Sinopsis Mohabbatein Episode 54

Sinopsis Mohabbatein Episode 54 – Romi menemui Parmeet yang menggoda Sarika. Romi pun membela Sarika. Parmeet pun akhirnya pergi. Sarika mengucapkan terima kasih pada Romi. Romi berkata bahwa semuanya akan baik2 saja. Ishta menyiapkan bekal dan masih merasakan sakit pada tangannya. Ruhin pun bertanya pada Ishita. Ishita berkata bahwa dirinya baik2 saja.  Tn. Bhalla kemudian mengajak Ruhi berangkat.

Raman menghampiri Ishita di kamar. Ishita sedang menelpon dan mengeluhkan tangannya yang sakit. Ishita sempat khawatir saat mendengar dokter mengatakan dirinya harus melakukan pembiusan lokal, Akan Tetapi Ishita berkata akan segera datang. Usai menutup telepon, Raman mengajaknya ke dokter Akan Tetapi Ishita menolak dan berencana pergi sendiri. Raman bersikeras mengantarnya dan Ishita merasa bingung menjelaskan pada Raman utuk Tak mengantarnya. Tiba2 Vandu datang dan berdiri di pintu kamar Ishita, Ishita mengedipkan matanya lalu mengatakan bahwa Vandu yang akan membawanya. Meski terlihat bingung, Vandu pun berkata akan pergi bersama Ishita, lalu Ishita pergi bersama Vandu.

Mihika melakukan sesi pemotretan dengan berbagai macam warna saree, Ashok datang dan memandang pemotretan Mihika. Murti memanggilnya dan mereka duduk berdua membicarakan Mihika. Murti bahagia Sebab Ashok memilih model yang tepat untuknya. Ashok lalu pergi menerima telepon dari Shagun yang mengatakan bahwa kakaknya menelpon. Ashok pun berkata akan segera pulang. Usai menutup telepon, Ashok pun undur pamit pada Murti.

Raman dijalan dan berbicara dengan seseorang ditelpon. Setelah itu Raman menelpon dokter yang merawat  Ishita dan dokter mengatakan tentang bius lokal yang akan diberikan pada Ishita dan prosedur pengobatannya yang menyakitkan. Raman pun berkata akan segera datang.

Vandu mengantar Ishita periksa. Raman mendatanginya. Dokter berbicara pada Vandu untuk pergi membeli obat2an lalu Vandu keluar. Raman mendatangi ruang perawatan Ishita dan bertanya mengapa harus ada bius lokal. Dokter berkata bahw ini penting untuk perawatannya. Lalu Ishita tertawa2 dan Menciptakan Raman kebingungan. Dokter memberi penjelasan bahwa hal seperti ini memang terjadi saat bius lokal dan Ishita memang mengalami masalah dengan bius lokal sejak kecil. Raman pun tertawa lalu merekam aksi Ishita. Ishita bernyanyi dan berbicara dalam bahasa Tamil. Setelah selesai merekam, Raman kemudian pergi meninggalkan Ishita.

Ashok sedang bersama Shagun dan kakak Ashok yakni Sooraj yang sedang diperiksa dokter. Sooraj berkata pada Ashok bahwa seorang dokter gigi telah melakukan kesalahan. Dokter berkata bahwa saluran akar giginya baik2 saja Akan Tetapi Sooraj telah memakan makanan yang Keliru. Dokter bertanya apakah dokter gigi sebelumnya Tak memberitahu apapun. Sooraj  berkata bahwa dokter sebelumnya Tak memberitahu apapapun. Ashok bertanya siapa nama doter gigi yang sebelumnya. Sooraj menyebut nama Ishita Raman Bhalla. Ashok dan Shagun pun terkejut. Ashok berkata bahwa dirinya mengenal Ishita dan suaminya dengan baik. Ashok pun berkata akan memberi mereka ‘pelajaran’.

Ishita sedang bersama Ruhi dan bertanya mengapa Ruhi Tak mau memakan idli. Ruhi berkata bahwa dirinya Senang idli Akan Tetapi Tak untuk dimakan setiap hari. Ishita pun berpikir bahwa Ruhi Tak menyukai makanan punjabi. Tak lama kemudian Ishita pergi ke rumah Madhavi dan mengobrol bersama Ibunya, dia mengeluhkan Ruhi yang Tak mau memakan makanannya. Ishita pun berpikir akan belajar bersama Mihika memasak masakan Punjabi Sebab Mihika juga akan menikah dengan seorang Punjabi.

Mihika pulang dan saat menaiki tangga apartemen, Mihika mendapat telepon dari bos nya. Mihika masuk ke rumah dengan kegirangan dan berkata bahwa dirinya naik jabatan Sebab kliennya bahagia dengan pekerjaannya. Ishita dan Madhavi pun memeluk Mihika dan mengucapkan selamat.

Mihika membagikan manisan ke rumah keluarga Bhalla, disana juga ada keluarga Iyer. Madhavi meminta Mihika segera menikah dengan mihir Sebab sekarang mihika sudah naik jabatan. Toshi berkata bahwa Mihir sudah siap. Semua orang lalu meminta Mihika untuk menjawab ‘iya’. Akhirnya Mihika pun mengatakan ‘iya’. Semuanya merasa bahagia dan saling berpelukan. Mihika dan Mihir pun meminta berkat.

Raman mengeluarkan ponselnya, Ishita lalu berkata akan membuatkan makanan Punjabi untuk Ruhi, saat Ishita hendak pergi, Raman menahannya dan mengatakan agar Ishita Tak Menciptakan makanan Punjabi Sebab akan Menciptakan orang celaka yang Menyantapnya. Ishita pun berkata akan Menciptakan makanan Punjabi yang enak. Raman menantang ishita, jika Ishita Dapat Menciptakan masakan Punjabi yang enak maka dirinya akan melakukan apa saja di katakan Ishita. Ishita pun meminta yang lain menjadi saksi. Raman pun berjanji.
Ashok melaporkan Ishita pada pengacara (Ansari) dan memintanya mengambil tindakan pada Ishita, Ansari pun mengatakan akan Menciptakan pengaduan. Ansari lalu menerima telepon dari seorang menteri yang menanyakan Ashok, Ansari berkata bahwa Ashok sedang berada dalam ruangannya. Ansari kemudian berkata akan bertindak tegas pada Ishita. Ashok lalu beranjak pergi setelah berkata pada Sooraj untuk Tak khawatir Sebab sekarang Ishita akan hancur dan Ashok ingin lihat bagaimana Raman menyelamatkan istrinya.

Ruhi dan Ishita pergi ke mall dan mendatangi toko buku. Ishita mencari buku resep masakan Punjabi. Seorang wanita penulis resep dan juru masak yang hebat bernama Poornima Prakash menatap Ruhi dari kejauhan. Lalu Ruhi menghampirinya dan meminta tanda tangannya. Ishita menjelaskan bahwa Ruhi Adalah anaknya dan menyukai makanan Punjabi. Poornima pun Menyodorkan kartu namanya agar Ishita Dapat menghubunginya jika bingung dengan resepnya. Ishita mengambil kartu nama tersebut dan pergi bersama Ruhi. Poornima terus saja memandangi kepergian Ruhi

Raman sedang berbicara ditelepon lalu Raman memandang Mihir sedang berdebat dengan Romi. Raman pun pergi, sementara Mihir masih berdebat dengan Romi. Raman lalu meneriaki mereka dan memanggil ke ruangannya. Di dalam ruangan Mihir menjelaskan semuanya dan Romi berencana mengadakan pesta bujang untuk Mihir. Raman mendukung Romi dan berkata akan memanggil Bencana dan Pathak juga. Raman merayu Mihir untuk menyetujuinya. Dan Mihir pun setuju. Romi berkata akan mengatur semuanya.
  
Vandu sedang meditasi, Bencana masuk ke kamar dan mengatakan bahwa malam ini dirinya akan terlambat pulang Sebab akan Menyodorkan jam tambahan untuk siswa Sebab ujian akan segera datang. Vandu mengiyakan Akan Tetapi dirinya meminta Bencana mengantarnya dan Shravan ke rumah ibunya.

Ishita menanyakan pada Raman siapa yang akan datang dalam pesta. Raman menjawab rekanan bisnis asing  yang datang ke kantor. Ishita lalu berkata agar Raman Santap tepat waktu. Ishita memiih2 baju dan Raman pun pergi

Mihir sedang bersama Mihika membeli jagung bakar. Mihir meminta waktu libur sehari sebelum pernikahannya digelar dan Mihika mengijinkannya. Simmi menerima surat untuk Ishita dari seorang kurir. Simmi meletakkannya di meja.

Ashok masih berbicara dengan Ansari. Ansari berkata bahwa sekarang Ishita pasti sudah menerima suratnya. Ansari pun berkata agar Ashok berbicara dengan menteri untuk prmosi kenaikan jabatannya. Ashok pun menjanjikannya dan Ansari mengucapkan terima kasih lalu beranjak pergi. Ashok berkata bahwa inilah hasil yang harus diterima Ishita Sebab sudah mengganggu saudaranya.

Mihika dan Vandu memandang buku2 resep yang diborong Ishita. Mihika takjub memandang tanda tangan Poornima, Mihika mengatakan bahwa Poornima Adalah ratu makanan Punjabi. Mihika berkata akan memasak untuk Mihir juga. Mereka lalu Berawal Dari memasak.

Mihir dan Romi keluar dari mobil, mereka menunggu yang lain. Bencana lalu datang dengan mengenakan kurta (baju tradisional India), Romi pun berkata bahwa dia Tak akan diperbolehkan masuk dengan mengenakan kurta. Bencana lalu membuka kurtanya dan ternyata Bencana telah memakai T-Shirt berwarna merah didalamnya. Romi berkata bahwa Bencana sangat cerdas sudah membohongi Vandu. Lalu Raman datang dengan pakaiannyanyang keren. Raman menanyakan Pathak. Mihir berkata bahwa dia akan segera datang. Raman lalu mengajak mereka masuk ke dalam bar.

Ishita sibuk memasak bersama Mihika dan Vandu. Vgandu bertanya dimana Raman. Ishita menjawab kalau raman sedang ada di kantor. Vandu juga berkata bahwa Bencana sedang mengajar jam tambahan. Mihika juga berkata Mihir sibuk dengan pekerjaannya.

Raman, Mihir, Romi, Bencana dan Pathak berlomba untuk ‘ minum’ . Lalu datang seorang gadis (Kajal). Mereka memandanginya. Raman dll lalu duduk dan Berawal Dari minum lagi. Mereka lalu berebut mengatakan jika kajal sedang memandang mereka. Romi pun mengajak taruhan, siapa yang Dapat Menciptakan Kajal menari maka dialah pemenangnya.

Raman lalu menghampiri gadis tersebut dan pura2 mengambil gelas, Akan Tetapi Raman meninggalkan kartu namanya. Kajal membacanya Raman Kumar Bhalla seorang CEO, Sang gadis berjalan ke meja mereka, mereka mengenalkan diri satu persatu. Gadis itu hanya mau berkenalan dengan Raman dan kemudian bertanya apakah Raman mau berhubungan se*s dengannya. Raman pun terkejut dengan pertanyaan Kajal.

Ishita dll sudah selesai masak. Mereka berharap pasangan mereka akan menyukai masakannya. Ishita mencoba menelpon Raman. Sementara Raman meminta Kajal bergabung di meja mereka. Kajal berkata akan memanggil teman2nya untuk datang. Raman lalu mnerima panggilan telepon Ishita. Bencana dan Mihir meminta Raman menerima telepon ishita di luar bar agar Tak ketahuan. Kemudian Kajal datang membawa teman2nya. Raman pun berjalan keluar bar.

Mihika merebut ponsel Ishita. Mihika meminta Ishita mencicipi masakannya terlebih dahulu sebelum memberikannya pada Raman. Kemudian Raman menelpon Ishita kembali. Ishita merasa bingung dan akhirnya menanyakan hal2 yang menurut Raman Tak penting untuk ditanyakan. Raman pun mengejek Ishita dan Ishita berkata Tak akan berbicara lagi dengan Raman.

Romi dan yang lain menari2. Tiba2 ada polisi datang merazia. Mereka di tangkap semua kecuali Raman. Pathak mencoba merayu sang polisi, Bencana juga. Raman memandang mereka. Raman bertanya pada pelayan bar. Bencana lalu memandang Raman dan meneriakinya. Raman tersenyum dan menghampiri mereka.

Ishita meminta Ruhi dan Shavan mencoba masakannya. Ishita menunggu jawaban Ruhi. Ruhi berkata bahwa masakan mereka enak Akan Tetapi hanya kurang garam dan rempah2 sedikit. Ishita merasa bahagia dan tertawa2.

Bencana dan  Mihir meminta Raman berbicara pada polisi. Polisi meminta membawanya ke kantor polisi. Raman pun berkata akan tamat riwayat mereka jika para istri mengetahui. Inspektur pun berkata akan membawa mereka semua pulang kerumah agar istri2 mereka taunbahwa suami2nya datang ke bar dan menari dengan para gadis2.

Ishita berbicara dengan Mihika. Ishita bahagia Sebab sekarang sudah Dapat memasak masakan Punjabi. Vandu mengomel Sebab anak2 mau tidur setelah dirinya menceritakan 3 buah dongeng. Tiba2 bel pintu berbunyi dan Ishita terkejut memandang polisi. Inspektur memanggil Romi. Romi lalu dibawa masuk ke dalam oleh polisi. Ishita bertanya apa yang dilakukannya. Inspektur berkata bahwa Romi telah menikmati tarian di bar bersama gadis2, Vandu pun menegur Romi dan membandingkannya dengan Bencana. Vandu membela Bencana. Inspektur lalu memanggil Bencana, Bencana di bawa masuk juga. Vandu pun terkejut dan bertanya2 bukankah Bencana sedang mengajar jam tambahan. Mihika lalu mengatakan memberi contoh Mihir yang saat ini sedang bekerja dikantor. Inspektur pun memanggil Mihir. Lalu Mihir masuk. Mihika pun terperangah. Ishita lantas mengomeli mereka Sebab telah Menciptakan malu Raman sebagai seorang CEO. Inspektur pun berkata bahwa sang CEO juga bersama mereka. Raman dipanggil dan kemudian masuk ke dalam rumah. Mihika lalu marah pada mihir Akan Tetapi Raman membela Mihir. Ishita kemudian berkata bahwa pasti masih ada satu orang lain lagi.  Inspektur mengiyakan dan memanggil Pathak. Pathak pun masuk ke dalam rumah. Ishita mengomeli mereka habis2an. Inspektur berkata pada para istri bahwa mereka harus lebih mengontrol pasangan masing2. Inspektur juga berkata bahwa tugasnya sekarang telah selesai dan sisanya Adalah tugas para istri2 tersebut.

Keluarga Iyer geram dan memarahi para lelaki tersebut. Ishita berkata bahwa Tn. Bhalla yang akan berbicara pada mereka. Raman pun memutuskan untuk berbicara dengan ishita. Raman mengajak Ishita ke dalam kamar. Ishita lantas memarahi Raman dan Raman tertawa Sebab memandang sebuah video. Ishita pun bertanya apa yang ditertawakan Raman. Raman lalu Menciptakan Ishita menonton videonya sendiri yang direkam oleh Raman pada saat dia akan di bius lokal. Raman memberi Ishita pilihan. Mendukungnya atau videonya akan tersiar pada semua penghuni apartemen dan anak2 akan takut melihatnya. Ishita merasa Raman telah memerasnya. Ishita meminta rekaman itu dan ingin menghapusnya Akan Tetapi Raman berkata bahwa dirinya telah Menciptakan banyak salinannya.

Mihika sedang memarahi Mihir. Raman datang dan Ishita berkata bahwa ini hanya kesalahpahaman saja. Para lelak bertepuk tangan dan berterima kasih pada Raman. Mihika bertanya apakah Raman telah mengancamnya. Mihika menduga Raman telah memeras Ishita. Mihika dan Vandu pun beranjak pergi. Para lelaki memeluk Raman. Raman pun tersenyum

Pagi harinya,Raman tertawa di meja Santap, dia menu njukkan ponselnya dan menakut2i Ishita sambil berbicara dengan Romi. Tn. Bhalla lalu membicarakan  tentang diskon 50%. Toshi pun meminta Ishita berbelanja.

Ashok sedang berbicara pada Sooraj bahwa dirinya Tak akan melepaskan Raman dan Ishita.

Toshi Menyodorkan surat pada Ishita. Ishita memeriksanya dan terkejut saat membacanya. Toshi bertanya apa yang terjadi. Ishita berkata bahwa ijin medisnya di cabut. Ishita memikirkan Sooraj dan menangis. Ishita lalu menceritakan semuanya tentang Sooraj. Ishita membela Raman saat ayah mertuanya menyalahkan kemarahan Raman. Ishita berkata akan pergi ke asosiasi dokter gigi dan berbicara, Ishita meminta agar Toshi merahasiakan hal ini dari Raman dan ibunya. Toshi pun setuju dan berdoa.

Mihika Menyodorkan manisan Sebab kenaikan jabatannya. Semua orang mengucapkan selamat dan memujinya. Mihika berterima kasih pada Ashok Sebab semua ini berkat usaha Ashok. Ashok memakan manisan dan memegang Mihika. Mihika pun meminta agar Ashok Tak mencoba akrab dengannya. Kemudian Mihika beranjak pergi.

Ishita menemui Ansari dan komplain atas suratnya. Ishita berusaha menjelaskan yang sebenarnya terjadi pada Ansari. Ansari pun memintanya Menciptakan pernyataan tertulis. Ishita pun meminta dipertemukan dengan Sooraj sekali. Akan Tetapi Ansari menolak Sebab Sooraj Adalah kliennya. Ansari menyuruh ishita pergi Sebab sudah membuang2 waktunya.

Ishita keluar dari ruangan pengacara dan merasa bingung Sebab ini Adalah masalah besar. Ishita Tak ingin Menciptakan Raman khawatir. Dan ishita memutuskan menelpon Sooraj. Dia mencoba mencarintau nomer kontak Sooraj dari Sarika yang pasti telah mencatatnya.

Ishita menelpon Sarika dan menanyakan kontak Sooraj. Sarika berkata akan mengirimnya melalui sms. Sooraj mengetahui dari resepsionis hotel bahwa Ishita datang mencarinya. Sooraj meminta agar resepsionis menyuruh Ishita menunggunya. Sooraj pun menghubungi Ashok dan memberitahunya. Ashok berkata agar Sooraj membiarkan Ishita menunggu dan Sooraj harus menghinanya seperti yang dilakukan Raman sebelumnya. Parmeet mendengar pembicaraan mereka dan berpikir apakah masalah baru Ashok dan Ishita sekarang.  Usai menelpon, Sooraj pun berkata “Dr. ishita, sekarang saya akan menunjukkan padamu apa yang akan Sooraj Khanna lakukan terhadapmu”. – Sumber Sinopsis – intifilm.com/

Leave a Reply