Sinopsis Mohabbatein Episode 52

Sinopsis Mohabbatein Episode 52 – Pagi harinya Raman berbicara dengan Ishita di kamar sambil membuka laptopnya. Raman berkata akan berbicara dengan Simmi. Ishita meminta agar Raman berbicara dengan tenang pada Simmi. Raman lalu memandang hidangan pasta di laptopnya dan terlihat sangat tertarik. Ishita pun berpikir akan mencoba membuatkannya  untuk Raman. Raman lalu berangkat ke kantor. Simmi menemui Parmeet di kantor Ashok. Parmeet mengajak Simmi ke ruangannya. Simmi menangis dan menceritakan semuanya. Mihika memandang mereka dari luar ruangan. Simmi lalu memeluk Parmeet. Mihika pun berpikir apa yang sedang dilakukan Simmi dan mengapa dia menangis.  Ashok hendak masuk ke ruangan Parmeet dan terhenti saat memandang mereka berpelukan. Ashok pun mengurungkan niatnya menemui Parmeet.

Romi sengaja menusuk ban motornya dan berharap Sarika datang Menyodorkan tumpangan hari ini. Teman2 Romi kemudian datang dan berniat Menyodorkan tumpangan. Romi menolak. Sarika lalu muncul dan memanggil Romi. Romi lantas mengusir teman2nya. Sarika menghampiri Romi dan mereka mengobrol. Sarika memandang motor Romi dengan ban kempes. Mereka berdua lalu menaiki bajaj bersama2, Sarika mengkhawatirkan Romi akan datang terlambat dikantornya Akan Tetapi Romi berkata bahwa Raman Adalah kakaknya dan pasti Tak akan keberatan saat dirinya datang terlambat.

Raman memarahi Subramanium Sebab lembar kerja neraca keuangan yang Tak sesuai. Raman juga memarahi staff yang lain. Romi datang dan memandang Raman sedang marah2. Raman mendekati Romi dan menanyakan tentang pekerjaannya.  Raman lalu melempar Arsip ke lantai. Sarika muncul hendak Menyodorkan kunci motor Romi Akan Tetapi Sarika memandang Raman sedang memarahi Romi habis2an. Ishita juga datang dan memandang kemarahan Raman. Raman juga memperingatkan Subramanium. Raman lalu kembali ke ruangannya.

Romi menatap Sarika dan merasa malu. Sarika hendak pergi dan berpapasan dengan Ishita. Ishita bertanya apa yang sedang dilakukan Sarika di kantor Raman. Sarika mengatakan jika dirinya ingin mengembaikan kunci motor Romi lalu Sarika pun pergi. Romi menyusul Sarika. Sarika lalu berbicara dengan Romi agar menghubunginya nanti setelah pulang kerja dan mereka akan pergi bersama. Romi pun bahagia mendengar ucapan Sarika dan merasa bahwa Sarika Dapat Menciptakan perasaannya lebih baik.

Ishita menasihati Raman Sebab telah memarahi Romi dihadapan banyak orang, itu Dapat Menciptakan malu Romi. Raman mengabaikan ucapan Ishita dan bertanya mengapa Ishita mendatanginya. Ishita berkata bahwa dirinya membawakan bekal untuknya. Saat Ishita hendak pergi, Raman mengatakan bahwa dirinya mendapat jatah Santap tiap hari. Ishita menyuruhnya memakan makanannya.

Ketika akan keluar kantor, Ishita memandang Romi tersenyum2 sendiri dan Ishita bertanya2 mengapa mood Romi berubah dengan cepat, lalu Raman menelponnya dan Ishita kembali ke ruangan. Raman marah2 dengan bekal pasta yang dibawakan Ishita. Raman berkata jika ibunya Tak Dapat Menciptakan mengapa harus masak pasta. Raman mengatakan bahwa dirinya Tak menyukai pastanya. Raman lalu menelpon ibunya untuk mengeluhkan pasta yang dibuatnya Akan Tetapi Toshi berkata bahwa pasta itu Ishita yang membuatnya dengan cinta dan kerja keras. Ishita membereskan makanan Raman Akan Tetapi Raman mencegahnya. Usai menutup telepon, Raman kembali Santap dan menyuapi Ishita. Ishita memakan makanan sendiri dan merasakan bahwa pasta buatannya Tak enak. Ishita berkata bahwa dia membuatnya dengan memberi saus terlalu banyak

Mihir lalu masuk dan saat memandang Raman sedang Santap bersama Ishita, diapun berkata akan kembali lagi nanti. Raman menyuruh Mihir mendekat dan mencoba masakan Ishita. Mihir lalu mengatakan Mihika memberitahunya Simmi menemui Parmeet dan menangis. Ishita dan Raman pun terkejut.

Romi berdua dengan Sarika di sebuah kedai. Mereka mengobrol dan kemudian berlomba Santap golgappe. Pada akhirnya Romi menyerah kalah dan Sarika memenangkan perlombaan itu. Mereka pun tertawa2.

Tn. Bhalla menelpon Simmi dan Tak terhubung, Ishita meminta Raman untuk Tak memarahi Simmi. Simmi lalu datang. Ayah ibunya menegurnya dan Simmi berkata dusta. Raman pun menegurnya. Toshi juga mengatakan bahwa dirinyabtahu Simmi menemui Parmeet. Simmi mengatakan bahwa hari ini untuk pertama kalinya Ananya mengucapkan kata ‘ayah’ dan jika dirinya Tak Menciptakan Ananya berjumpa ayahnya sekarang bagaimana Dapat dirinya akan menunjukkan wajah Parmeet suatu hari nanti. Simmi marah dan bertanya dimana letak kesalahannya. Simmi keluar rumah dan Raman mengejarnya.

Raman mengejar Simmi dan Ishita mengejar Raman. Raman mengatakan sesuatu dan kembali mengejar Simmi.

Sarika dan Romi di dalam bajaj dan berbicara. Mereka lalu turun. Sarika lalu berjalan hendak menemui Ishita dan selendangnya tersangkut bangku. Romi pun memotretnya dan Ishita melihatnya. Ishita merasa geram dengan ulah Romi. Sarika menemui Ishita hendak Menyodorkan kunci, Ishita menyuruhnya membawa masuk rumahnya.

Ishita menghampiri Romi dan menamparnya. Ishita memarahi Romi dengan berkata bahwa Romi Tak Dapat belajar dari kesalahan yang lalu saat kasus video mihika, lalu Ishita menyuruhnya pergi. Sarika berpapasan dengan Romi dan menyapanya Akan Tetapi Romi mengabaikannya. Sarika lalu menemui Ishita dan mengatakan sesuatu, Ishita lalu menasihatinya.

Simmi duduk di tangga depan kuil, Raman mendekatinya dan mengajaknya berbicara. Simmi merasa dirinya seperti janda Sebab membesarkan anak tanpa ayah. Raman mencoba menjelaskan bahwa Parmeet bukan lelaki yang baik. Akan Tetapi Simmi menolak untuk mendengarkan, dia akan memihak Parmeet dan bukan Ishita. Ishita datang dan mendengar semua. Simmi memandang Ishita lalu meminta Raman pergi menemui Ishita. Simmi pergi dan Ishita menahan Raman yag hendak mengejarnya. Ishita lalu berbicara pada Raman.

Raman dan Ishita kembali berbicara di dalam kamar. Mereka membahas masalah Simmi. Ishita berkata memang Tak mudah melupakan cinta pertama. Ishita lalu mengingat saat dirinya putus dari Subbu, Vandu mencoba menghiburnya. Ishita memberi contoh Parmeet dan Shagun, mereka cinta pertama Simmi dan Raman. Raman pun pergi keluar kamar dengan marah.

Romi berusaha menghubungi Sarika Akan Tetapi Sarika Tak menerimanya. Romi pun menjadi marah.

Pagi harinya, Madhavi meminta Vishwa menghidupkan TV. Madhavi lalu menerima telepon dari Toshi yang berada di kamar mandi. Toshi berkata bahwa dirinya memiliki masalah dengan baju suaminya yang terkena noda. Madhavi pun memberi tips pada Toshi. Akan Tetapi belum sempat selesai berbicara, acara kesayangan Madhavi telah terdengar, dan Madhavi pun memutus panggilan Toshi. Toshi pun marah sambil menggosok baju favorit  suaminya.

Sarika sedang berbicara dengan perawat di klinik. Ishita datang dan Sarika menyapanya. Ishita bertanya apakah Romi menelponnya. Sarika menjawab Romi menelpon Akan Tetapi Tak diterimanya. Sarika berkata bahwa dirinya dan Romi hanya berteman.

Raman berada diruangan kantornya dan mengingat ucapan Ishita semalam. Raman lalu menerima telepon dari Ishita yang mengajaknya untuk Santap Dahina bersama.

Tak lama kemudian, Ishita berada di ruangan Raman dan menikmati makanan bersama. Romi hendak masuk ruangan Raman dan memandang mereka bersama. Romi berpikir jika di klinik Tak ada Ishita. Romi pun bergegas pergi. Raman dan Ishita kembali mengobrol. Ishita membicarakan Subbu Adalah masa lalunya, sementara masa depannya Adalah Ruhi dan Raman. Ishita pun merasa malu memikirkan ha tersebut. Mereka lalu melanjutkan Santap Dahina.

Romi menemui Sarika di klinik dan bertanya Akan Tetapi Sarika diam saja. Romi pun marah dan Sarika pun menjelaskan bahwa Ishita melarangnya berjumpa dengan Romi. Romi pun berkata hendak Menyodorkan hadiah gantungan kunci untuk skuter Sarika. Sarika hanya diam saja. Romi pun kemudian pergi. Sarika memanggilnya dan saat Sarika akan menghampiri kakinya tersangkut kabel. Romi berusaha menangkap Sarika. Ishita datang dan Keliru paham. Ishita memarahi Romi. Sarika lalu menjelaskan semuanya. Ishita pun merasa bersalah, Ishita hendak menjelaskannya Akan Tetapi Romi beranjak pergi.

Tn. Bhalla memarahi Toshi Sebab bajunya telah rusak. Toshi pun merasa marah pada Madhavi. Simmi mendukung ibunya dan berkata agar ayahnya berhenti memarahi ibunya atau mereka Tak akan mendapatkan makanan.

Romi termenung di kamar dan teringat saat Ishita menamparnya dan juga saat Ishita memarahinya di klinik. Ishita lalu mengetuk pintu kamar Romi. Ishita masuk dan meminta maaf pada Romi. Mereka lalu berbicara tentang Sarika. Kemudian Romi menunjukkan hobi fotografinya di ponselnya dan Ishita tertawa melihatnya. Romi berkeluh kesah tentang dirinya dan Ishita menasihatinya.

Ishita membangunkan Ruhi, Raman masuk ke kamar dan berbicara dengan Ishita. Ishita menanyakan tentang Aditya dan Raman berkata bahwa Aditya telah bekerja di pusat pelayanan komunitas dan mendapat aporan yang bagus di sekolahnya. Ishita lalu membangunkan Ruhi lagi. Ruhi bangun dan menyapa ayah ibunya. Ruhi lalu mengobrol dengan ayahnya. Ruhi mengatakan jika ayahnya Adalah ayah yang terbaik dan sangat tampan. Ishita tersenyum memandang kebahagiaan mereka  lalu Ishita memanggil Raman untuk keluar.

Ishita menyiapkan sarapan untuk Raman sambil mengobrol dengannya. Raman bertanya mengapa Ishita memanggilnya, Ishita pun berkata bahwa Ruhi menginginkan video game dari Raman Sebab Tak mendapatkannya dari Ishita. Raman berkata akan memberikannya pada Ruhi Akan Tetapi Ishita melarang Sebab itu akan memanjakannya. Mereka pun berdebat.

Shravan merengek pada ibunya yang hendak berangkat kerja agar membelikannya video game. Bencana muncul dan Shravan kembali meminta game pada ayahnya. Vishwa yang sedari tadi memperhatikan lalu memanggil Shravan dan mengatakan jika nanti dirinya akan membujuk ibunya untuk membelikan video game. Vishwa meminta Shravan bermain bersama Ruhi.

Ruhi juga meminta video game pada ayahnya. Raman memandang kode dari Ishita untuk menolak permintaan Ruhi lalu Raman memberi pengertian pada Ruhi. Tn. Bhalla masih merasa kesal pada Toshi dan kemudian dia menatap Toshi yang mencoba tersenyum untuknya.

Toshi lalu meminta Ruhi bermain diluar dan meminta saran suaminya. Romi juga berkomentar. Ruhi pun meminta papan permainan. Lalu Madhavi datang bersama Shravan. Madhavi berkata bahwa anak2 Tak akan bermain diluar. Madhavi berkata bahwa dirinya penggemar olahraga dan selalu juara. Toshi mencemoohnya, Madhavi kembali memuji dirinya sendiri dan berkata bahwa dirinya Adalah kapten kriket. Toshi pun kembali berdebat dengan Madhavi. Raman melerai mereka. Toshi mengatakan bahwa dirinya menantang keluarga Iyer untuk bertanding kriket. Setelah mereka pergi, Raman berkata pada Ishita bahwa iniah yang terjadi kalau dia melarangnya Menyodorkan video game pada Ruhi..

Parmeet mendatangi ruangan Ashok dan membicarakan tentang Shagun. Ashok berkata bahwa dirinya akan membalas dendam pada Shagun Sebab telah mengabaikannya di pengadilan. Parmeet pun tertawa. Tiba2 Mihika masuk ruangan untuk menunjukkan sesuatu. Ashok memandangi Mihika, dan Parmeet memandang itu. Seteah Mihika keluar ruangan, mereka berdua pun tertawa lebar.

Kedua keluarga sudah berada di lapangan untuk bertanding di malam hari. Ishita menjadikapten untuk tim Iyer. Pammi bertindak sebagai komentator. Raman sendiri sebagai kapten tim Bhalla. Dolly melakukan pelemparan koin untuk menentukan permainan.

Keluarga Bhalla memenangkan pelemparan dan memulai permainan. Pemain awal Ruhi dan pelempar bola Adalah Shravan, lalu mereka pun bergantian masuk untuk bermain kriket. Saat giliran Raman dan Ishita yang bermain, Ishita terjatuh Sebab saat berlari dia menabrak Raman. Tangan Ishita terluka, Raman mengajaknya ke RS Sebab dia memandang Ishita menderita cedera serius. Ishita menolak Akan Tetapi Raman bersikeras mengajaknya pergi.

Ruhi sedang berbicara dengan Tn. Bhalla. Ishita pulang dengan tangan memakai penyangga. Raman berkata bahwa Ishita harus beristirahat selama beberapa hari. Ishita ke kamar bersama Mihika. Ruhi pun mengajak ayahnya berbicara. Ruhi bertanya apakah ayahnya merasa bersalah. Raman mengiyakan Sebab Ishita terluka karenanya.Ruhi pun mempunyai ide untuk Menciptakan Ishita lebih baik. Ruhi meyuruh ayahnya Menciptakan kartu ucapan maaf untuk Ishita. Raman pun menyukai ide Ruhi. Akan Tetapi Raman berkata darimana akan membeli kartunya Sebab Tak akan ada toko yang buka. Ruhi berkata bahwa ayahnya harus menggunakan tangannya dan menggambar.

Raman lalu menggambar bersama Ruhi, stelah selesai Ruhi meminta ayahnya Menyodorkan gambarnya pada Ishita. Lalu Raman masuk ke kamar dan memandang Ishita sudah tertidur. Raman pun meletakkan gambarnya di meja rias.

Mihika sedang berbicara ditelepon dan seseorang datang mengirimkan gaun, Mihika pun berkata di telepon b ahwa dirinya sudah mendapatkan gaunnya. Mihika menutup telepon dan dia membuka bungkus gaunnyan dan meletakkan gaunnya di meja. Madhavi membawa minuman untuk Vishwa,  dan saat akan memberikannya, Madhavi tersandung Sampai gelasnya tumpah mengenai gaun Mihika. Madhavi dan Vishwa pun terkejut. Mihika langsung keluar kamar dan histeris memandang gaunnya. Mihika menyebut harga gaun tersebut dan Vishwa terkejut Madhavi mempunyai ide untuk membersihkannya Akan Tetapi Mihika Tak mau. Mihika meminta mereka kembali ke kamar. Mihika pun memegang kepalanya dan merasa khawatir.

Raman terbangun dan memandang Ishita sudah Tak ada lagi di tempat tidur. Ishita di kamar mandi dan kesulitan saat akan menggosok gigi. Raman keluar kamar dan mengatakan sesuatu lalu membantu Ishita untuk menggosok gigi. Mihika datang dan memandang mereka berdua. Mihika pun menggoda mereka kemudian pergi lagi.

Toshi membantu Ishita memakai sareenya. Raman masuk kamar dan Ishita terkejut. Raman pun kembali keluar dan Ruhi bertanya. Tak beberapa lama kemudian Toshi sudah selesai membantu Ishita. Ishita lalu pergi ke meja rias dan memandang gambar Raman.

Ishita lalu menunjukkannya pada ayah dan ibu mertuanya. Mereka pun memuji gambar tersebut. Ishita menunjukkannya pada Raman Sebab mengira itu Adalah gambar ruhi. Lalu Ishita Menyodorkan gambar itu pada Ruhi dan Ruhi berkata bahwa itu gambar ayahnya. Ishita dan Toshi pun tertawa. Mereka membahas dan mentertawakan Raman. Raman pun bertanya mengapa mereka mentertawakannya. Ishita pun berkata bahawa gambarnya bagus dan Sebab warnanya menggunakan krayon maka dirinya berpikir itu gambar Ruhi. Kemudian Ishita kembali ke kamar sambil terus tertawa.  Ishita berpikir bagaimana Dapat Raman merencanakan itu semua. Ishita lalu menyimpannya di laci meja rias. Dan dia kembali berpikir betapa manisnya Raman Kumar. – Sumber Sinopsis dari http://www.intifilm.com

Leave a Reply