Sinopsis Mohabbatein Episode 46

Sinopsis Mohabbatein Episode 46 – Ishita mendatangi Madhavi di dapur, dia meminta ibunya berhenti memasak. Madhavi bertanya apakah Ishita sudah Menyodorkan Vibhuti pada Ruhi dan Shravan. Ishita menjawab jika dia tadi terlambat jadi Tak mengirimkannya. Madhavi lalu memuji2 Raman. Ishita Tak seberapa peduli dan meminta ibunya pergi ke kamar Sebab dirinya akan menyelesaikan semua. Ishita memasak sambil berpikir mengapa Raman membohonginya tentang hubungannya dan Shagun.

Shagun dan Raman menemui Pathak, Raman berkata bahwa mereka Tak Dapat berbicara di ruangan Pathak. Pathak berkata akan membicarakannya di sebuah hotel. Lalu Raman meminta Shagun menunggu diluar ruangan Sebab Pathak ingin berbicara berdua dengan Raman. Setelah Shagun pergi, Pathak bertanya pada Raman apa Raman merasa yakin untuk membantu Shagun. Raman mengiyakan Sebab dia melakukan semuanya demi Aditya. Raman meminta Pathak mengatur semuanya sebelum Ishita, Mihir dan Madhavi tau tentang hal ini. Pathak pun berjanji Tak akan memberitahukan rahasianya pada siapapun.

Bencana memandang kemarahan pada diri Ishita dan dia menanyakannya. Ishita memandang ibunya dan memintanya pergi beristirahat. Madhavi lantas pergi. Ishita lalu menceritakan semuanya tentang Raman dan Shagun. Bencana menduga Raman membohongi Ishita Sebab Aditya. Ishita berkata bahwa dirinya Tak pernah menghentikan Raman untuk menemui Aditya dan Shagun Akan Tetapi Ishita merasa jelek Sebab Raman membohonginya. Ishita kemudian pergi dan Bencana berpikir bahwa dia harus berbicara dengan Raman.

Raman, Pathak dan Shagun mendatangi hotel untuk menemui pengacara. Raman berkata pada resepsionis bahwa tamunya akan datang dan meminta resepsionis mengirinkannya ke ruangannya Raman Bhalla. Romi dan temannya juga mendatangi hotel tersebut. Romi berkata pada temannya bahwa dia sudah memesan kamar hotel. Romi lalu berkatabahwa namanya Romi Bhalla. Resepsionis  menyebut nama Bhalla dan kemudian Menyodorkan nomer kamar Raman. Pathak sendiri keluar untuk memandang dimana pengacaranya.

Romi mencari kamarnya, dia menemukannya dan berjalan masuk Akan Tetapi Romi terkejut memandang Raman dan Shagun bersama. Dia lalu keluar dan menutup pintu sambil berpikir, teman2 Romi datang dan Romi mengajaknya pergi Sebab dia telah Keliru kamar.

Pathak menemui Raman dan berkata bahwa pengacara akan datang dalam 10 menit. Raman pun menyuruh Pathak untuk duduk. Beberapa saat kemudian pengacara datang dan Raman pun menjelaskan dengan rinci tentang kasusnya.

Mihir menelpon Raman Akan Tetapi Raman merejectnya, seorang sekretaris memberitahu Mihir bahwa raman emmbatalkan semua rapatnya Sebab ada oekerjaan penting. Raman pun berpikir pekerjaan apakah yang tengah dilakukan Raman.

Raman menjelaskan bahwa diantidak ingin melukai perasaan Aditya dengan mengirim Shagun ke penjara. Pengacara bertanya mengapa Raman ingin menyembunyikan kasus tabrak lari mertuanya. Raman menjawab Tak ada yang lebih penting daripada putranya. Pengacara pun berkata akan mengatur semuanya dan Raman memintanya untuk Tak mengkhawatirkan mengenai uang.

Romi pulang dan memandang Ishita. Dia memikirkan apa yang dilakukan Raman di dalam kamar hotel bersama Shagun. Ishita menanyakan tentang kesehatan Romi. Romi merasa jelek untuk ishita. Dia pergi ke kamarnya dan berpikir. Dia ingin memberitahukan Ishita Akan Tetapi Raman pasti akan memukulnya. Romi merasa terjebak untuk mengatakan kebenaran atau berbohong.

Kamar hotel ada yang terbakar dan manager hotel meminta staff nya untuk Menciptakan semua tamu keluar. Raman tengah memikirkan membagi waktu antara Shagun dan Ishita. Pathak menelponnya dan Raman berkata akan pergi sekarang. Raman meminta Shagun untuk bergegas..

Tn. Bhalla menyalakan TV dan memberitahu jika Hotel Peninsula terbakar. Sementara Raman dan Shagun mendengar alarm kebakaran. Shagun pun panik, Barah sudah menjalar ke kamar mereka. Manager meminta mereka segera keluar. Shagun Berawal Dari terbatuk oleh asap dan Raman mengurusnya.

Romi mendengar berita kebakaran tersebut dan berkata jika Raman ada disana. Semua orang terkejut dan merasa khawatir. Romi berkata bahwa dia memandang mobil Raman di hotel sana. IShita langsung berlari kekuar dan pergi dengan mobilnya. Simmi berkata bahwa Ishita pergi dan Romi kemudian menyusulnya. Simmi pun menenangkan Toshi. Ishita menyetir dengan kencang u tuk sampai dihotel, Romi mengukitinya dengan motornya. Sesampainya di hitel, manager menghentikan Ishita. Ishita berkata bahwa dia harus memandang suaminya. Ishita lalu terkejut memandang  Raman menggendong Shagun keluar dari hotel. Raman juga memandang Ishita. Romi kemudian datang lalu memandang Raman dan Shagun. Raman mendudukkan Shagun di mobilnya dan memandang Ishita.

Raman dan Ishita saling memandang satu sama lain. Romi lalu mengajak Ishita pergi. Ishita pun pergi bersama Romi, sementara Ashok terlihat marah Sebab Shagun Tak juga menerima panggilan teleponnya dan juga Tak mengirim SMS. Parmeet menenangkan Ashok dengan berkata mungkin ada masalah dengan ponsel Shagun. Ashok emnduga bahwa Shagun sedang bersama Raman. Parmeet berpikir bahwa Shagun sedang bermain2 dengan Ishita dan menghancurkan kehidupannya bersama Ashok.

Sepanjang jalan Ishita menangis, Romi menghiburnya dan memintanya untuk Tak menangis. Beberapa saat kemudian mereka sampai dirumah. Sementara Parmeet mencoba menelpon Shagun. Parmeet berkata mungkin Shagun sedang dalam masalah, Ashok mengatakan jika sedang dalam masalah maka Shagun akan menelponnya.

Romi memandang Ishita dengan sedih. Semua orang bertanya pada Ishita dimana Raman. Ishita masih menangis dan dia ergi ke kamarnya. Romi lalu menceritakan semuanya. Romi juga bercerita bahwa dirinya memandang Raman dan Shagun di kamar hotel waktu pagi hari. Semua orang pun terkejut.

Aditya memandang Shagun dan bertanya apa yang dilakukan Raman pada ibunya. Raman menenangkan Aditya dan berkata jika dia telah memanggil dokter. Shagun berkata bahwa dia sedang rapat dan hotelnya terbakar lalu Raman menyelamatkannya. Raman lalu mendapat telepon dan Shagun menyuruhnya untuk pulang. Raman pun pergi meninggalkan rumah Ashok. Ashok dan Parmeet memandang Raman keluar meninggalkan rumah. Ashok pun bertanya2 apa yang dilakukan Raman dirumahnya. Parmeet lalu mengajak Ashok untuk menanyakannya pada Shagun. Ashok masuk rumah dan memanggil Shagun. Pelayannya muncul dan menceritakan semuanya, dia berkata bahwa Raman membawanya pulang dan Shagun sedang tidur sekarang.

Semua keluarga Bhalla sedang berpikir apa yang dilakukan Raman dan Shagun. Raman lalu pulang. Tn. Bhalla bertanya apa yang dilakukannya bersama Shagun. Ishita muncul dan memandang Raman. Raman berkata bahwa dirinya Tak perlu menjawab semuanya, dia lalu pergi ke kamar. Ishita pun menangis.

Ashok berbicara dengan Shagun dan dia merasa cemburu, mereka akhirnya berdebat dan bertengkar Sebab Shagun kini memuji2 Raman. Sementara Raman terbatuk2 dan Ishita memberinya obat2an. Ishita lalu meminta enjelasan atas semua yang dilakukannya bersama Shagun. Raman berkata bahwa apa yang dilihat Ishita Tak selalu benar. Raman pun berkata bahwa dia telahn berbohong tai dia Tak dapat mengatakannya sampai masalah ini selesai. Raman pun meminta maaf pada Ishita. Ishita memandangnya dan menangis. Raman pun berkata jika dia melakukannya demi Aditya. Raman juga menangis. IShita menjawab bahwa Raman melakukannya demi Aditya Akan Tetapi Raman Tak dapat memenangkan kepercayan Ishita. Ishita kemudian beranjak pergi.

Ishita dan ibunya bertanya mengapa Bencana dan Vandu memanggilmsemua orang. Bencana mengatakan bahwa Ruhi dan Shravan bertengkar. Ishita pun melerai mereka. Ruhi berkata bila Shravan melarangnya bermain dengan adiknya. Semua orang pun tersenyum memahami kehamilan Vandu. Madhavi dan Ishita memeluknya. Raman dan yang lain mengucapkan selamat pada Bencana. Ishita membawakan manisan untuk Vandu. Ruhi berkata jika Shravan melarangnya bermain dengan adiknya maka dia akan membawa adiknya sendiri.  Semua orang pun memandang Ishita. Madhavi lalu berkata bahwa adik Shravan juga akan menjadi adik Ruhi. Raman lalu menerima panggilan telepon dari Pathak dan Raman berkata bahwa dia akan datang. Raman lalu mengucapkan selamat sekali lagi pada Bencana dan berkata bahwa dia harus pergi. Mihir bertanya apa yang terjadi tetapi Raman Tak mau menceritakannya. Ishita pun memandangnya.

Ishita dan Mihika lalu menggoda Vandu. Kemudian Ishita berkata bahwa dia harus ke klinik. Ishita pun pergi mendatangi klinik. Sarika berkata bahwa Ashok Khana sedang menunggunya. Ishita menemui Ashok dan bertanya mengapa dia mendatanginya. Ashok menjawab untuk membicarakan tentang Raman dan Shagun.

Pathak mengatakan jika diTP ditemukan kamera CCTV, mereka akan memeriksa rekaman ulang. Shagun berkata bahwa ini semua Tak Dapat terjadi. Shagun meminta Raman berpikir. Pathak berkata jika rekamannya ada di kantor polisi.

Ashok meminta Ishita untuk memperingatkan Raman bahwa kini Shagun bukan lagi istrinya dan Raman Tak Dapat kembali lagi. Ishita berkata bahwa dia mempercayai Raman dan Tak perlu mendengar apa2 lagi dari Ashok. Ishita berkata bahwa dia memahami Sebab Raman dan Shagun memiliki seorang putra Sampai mereka akan terus berhubungan. Ishita meminta Ashok pergi meninggalkan ruangannya. Ashok berkatan bahwa percaya itu hal yang bagus Akan Tetapi keercayaan yang buta ktu sangat jelek. Ashok kemudian beranjak pergi.

Pathak berkata jika mereka mendapat rekamannya maka akan timbul masalah. Raman menyuruh Pathak menyuap Inspektur dan mengambil rekamannya. Raman berkata pada Shagun apa yang telah dilakukannya Sampai dirinya harus berbohong pada semua orang dan melakukan pekerjaan yang melanggar hukum. Shagun hanya Dapat mengucap maaf. Pathak lalu menemui Inspektur Balram dan menyuruhnya mengambil rekaman 10 juni dimana saat kecelakaan terjadi, Pathak memberinya uang.

Ishita pulang ke rumah dan memikirkan tentang Raman-Shagun. Dia berkata bahwa dia hanya Dapat menunggu Sampai Raman mengatakan semuanya di saat yang tepat dan sekarang dirinyanhanya Dapat memberi kepercayaan padanya.

Ruhi mendatangi  Ishita dan bertanya bagaimana seorang bayi ada di RS. Ishita menjawab bahwa Tuhan mengirmkannya ke RS dan para orang tua membawa bayinya pulang. Ruhi lalu meminta agar Ishita dan ayahnya pergi ke RS untuk mengabil bayi. Ishita pun menangis. Ishita kemudian berkata bahwa dia sudah memiliki Aditya. Akan Tetapi Ruhi berkata bahwa Aditya Tak pernah bermain bersamanya. Ishita pun mengajak Ruhi pergi Santap malam.

Raman dan Shagun merasa tenang Sebab Pathak sudah menghapus semua rekaman. Shagun merasa lega dan Raman berkata agar Shagun memberitahu Aditya untuk Tak lagi merasa takut.

Shagun terkejut memandang Aditya pulang dalam keadaan Tak sehat. Shagun berkata akan memanggil dokter. Aditya pun berkata pada ibunya bahwa dia hanya merasa takut. Shagun berkata bahwa Raman Tak akan mengingkari janjinya. Shagun lalu mengusulkan untuk melakukan piknik bersama Ruhi dan Raman. Aditya bertanya mengapa harus bersama mereka. Shagun menjawab jika dia sedang merindukan Ruhi. Akan Tetapi Shagun Tak tahu Raman setuju atau Tak. Aditya bersedia menelpon Raman. Shagun pun berpikir bahwa ini saatnya untuk Ishita tau bahwa dia Tak Dapat menggantikan tempatnya.

Aditya menelpon Raman dan memintanya untuk membawanya keluar dari Delhi selama satu hari. Aditya mengatkan bahwa dia merindukan Ruhi. Raman mengiyakan dan bertanya kapan Aditya ingin pergi. Aditya berkata hanya dirinya, Ruhi dan Shagun. Raman pun merasa terjebak dan dia menyetujuinya . Raman pun berpikir Tak mungkin mengajak Ruhi tanpa Ishita.

Malam harinya Raman sedang berpikir bahwa dia sudah merindukan bertahun2 untuk menghabiskan waktu bersama Aditya Akan Tetapi dia bingung Tips memberitahu Ishita. Ishita datang ke kamar dan menjahit pakaiannya. Raman berpikir dia harus memberitahu Ishita dan Ishita pasti mau mengerti. Raman pun mengatakan rencanya ingin pergi piknik. Ishita brsemangat dan berkata bahwa itu ide yang bagus, mereka Dapat menyewa bus dan membawa semua orang. Raman kemudian berkata ‘ Adi, Ruhi dan Shagun, akun akan pergi bersama mereka’. Seketika Ishita terluka oleh jarumnya.

Raman mengkhawatirkan Ishita Akan Tetapi Ishita berkata jika dia baik2 saja. Raman mengatakan jika Aditya yang memintanya setelah 6 tahun lamanya dan dia Tak Dapat menolak. Ishita pun menangis. Raman berkata bahwa dia meminta Ishita meyakinkan Ruhi untuk pergi piknik bersamanya. Ishita pun beranjak pergi. Raman merasa bingung, satu sisi Aditya dan di sisi lain Ruhi serta Ishita. Ishita sendiri mencuci muka dannberkata bahwa Tak seharusnya dirinya menangisi Raman.

Ishita kembali ke kamar, dia bertanya mengapa Aditya ingin membawa Ruhi Sebab selama ini Aditya Tak pernah menyayanginya. Raman berkata bahwa Aditya merindukannya. Ishita pun berkata agar Raman membawa Ruhi dan Tak perlu bertanya padanya. Ishita pergi sambil menangis ke rumah ibunya. Toshi memandang Ishita dan terkejut. Ishita memandang rumah ibunya terkunci, sementara Toshi memandangi Ishita.

Toshi lalu mendatangi Ishita yang sedang menangis. Toshi menasihatinya panjang lebar dan memintanya untuk berbagi Nestapa dengannya Sebab dirinya Adalah ibunya juga. Mereka berdua saling menangis dan berpelukan. Toshi menangkannya dan bertanya apakah Raman mengatakan sesuatu. Ishita lalu menceritakan semuanya pada Toshi dan Ishita berkata baha mereka harus meyakinkan Ruhi untuk mau ikut pergi piknik Akan Tetapi Toshi meminta Ishita untuk Tak menyetujuinya. Toshi berkata bahwa Shagun sangat Cerdas dan dia telah memperalat Aditya, Raman telah dibutkan oleh kasih sayangnya pda Aditya. Akan Tetapi Ishita bersikeras ingin Ruhi pergi bersama ibunya. Toshi berkata bahwa ishita sangat pengertian, dia memeluk Ishita dan berkata bahwa Ishita Adalah menantu terbaik di dunia. Ishita mengucapkan terima kasih pada Toshi, begitu juga sebaliknya.

Pagi harinya, Ashok menyuruh Shagun menyiapkan menu Santap Dahina yang istimewa untuk hari sabtu Sebab Ashok sudah menelpon Sharma dan istrinya untuk mengundang Santap Dahina. Shagun berkata dia Tak Dapat melakukannya Sebab akan tamasya keluarga bersama Raman dan anak2nya. Ashok pun terkejut. Dia lalu berkata akan pergi belanja. Ashok bertanya kemana mereka akan tamsya. Shagun Tak mau memberitahunya dan bergegas pergi. Ashok merasa emosi dan berkata akan memberi ‘pelajaran’ pada Shagun.

Ishita berusaha meyakinkan Ruhi, Ruhi Tak mau pergi tanpa Ishita Akan Tetapi setelah Ishita berbicara panjang lebar akhirnya Ruhi pun bersedia ikut piknik. Toshi pun tersenyum memandang ikatan yang kuat antara ishita dan Ruhi. Mihika mengirim hadiah untuk Mihir dan mereka pun mengobrol sementara Toshi dan Ishita mempacking tas. Tn. Bhalla berkata bahwa apa yang dilakukan Raman Adalah Keliru. Ishita lalu Menyodorkan tas pada Raman, Raman Tak mampu memandang mata Ishita. Raman lalu membawa Ruhi pergi. Ishita memandang mereka dari balkon. Shagun pun memandang Ishita. Raman pergi bersama Shagun dan anak2. Ishita terlihat marah dan menyeka airmatanya. Toshi menanyakan keadaannya dan ishita berkatanbahwa dirinyanbaik2 saja lalu berkata akan pergi ke klinik. Tn. Bhalla meminta Toshi membiatkan Ishita pergi Sebab dia yakin Ishita kuat menghadapi ini semua. (Sumber sinopsis dari Intifilm.com)

Leave a Reply