantara perselisihan itu. Ia berjanji akan membawa anaknya turun. Ghazala masuk seorang diri dan berusaha menyadarkan Haider. Namun, anak tercintanya itu tetap pada pendirian, akan membalas perbuatan Khurram. Ghazala turun tanpa Haider. Ia berdiri ditengah salju dengan 8 bom ditubuhnya. Pikirannya kacau dan pandangan matanya sayu. Ghazala menyesali kehidupan yang terjadi padanya. Ia sengaja mengorbankan diri untuk mengakhiri perselisihan ini tanpa dendam. Ghazala siap melepas kawat bom.

Haider dan Khurram berteriak dan lari sekencang mungkin ke arah Ghazala, Akan Tetapi sayang 8 bom itu telah meledak menghancurkan tubuh Ghazala. Posisi Haider tak seberapa jauh dari ibunya, ledakan itu hanya Menciptakan kulit dan tubuhnya penuh darah. Sedangkan Khurram, ia terlalu mencintai Ghazala, ledakan itu membekas selamanya, sebagian tubuh bagian bawah Khurram telah hancur namun nyawanya masih melekat.
Haider terpukul memandang kematian ibunya, ia akan menghabisi Khurram selamanya namun apa yang terjadi pada diri Khurram saat ini cukup untuk menghukum dirinya di sisa hidupnya. Berulang kali Khurram memohon untuk dibunuh namun Haider meninggalkannya.


Harta, tahta dan wanita mengawali dan mengakhiri kisah sedih keluarga Haider. Apa yang telah diperbuat manusia suatu hari nanti balasan akan mengakhirinya. (Sumber – sinopsisbollywood.blogspot.co.id)

Sutradara : Vishal Bhardwaj
Produser : Vishal Bhardwaj, Sidhart Roy Kapur
Penulis cerita : Basharat Peer, Vishal Bardwaj
Based on : Hamlet from novel William Shakeshpeare
Pemain : Shahid Kapoor, Sharadda Kapoor, Tabu, Kay Kay Menon
Distributor : UTV Motion Picture 
Rilis : 2 Oktober 2016

Leave a Reply