Sinopsis Mohabbatein Episode 51

Sinopsis Mohabbatein Episode 51 – Ruhi memanggil Shravan, Shravan keluar dari rumah dan menunjukkan hasil USG Vandu pada Ruhi. Shravan berkata bahwa ibunya akan memberikannya adik dan adiknyan masih berada di dalam perut Vandu, Ruhi berkata bahwa Tuhan mengirimkan bayi pada kita dari RS. Ruhi lalu masuk ke kamar Ishita dan menanyakan tentang darimana  bayi berasal. Raman muncul dan Ishita meminta Ruhi menanyakannya pada Raman. Raman kebingungan menjawab pertanyaan Ruhi. Setelah agak kebingungan akhrnya Raman menjawab bahwa Tuhan mengirimkan bayi pada perut ibunya dan dokter membawa bayi itu keluar dari perut ibu kemudian perawat Menyodorkan bayi pada ibunya. Ishita bertepuk tangan mendengar jawaban Raman. Ruhi lalu berkata bahwa ayahnya sangat cerdas. Ruhi juga kemudian berkata pada Ishita “jika Ibu Ishi menginginkan bayi, silahkan beritahu ayah dan ayah akan membawakannya”. Usai berbicara, Ruhi pun keluar kamar. Ishita dan Raman hanya saling pandang dan sibuk dengan pikiran masing2.

Mihika berbicara ditelpon dengan Mihir. Mihir memberitahu Mihika bahwa Raman akan membawa Ishita untuk berakhir pekan dengan romantis. Madhavi lalu mendatanginya dan Menyodorkan kopi sambil membicarakan tentang kedatangan Bencana dan Vandu besok untuk Santap Dahina. Mihikam pun berbohong dan mengatakan jika besok dirinya harus kekantor. Setelah madhavi keluar, Mihika kembali berbicara dengan Mihir. Dia mengatakan bahwa dia telah membohongi bibinya sendiri demi Mihir, Sebab Mihir telah memberinya kejutan.

Raman sedang membaca buku di kamarnya, sementara Ruhi tertidur disampingnya. Ishita datang membawakan minuman, lalu Ishita mengambil bantal dan hendak membawanya ke sofa Akan Tetapi Raman mencegahnya dan meminta Ishita tidur disamping Ruhi. Raman pun tidur di sofa. Ishita merasa bahagia Sebab Raman bersikap manis padanya.

Pagi harinya, Raman terbangun dan memandang sebuah tas sudah terpacking. Raman pun keluar kamar dan pergi mandi, sementara Ishita sedang menyiapkan bekal2 makanan yang akan dibawa untuk pergi. Raman keluar kamar setelah selesai mandi dan memandang Ishita yang sedang berkemas. Raman pun bertanya mengapa Ishita menyiapkan bekal begitu banyak. Ishita berkata bahwa mereka akan kelaparan dijalan. Ishita lalu berkata akan Menyodorkan surprise pada keluarganya.

Toshi dan suaminya datang, begitu juga dengan orang tua Ishita, Vandu, Bencana dan Mihika. Ishita memberitahukan pada mereka bahwa Raman mengajak berpiknik, semua pun bertepuk tangan sementara Raman pun terduduk lemas Sebab yang di inginkannya hanya berdua dengan Ishita Akan Tetapi Ishita mengajak banyak orang. Mihika yang mengerti rencana Raman pun kebingungan Sebab usaha Mihir gagal sudah.

Mihir menelpon pihak resor dan mengatur semua persiapan. Setelah selesai menelpon, Mihika menelponnya dan mengatakan semuanya jika Ishita mengundang kedua keluarga untuk ikut piknik. Mihir pun terkejut. Usai menutup telepon, Mihir pun sibuk berpikir.

Mihika mengajak Ishita berbicara berdua. Mihika mengatakan rencana sebenarnya pada Ishita bahwa Raman merencanakan piknik spesial untuknya Akan Tetapi Ishita tetap percaya bahwa Raman mengajak semuanya berpiknik. Sementara Raman berbicara dengan Mihir di kamarnya.

Mihika sedang meyakinkan Ishita untuk pergi bersama Raman Akan Tetapi Ishita menolak, sedangkan Raman masih mengomeli Mihir.

Raman dan Ishita pergi dalam satu mobil, Ishita mengingat ucapan Mihika. Ishita lalu bertanya berapa jam mereka akan sampai, Raman menjawab antara 2 sampai 3 jam. Ishita lalu mengantuk dan tidur. Sedangkan Mihir dan Mihika berada di minibus bersama dengan keluarga Iyer dan Bhalla.  Mereka membahas tentang Raman dan Ishita

Ishita terbangun dari tidur dan bertanya pada Raman mengapa mereka belum sampai juga. Ishita meminta Raman untuk bertanya pada seseorang mengenai arahnya Sebab Ishita menduga jika mereka telah tersesat. Raman pun Berawal Dari mengomel lagi pada Ishita.

Minibus yang membawa keluarga iyer dan Bhalla telah tiba di hotel. Mihir meminta manager hotel untuk Menyodorkan kunci kamar pada tiap2 anggota keluarganya.

Ruhi dan Shravan berbicara berdua. Semua keluarga terlihat bahagia. Masing2 keuarga mengambil kunci masing2 kamar. Resepsionis pun memanggil nama mereka satu persatu dan Menyodorkan kunci. Saat resepsionis menyebut nama Raman, ayahnya meminta kuncinya Sebab Raman akan datang terlambat. Simmi juga menerima kuncinya dan dia merindukan Parmeet.

Mihir bertanya pada manager tentang dekorasi kamar untuk Raman. Semua telah dipersiapkan dari kembang, cokat, lilin dan wine. Mihika berdecak kagun, Mihir bekata bahwa itu bukan untuk dirinya dan mihika, Akan Tetapi untuk Raman-Ishita. Mihika mengatakan dirinya sudah tahu. Mihika lalu berkata bahwa dia akan bersama Simmi dan Ananya akan menangis sepanjang malam. Mihir berkata agar Mihika datang ke kamarnya saja. Mihika tersenyum dan kemudian beranjak pergi.

Raman dan Ishita tersesat Sampai malam hari, mereka berdebat di dalam mobil. Ishita Dapat membuktikan bahwa mereka berada di jalan yang Keliru, sedangkan Raman bersikeras membela GPSnya.

Ruhi dan Shravan mendatangi Simmi di kamarnya, Ruhi meminta Simmi pergi bersama mereka Akan Tetapi Simmi menolak. Shravan mempunyai rencana, dia mendekati Simmi dan memuji Simmi. Simmi pun tersenyum dan membolehkan anak2 pergi bermain. Shravan dan Ruhi pun merasa bahagia. Mereka lalu berlari keluar.

Ruhi bertanya darimana Shravan belajar semua itu. Shravan berkata bahwa dia belajar dari ayahnya. Shravan mengatakan jika ayahnya berbohong saat memuji ibunya. Bencana dan Vandu mendengar semua ini. Vandu pun merasa kesal mengetahui Bencana memujinya dengan kepalsuan. Vandu pun bergegas pergi dan Bencana mengejarnya. Romi lalu datang dan membawa anak2 itu pergi bermain.

Raman dan Ishita masih berputar2 dengan mobil mereka, mereka kembali bertengkar. Raman berkata bahwa dirinya merasakan sakit pada punggungnya dan membutuhkan istirahat.

Mihir dan Mihika mengkhawatirkan Raman dan Ishita. Mereka membahasnya berdua. Mihir menduga mereka berdua tersesat. Sementara Raman masih berdebat dengan Ishita dan tiba2 sebuah truk sudah melaju berhadapan dengan mereka. Ishita pun berteriak memanggil Raman.

Seorang pelayan menjatuhkan gelas tepat didepan Mihika dan Mihir. Mihika pun menjadi tegang.

Raman membanting setir dan mereka terhindar dari kecelakaan maut Akan Tetapi kepala mereka sama2 terbentur. Raman tersadar dan mengecek kondisi Ishita. Ishita lalu tersadar dan bersikap Tak mengenali Raman. Raman berusaha mengingatkan Ishita jika dirinya Adalah suami Ishita. Raman pun kalang kabut memandang kondisi Ishita. Raman berusaha menjeaskan bahwa dirinya dan Ishita Adalah keluarga bahagia. Ishita menjawab bahwa mereka bukan keluarga bahagia. Raman bertanya bagaimana Ishita tahu kalau pernikahan mereka Tak bahagia. Ishita pun kemudian tertawa. Ternyata Ishita sedang Menciptakan lelucon pada Raman. Raman pun mengomel. Lalu mereka masuk ke dalam mobil dan ternyata mobil mereka mogok.

Raman dan Ishita pun berjalan dan mencari hotel terdekat. Ada sebuah motor melintas dan Ishita menghentikannya Akan Tetapi Raman menyuruhnya pergi dan mereka kembali berjalan. Lalu mereka menanyakan jarak hotel pada seseorang yang melintas bersama motornya. Orang itu berkata ada hotel kecil kurang lebih 1 km lagi. Raman mengucapkan terima kasih dan berjalan lagi menuju hotel.

Vishwa dan Tn. Bhalla sedang mengobrol berdua sambil ‘minum’. Tiba2 Madhavi datang dan Vishwa langsung menyembunyikan gelas minumannya. Madhavi lalu meminta pendapat Vishwa tentang barang yang dibelinya. Madhavi lau memandang gelas minuman dan memandang Tn. Bhalla meminum berlebih yang mana sebenarnya gelas satunya milik Vishwa. Madhavi menasihati Tn. Bhalla untuk kontrol terhadap minumannya. Madhavi memberi contoh suaminyanyang Tak pernah minum.

Toshi muncul dan Madhavi menceritakan tentang minuman suaminya. Mereka kembali berdebat. Romi datang dan melerainya. Mihir datang dan Romi mengajaknya minum bersama. Mereka pun beradu minum. Mihika muncul dan memandang Mihir yang sudah mabuk. Mihika pun marah dan pergi dengan penuh kekesalan.

Raman dan Ishita menemukan hotel holiday, Raman dan Ishita terpaksa masuk ke hotel tersebut. Raman lalu berbicara dengan resepsionis hotel yang mengira  Raman-Ishita hanya ingin berkencan be erapa jam. Raman pun marah dan berkata bahwa mereka pasangan suami istri dan menginap Sebab mobil sedang mogok. Raman meminta kunci kamar dan menyuruh resepsionis mencarikan mekanik serta mengirim makanan ke kamar. Lalu Raman dan Ishita pergi ke kamar. memandang kondisi kamar hotel, Raman hendak pergi Akan Tetapi Ishita melarangnya dan berkata bahwa di hotel ini masih lebih baik daripada berada di jalanan.

Raman mencoba hendak menelpon Mihir Akan Tetapi telponnya pun Tak berfungsi. Room boy datang membawakan makanan dan membawa mekanik. Mekanik berkata akan memeriksa mobilnya dan meminta kunci. Akan Tetapi Raman Tak mempercayainya dan berkata bahwa nanti dirinya akan memandang ke bengkel langsung.

Ishita hendak mencuci tangan dan Raman yang menuangkan air, lalu Menyodorkan saputangan pada Ishita. Ishita lalu mengajak Raman untuk Santap. Raman lalu meminta maaf pada Ishita Sebab harus membawanya ke hotel bukan bintang lima. Ishita berkata bahwa ini Adalah pengalaman yag Tak akan pernah didapatkan lagi. Mereka lalu Santap bersama sambil mengobrol. Raman berkata selesai Santap akan pergi ke bengkel untuk memperbaiki mobilnya. Raman juga berpesan agar Ishita Tak meminum air di hotel Sebab raman akan membawakan air mineral nanti.

Mihir mengejar Mihika dan Mihir terjatuh. Mihika masih memarahinya dan berkata akan pergi minum es krim bersama Ruhi dan Shravan.

Raman kembali dari bengkel dan membeli air, ketika masuk kedalam kamar terasa gelap gulita Sebab Ishita mematikan lampu kamar dan Raman lalu menghidupkannya. Raman memandang Ishita berselimut dan Raman menariknya. Ishita membuka wajahnya dan Raman tertawa memandang wajah Ishita yang penuh bintik2. Ishita mengatakan jika dirinya alergi jamur. Raman berkata agar Ishita mencari anti alergi saat pagi hari nanti. Ishita pun mengomel bahwa Tak ada kepedulian dan perhatian. Raman berkata bahwa dirinya peduli dan perhatian Akan Tetapi pada dirinya sendiri.

Toshi dan Vishwa berjalan keluar dalam keadaan mabuk. Mereka masuk ke kamar yang ternyata sudah disediakan untuk Raman dan Ishita. Toshi pun mengomel Sebab suaminya minum terlalu banyak dan Tak Dapat mengontrol dirinya sendiri. Merekapun keluar dari  kamar Raman.

Raman kembali membawakan krim anti alergi untuk Ishita. Raman pun mengobati Ishita dengan setengah memaksa. Ishita pun menangis bahagia memandang Raman merawatnya. Raman Menciptakan krim itu sedemikian rupa di wajah Ishita Sampai Raman tertawa. Raman lalu Menyodorkan ponselnya pada Ishita dan Ishita Dapat memandang disana bagaimana kondisi wajahnya. Ishita pun akhirnya ikut tertawa memandang wajahnya sendiri. Mereka kemudian pergi tidur. Raman tidur di kursi dan ishita diatas ranjang.

Tn. Bhalla melanjutkan acara minum di kamar. Dia memberi Toshi minuman Akan Tetapi Toshi menolak dan berkata Tak ingin berbicara dengan suaminya. Toshi lalu pergi tidur.

Mihika berbicara dengan Mihir di telepon. Mihika masih merasa kesal dan mematikan teleponnya. Mihir berkata bahwa sangat susah memberi penjelasan pada seorang gadis. Mihir pun berbaring di ranjangnya.

Raman terbangun dan membetulkan letak selimut Ishita lalu kembali ke kursinya dan tidur.

Pagi harinya, Ishita memandang wajahnya sudah kembali mulus dan Ishita memuji Raman. Tak lama kemudian Raman masuk ke dalam kamar sambil membawa teh dan terkejut memandang wajah mulus Ishita. Raman pun berkata semua itu berkat keajaiban tangannya. Raman lalunberkata akan menunggu di luar. Raman meminta Ishita berkemas secepatnya.

Keluarga Iyer dan keluarga Bhalla sedang menikmati Santap pagi dalam keadaan tegang. Vishwa berusaha merayu Madhavi dengan Menyodorkan kopi, Bencana juga merayu Vandu, Mihir Menyodorkan Idli pada Mihika Akan Tetapi Mihika memberikannya pada Shravan dan Ruhi. Madhavi memarahi Mihir dan Toshi membea Mihir. Madhavi dan Toshi pun bertengkar. Ruhi dan Shravan memandang semua kejadian ini lalu Ishita dan Raman datang dan melerai mereka.

Raman meminta maaf pada penghuni hotel yang lain. Simmi teringat Parmeet dan kemesraan mereka. Raman masih melerai mereka. Ishita mendekati Simmi dan bertanya Akan Tetapi Simmi mengabaikannya dan pergi. Mereka semua kembali duduk dan bertengkar. Kemudian satu persatu  beranjak pergi Sampai hanya tinggal Ishita dan Raman. Mereka berdua tertawa memandang semuanya. Parmeet mendapat sms dari Simmi dan membalas sms Simmi. Lalu parmet memandang DP Shagun yang memamerkan cincin berlian pemberian Ashok, kemudian Parmeet mendatangi Ashok, mereka mengobrol. Parmeet bertanya mengapa Ashok memberinya cincin setelah apa yang dilakukan Shagun padanya. Ashok berkata bahwa cincin itu untuk kekasihnya. Ashok mengatakan bahwa dirinyantidak Dapat melupakan apa telah dilakukan Shagun padanya dan cincin itu hanya untuk mengontrol Shagun. Ashok berkata baha Shagun telah membohonginya dan berkata bahwa cincin itu hanya untuk pertunjukan saja. Parmeet pun berpikir bahwa Ashok seorang lelaki yang cerdas.

Ishita duduk di samping Raman dan Berawal Dari mengomel. Raman membalasnya. Lalu Ishita memandang poster lomba masak untuk pasangan. Ishita pun mendapatkan ide. Ishita lalu menunjukkan poster itu pada Raman. Raman membaca pemenangnya akan pergi ke Eropa.

Semua orang semangat mengikuti lomba dan memikirkan hadiahnya. Ishita berjumpa Raman dan kembali berdebat. Tak lama kemudian semuanya bersiap untuk kontest masak.

Simmi memandang mereka dari kejauhan, Manager bertanya pada Simmi untukmengajak sang suami. Dengan kesal Simmi menjawab bahwa suaminya Tak bersamanya. Romi lalu berkata pada Simmi untuk mengembalikan moodnya. Akan Tetapi Simmi marah dan pergi. Ishita memanggil Romi dan bertanya. Romi menjawab bahwa semuabaik2 saja.

Kontes dimulai dan dibacakan peraturannya. Waktu yang diberikan selama 20 menit dan mereka harus memasak dengan satu tangan saja Sebab tangan yang lain akan sama2 di ikat. Jadi dibutuhkan kesesuaian untuk memasa bersama2. Raman pun meminta Ishita untuk Tak bertengkar lagi. Kemudian memasak di Berawal Dari. Ruhi meneriaki ayah dan ibunya agar Dapat menang.

Romi mendapat telepon dari Sarika dan Romi pun tersenyum. Sarika lau membicarakan skuternya yang kembali mogok. Romi pun berkata akan mengiriminya nomer bengkel. Usai menutup telepon, Romi kembali memandang kontes dan membayangkan Sarika sedang mengikuti kontes dan dirinya membantu Sarika. Romi tersadar dan kemudian memandang Sarika dimana2.

Pemenang diumumkan dan pemenangnya Raman dan Ishita. Kedua keluarga pun saling memeluk satu sama lain. Ishita lalu mencari2 Simmi. Ishita mendatangi kamar Simmi, Simmi marah melihatnya. Ishita bertanya apa yang terjadi. Simmi pun mengatakan panjang lebar bahwa semua masalah yang terjadi dalam hidupnya itu gara2 Ishita. Puas memaki ishita, Simmipun pergi dan Ishita menangis. Ishita memandang Simmi benar2 sendirian. Ishita berusaha akan berbicara dengan Raman.

Di dalam kamar mereka, Ishita tidur bertiga bersama Ruhi dan Raman. Ishita lalu berbicara pada Raman mengenai Simmi. Raman bertanya apa yang terjadi dengan Simmi. Ishita pun menceritakan akan kekhawatirannya pada Simmi. Ishita terus berbicara panjang lebar pada Raman dan meminta raman untuk berbicara dengan Simmi. Ishita Tak mendengar suara Raman dan saat menoleh ke arah Raman, Ishita memandang Raman sudah terlelap. Ishita pun berkata mungkin Raman kelelahan. Ishita lalu duduk merenung dan memikirkan hal apa yang Dapat dilakukannya untuk Simmi. Sumber Sinopsis dari http://www.intifilm.com

Leave a Reply