Sinopsis Mohabbatein Episode 72

Sinopsis Mohabbatein Episode 72 – Ishita pulang ke rumah dan bercerita pada Toshi mengenai insiden Ruhi di acara mehendi Shagun sambil menangis. Ishita berkata bahwa Toshi memang benar jika Shagun Tak dapat dipercaya. Ishita berkata bahwa dirinya sangat marah saat ini. Ishita meminta Toshi menghukumnya dan memukulnya. Toshi pun ikut menahan airmatanya mendengar cerita Ishita. Ruhi datang dan mengatakan agar neneknya Tak memukul ibunya. Ishita lalu memangku Ruhi dan berkata bahwa neneknya Tak memukul dirinya. Toshi mengatakan untuk apa memukul ibu Ruhi Sebab dialah yang vtelah menyelamtkan cucunya tadi, hanya seorang ibu yang Dapat melakukan seperti apa yang dilakukan Ishita terhadap Ruhi.

Ishita lalu meminta maaf pada Ruhi Sebab telah membawanya ke tempat Shagun. Ruhi menghapus airmata Ishita dan berbicara dengannya. Toshi tertawa mendengar ucapan Ruhi. Sementara Raman berada diluar, Mani menemuinya dan mengatakan sesuatu. Mereka lalu mengobrol dan membahas Ishita.

Shagun sibuk menghapus mehendinya sambil menangis. Aditya mendatanginya dan Shagun Berawal Dari mengadu pada Aditya bagaimana Ishita telah menghinanya tadi. Shagun juga Berawal Dari memprovokasi Adityan untuk menyalahkan Ishita. Aditya mengambilkan minuman untuk Shagun lalu memeluknya dan berjanji bahwa dirinya Tak akan melepaskan Ishita Sebab telah Menciptakan ibunya menangis di hari istimewanya.

Pagi harinya, Raman sedang menyisir rambut dan bersiap2. Mihir mendatanginya dan memohon bantuannya, Mihir menangani acara Sangeet Shagun Akan Tetapi dirinya lupa untuk mengatur penarinya. Mihir meminta Raman melakukan sesuatu. Raman berkata bahwa semua masalah pasti ada jaln keluarnya tinggal memutar otak saja. Raman berkata akan Menciptakan kekuarganya yang menari. Mihir terkejut. Raman menambahkan bahwa ibunya akan melawan ibu mertuanya. Jika Mihika Dapat meyakinkan Madhavi maka Toshi juga akan setuju untuk menari. Mihir pun memikirkannya. Raman lalu bergegas keluar kamar.

Mihika berbicara dengan Madhavi, Madhavi menolak untuk menari Akan Tetapi Mihika memans2i madhavi dengan mengatakan bahwa Toshi berkata jika madhavi demam panggung dan Tak Dapat menari Punjabi. Madhavi tersulut dan bersedia untuk menari dan menunjukkan bahwa dirinya bukan penakut.

Raman berbicara dengan ibunya dan berkata bahwa Madhavi setujuuntukmmenari, Mihir ikut berbicara dan Ishita mendengarkan mereka. Toshi menolak untuk menari setelah apa yang dilakukan Shagun pada Ruhi

Toshi pergi ke kamar dan berbicara sendiri mengatakan bahwa Madhavi Tak tau tarian Punjabi dan akan merusak nama mereka, Ishita masuk membawakan teh sambil berbicara pada Toshi. Mengaakan bahwa ibunya menari dengan sangat baik dan terlihat cantik. Toshi menatap menyelidik saat Ishita berbicara. Ishita kembali menceritakan ibunya dan Toshi kesal jadinya laku menyuruh Ishita meninggalkannya.

Madhavi sedang berbicara dengan Vandu dan Mihika, mereka berlatih menari sambil memandang di laptop. Vishwa meminta makanan. Madhavi berkata bahwa dirinya Tak memasak dan Madhavi menyuruh Vandu memesan nasi Sambar. Mihika lalu mengajarkan gerakan demi gerakan. Toshi pun mengintip dari pintu dengan wajah kesal.

Toshi melipat selimut sambil mengomel Sebab Madhavi akan pergi melakukan tarian Pun jabi di acara Sangeet Shagun, Tn. Bhalla mengometarinya dan menyuruhnya membiarkannya. Akan Tetapi Toshi berkata akan mendatangi Sangeet Shagun untuk menunjukkan pada Madhavi bagaimana kelasnya. Neelu menghidangkan susu untuk Ishita, Toshi keluar kamar dan duduk mengobrol bersama Ishita. Toshi memandang Ishita seperti kesakitan dan bertanya. Ishita berkata hanya sakit perut biasa. Toshi lalu meminta bantuan Ishita agar membantunya menari. Neelu lalu membawakan ponselnya dan Toshi menerima telepon dari Pammi  kemudian Toshi berkata akan segera datang. Toshi meminta Ishita u ntuk meminum obat agar leka sembuh. Ishita pun tersenyum.

Bencana membawa CD2 dan terjatuh didepan apartemen. Raman muncul dan membantunya lalu mereka mengobrol. Raman menanyakan sebuah solusi pada Bencana Akan Tetapi dia memperumpamakan itu Adalah masalah temannya. Raman menceritakan bahwa temannya itu memiliki hubungan yang aneh dengan istrinya, awalnya mereka Tak saling menyukai lalu mereka bersahabat dan sekarang mereka saling cinta Akan Tetapi Tak ada yang mengambil tindakan apapun. Raman mengatakan bahwa temannya ingin merubah hubungan cinta itu menjadi hubungan layaknya suami dan istri yang sebenarnya. Bencana berkata bahwa dirinya memahami cerita Raman lalu Bencana mengeluarkan paket kontrasepsi dari dalam sakunya dan Raman Keliru sangka. Bencana menjelaskan dan Raman pun memahaminya. Bencana lalu kembali menjelaskan bahwa suami lah yang harus mengambil langkah pertama. Bencana lalu Menyodorkan paket kontrasepsi pada Raman. Dan kemudian Bencana berpamitan pada Raman. Raman mengambil paket kontrasepsi pemberian Bencana dan teringat saat Raman di hotel bersama Ishita.

Raman masuk ke kamar dan mencari lokasi agar Ishita melihatnya, Raman melempar paket kontrasepsi itu ke kasur, Akan Tetapi diambilnya lagi dan dilempar ke sofa Akan Tetapi diambil lagi dan dilempar kelantai. Raman mengambilnya lagi dan akhirnya menyimpannya dilacai. Ishita menanyakan obat dari apoteker pada Neelu. Neelu menjawab ada di laci, lalu Ishita pergi ke kamar sambil memegangi perutnya. Raman pura2 keluar dan berkata akan menelpon. Ishita lalu membuka laci dan menemukan paket kontrasepsi. Raman segera keluar kamar, sementara Ishita terkejut memandang paket kontrasepsi  itu. Ishita lalu menelpon sang apoteker dan memarahinya Sebab Keliru mengirim kan obat (Ishita mengira jika paket kontrasepsi itu kiriman dari apoteker yang Keliru, yang mana seharusnya sang apoteker mengirim obat sakit perut). Usai menelpon, Ishita lalu membuang paket kontrasepsi tersebut ke lantai dan menutupinya dengan tisu agar Raman Tak melihatnya. Raman masuk ke kamar dan bertanya pada Ishita apakah semuanya baik2 saja. Ishita serba Keliru dan kemudian mengambil selimutnya di lemari. Raman menatapnya dari pintu dengan tersenyum dan berpikir bahwa Ishita terlihat grogi dan terlihat sudah siap juga seperti dirinya.

Saat Ishita menata selimut dan bantalnya di sofa, Raman menghampirinya dan menyuruhnya untuk ganti baju. Saat Ishita ke kamar mandi, Raman  memindah semua bantal2nya di sofa dan hanya menyisakan seperlunya di atas tempat tidur, dia lalu bersisir dan memakai minyak wangi. Ishita muncul dan bertanya. Ishita bertanya mengapa sofanya penuh bantal. Raman menyuruh Ishita tidur di tempat tidurnya. Ishita menolak. Raman pun bertanya apakah Ishita Tak mempercayainya. Ishita pun akhirnya setuju.

Raman lalu mencari2 di laci paket kontrasepsi tersebut. Ishita bertanya apa yang sedang Raman cari dan Raman menjawab bahwa dirinya sedang mencari sesuatu yang tadi diletakkan dilaci. Raman lalu memandang paket kontrasepsi tersebut di lantai. Ishita pun menatapnya sambil memegang kepala. Ishita lalu meminta maaf dan mengatakan jika dirinya memesan obat sakit perut Akan Tetapi pihak apotik mengirimkan obat yang Keliru, Ishita berkata agar Raman Tak Keliru paham memandang paket kontrasepsi tersebut . Raman lalu duduk ditepi ranjang sambil mengomel. Ishita bertanya apa yang di omelkan Raman dan Raman menjawab bahwa dirinya Tak sedang mengomel lalu Raman mematikan lampu. Raman lalu duduk di tempat tidurnya dan menatap Ishita yang sudah tertidur. Raman berkata “saya mencintainya Akan Tetapi mungkin saya harus menemukan Tips yang lain untuk mengungkapkannya dan suatu hari saya akan mengatakannya” owhhhh so sweet Ramannnn…). Raman lalu pergi tidur.

Ishita sedang melipat selimut, Ruhi menemuinya dan menanyakan ponsel Ishita, Ishita berkata ada di tempat tidur, kemudian Ruhi pun mencari2nyabtapi tetap Tak ketemu. Ishita teringat semalam saat bersama Raman. Ishita berpikir jika Raman telah membuatnya berada dalam hatinya. Ishita pun melamun dan Tak mendengar saat  Ruhi memanggilnya.

Raman masuk dan berusaha menyadarkan Ishita, Ishita masih terbuai dengan lamunanya. Raman  berkata dengan penekanan pada mulutnya bahwa Ruhi memanggilnya (Ruhi is calling you)  Akan Tetapi dalam khayalan Ishita Raman seolah2 berbicara “saya mencintaimu”. Ishita pun langsung berkata “saya juga”. Ruhi pun tertawa. Raman bertanya dengan setengah mencemooh apa yang sedang dikatakan Ishita, Ishita tersadar dan bertanya pada Ruhi. Ruhi pun menanyakan tentang gaun yang akan dipakai nanti malam. Raman lalu meminta Ruhi memberi ciuman selamat pagi, Ruhi menyuruh ayahnya meminta pada Ishita. Raman pun berpandangan dengan Ishita, Ruhi lalu keluar kamar. Raman pun kemudian berbicara pada Ishita mengenai acara Sangeet Shagun nanti. Tak beberapa lama Toshi memanggil Ishita dan Ishita bergegas keluar. Raman pun berbicara sendiri.

Raman berjumpa dengan Shagun di sebuah kafe. Mereka membicarakan tentang sikap Shagun pada Ruhi kemarin. Mereka pun bertengkar. Raman mengatakan sesuatu mengenai Ashok yang Menciptakan Shagun terkejut. Shagun lalu bergegas pergi.

Mihir berbicara di telepon dan menyuruh seseorang untuk datang lebih cepat, sementara Mihika sibuk mengarahkan dua orang pelayan untuk membawa hadiah2 milik Shagun. Usai menelpon Mihika berbicara dengan Mihir. Mihir setengah membentak dan meminta maaf pada Mihika. Mihika lalu bercanda dengan merusak tatanan rambut MIhir dan Mihir membalasnya. Ashok lalu datang dan memandang mereka. Ashok berdehem dan Mihir menghentikan candaannya bersama Mihika. Ashok lalu menawarkan bahtuan pada Mihir, Mihir menjawab bahwa sudah banyak yang telah membantunya lalu Mihir menggandeng tangan Mihika. Ashok menatapnya. Shagun lalu datang dan berkata pada Ashok bahwa dirinya ingin berbicara lalu Ashok pergi bersama Shagun.

Shagun meminta Ashok menandatangani surat sah adopsi Aditya. Ashok terlihat kesal dan Shagun memberi penjelasan, Shagun juga berkata jika Ashok Tak mau menandatanganinya maka Shagun Tak mau menikah dengan Ashok. Sooraj datang bersama Parmeet, Shagun bergegas pergi ke kamarnya. Parmeet menyapa Ashok sambil membawakan baju untuk pernikahan Ashok dan meminta Ashok untuk mencobanya. Ashok menyuruh Parmeet untuk diam, dia Berawal Dari mengomel pada Sooraj dan Parmeet . Sooraj pun tertawa mendengarnya dan menyuruh Ashok membatalkan pernikahannya.

Sopir datang dan mengatakan sesuatu, Ashok pun memarahinya. Sooraj pun menenangkan Ashok. Ashok lalu bergegas pergi.

Ishita berbicara ditelpon dengan Raman, mereka membicarakan sesuatu. Usai menutup telepon, Raman memandangi foto Ishita bersama Ruhi di laptopnya. Ishita sendiri bertanya2 mengapa Raman sangat romantis.

Bencana yang hendak masuk ke dalam apartemen mendengar suara Ishita memuji2 Raman. Bencana pun mendekatinya dan menggodanya. Mereka lalu berbicara. Bencana lalu bercerita tentang Raman yang menceritakan ttg temannya. Tetapi Bencana berkata bahwa dirinya Tak Dapat ditipu dan Bencana tau jika Raman sedang meneritakan dirinya sendiri.  Bencana lalu pergi dan Ishita teringat paket kontrasepsi semalam. Ishita mengingatnya dan tersenyum sendiri lalu dia berkata bahwa Raman telah menyiapkan paket kontrasepsi itu semalam. Ishita pun berpikir dirinya juga harus memberitahu Raman tentang perasaannya. Ishita berkata akan mengatakannya pada Raman malam ini.

Mihir sedang menari bersama Bencana di pesta Shagun. Mereka terlihat sangat lucu. Ashok dan Shagun tertawa memandang mereka. Mihika lalu datang dan berdiri bersama mereka. Ishita dan Raman juga datang, mereka membicarakan Mihir. Simmi mencari2 Parmeet,

Bencana membuka  acara Sangeet Shagun dan mengucapkan selamat datang untuk semua undangan. Bencana juga mengucapkan terima kasih pada Ashok dan Shagun. Lalu Toshi muncul dan menari bersama Madhavi. Semua orang terkesan dengan penampilan mereka dan bertepuk tangan.

Simmi masih menunggu Parmeet lalu Parmeet muncul dan memeluknya. Mereka lalu mengobrol.

Bencana lalu mengatakan sesuatu dan memanggil Aditya untuk naik ke atas panggung, semua orang pun bertepuk tangan. Raman lalu mengatakan pada Bencana bahwa dirinya ingin menari bersama Aditya.  Lalu Bencana mengumumkan bahwa Aditya akan menari bersama ayahnya yaitu Raman Bhalla. Aditya terlihat ragu untuk maju. Shagun menyuruhnya mendekati Raman Akan Tetapi Aditya menolak dan pergi. Shagun hendak mengejarnya Akan Tetapi Ashok melarang dan berkata agar membiarkan Aditya pergi.

Bencana mengatakan saat Raman turun panggung bahwa anak2 terkadang merasa takut. Ishita menyambut Raman dalam genggaman tangannya dan memintanya untuk kembali ke atas panggung. Bencana lalu memanggil Ishita dan Raman, Parmeet pun berkomentar. Ishita lalu menari bersama Raman. Mereka menari sangat mesra dan Ruhi bersorak kegirangan memandang Raman dan Ishita. Mani juga memuji mereka.

Aditya terlihat sangat kesal memandang Raman bersama Ishita. Parmeet lalu mendekati Aditya dan Berawal Dari memprovokasinya mengenai Raman. Simmi memandang Parmeet sedang memprovokasi Aditya.

Bencana lalu kembali berbicara dan memanggil Shagun untuk unjuk kebolehan. Shagun memakai baju bergayanbarat dan terlihat seksi, dia pun menari dengan lincah.

Simmi menghampiri Parmeet dan bertanya mengapa dia memprovokasi  Aditya. Parmeet pun mencoba membela diri bersikap seolah2 dirinya Tak bersalah. Lalu Parmeet bergegas pergi meninggalkan Simmi.

Aditya berjalan ke lantai atas dan memikirkan ucapan Parmeet. Aditya pun merasa dendam pada Ishita dan ingin memberinya pelajaran. Seorang pelayan melintas dan Aditya meminta padanya untuk dibawakan air panas. Aditya lalu menelpon polisi dan melaporkan bahwa ibun tirinya telah membakar tangannya Sebab dirinya Tak melakukan pekerjaan seperti yang diperintahkan ibu tirinya. Aditya Menyodorkan nama Ishita pada polisi tersebut dan memintanya untuk segera datang. Pelayan datang membawakan dua gelas air panas dan meminta Aditya untuk berhati2.

Ashok hendak pergi Akan Tetapi Shagun menahannya. Meraka pun berdebat tentang penandatanganan surat adopsi Aditya. Ashok lalu memandang Mani, dan Ashok pun bermesraan dengan Shagun. Mani lalu mengatakan sesuatu.  Dan kemudian dia mendapat telepon dan menjauh. Setelah Mani pergi, Ashok hendak beranjak Akan Tetapi Shagun menahannya dan menyuruhnya untuk segera memutuskan tentang Aditya.

Ishita membawa makanan dan Raman menghadangnya, mereka berbicara sebentar lalu mereka semakin dekat dan saling tersenyum.

Mani masih berbicara ditelepon dan dia memandang polisi datang, Shagun mendatangi Mihika dan Mihir untuk menanyakan Aditya, Shagun lau bergegas ke lantai atas. Sementara Mani menemui Inspektur dan menanyakan maksud kedatangannya, Mani juga memperkenalkan dirinya pada Inspektur.

Ishita masih berdua dengan Raman, mereka berbicara dengan begitu dekat. Ishita pun nampak tersipu malu dengan pembicaraan Raman. Raman pun Menyodorkan senyum termanisnya untuk Ishita.

Mani masih berbicara dengan Inspektur, Inspektur berkata bahwa dirinya datang untuk menangkap  Ishita Bhalla. Polisi hendak masuk dan Mani menahannya, dia berkata akan memanggilkan Ishita.

Raman masih memaksa Ishita untuk berbicara dan dirinya ingin mendengarkan. Mani datang dan memanggil Ishita keluar. Mani meminta maaf pada Raman dan pergi bersama Ishita. Raman pun mengomel.

Ishita dan Mani menemui polisi. Polisi mengatakan ada yang mengkomplainnya, polisi berkata jika Aditya mengkomplainnya. Polisi berkata bahwa  Aditya mengatakan jika Ishita mencoba membunuhnya. Mani pun membela Ishita. Polisi pun mengingat Ishita saat dipenjara bersama Raman. Polisi lalu mengatakan sesuatu. Ishita masih berusaha menjelaskan. Mani mendukung ucapan Ishita, Polisi hendak masuk Akan Tetapi ishita menahannya. Ishita pun ikut dengan polisi dan melarang Mani memberitahu Raman. Parmeet juga memandang Ishita dibawa polisi.

Shagun membawa turun Aditya dengan tangan terluka. Semua sibuk menolongnya. Tn. Bhalla Menyodorkan salep dan Shagun mengobati Aditya. Shagun berbicara dengan Raman. Raman meminta Mihir segera menelpon dokter.  Lalu Ashok dan Raman sama2 Menyodorkan tangannya untuk membantu Aditya dan Aditya memilih tangan Raman, Ashok pun merasa kesal. Sooraj memandang dari tangga dan berkatan bahwa Ashok terlalu berlebihan.

Parmeet memanggil Ashok dan mengatakan penangkapan tentang Ishita pada Ashok. Ashok pun memuji Parmeet dan Ashok terlihat bahagia. Semenhtara Ramjan meminta Shagu untuk tenang Sebab Ishita akan datang. Ashok pun menanyakan keberadaan Ishita dengan nada mencemooh pada Raman. Raman meminta Ashok berhenti mencemooh.

Inspektur mewawancara Ishita dan Mani. Ishita berusaha menjelaskan dan Mani ikut membelanya. Inspektur berkata bahwa malam ini Ishita harus tinggal di sel. Ishita pun terkejut mendengarnya.

Raman berusaha menelpon Ishita lalu menelpon Mani. Mani mengatakan yang sebenarnya sementara Ishita sudah berada di dalam penjara. Raman menutup telepon dan memberitahu Mihir untuk tetap bersama Aditya

Shagun terkejut mendengar penjelasan Aditya, dia merasa marah dan mengumpat Ishita. Toshi membela Ishita dan membentak Shagun. Shagun pun membawa Aditya pergi. Raman menjelaskan pada polisi bahwa Ishita Tak mungkin melakukan semua itu dan berkata jika Aditya sudah berbohong. Mani sibuk menelpon. Ishita meminta Raman untuk pergi menemui Aditya dan Raman menghampirinya lalu berbicara bahwa dirinya Tak Dapat meninggalkan Ishita sendirian. Ishita mencoba menenangkan Raman dan berkata jika dirinya baik2 saja. Mihir datang dan menjelaskan bahwa dirinya sudah menghubungi pathak Akan Tetapi pathak Tak Dapat membantu Sebab ini tentang hukum anak2. Raman berkata akan melakukan sesuatu dan meminta Mihir untuk tetap tinggal.


Parmeet meminta minuman pada bartender. Simmi muncul bertepuk tangan untuk Parmeet. Mereka lalu berbicara. Simmi pun membela Ishita dan bertanya bagaimana Dapat Parmeet menggunakan Aditya untuk memberi kan ‘pelajaran’ pada Ishita. Parmeet Berawal Dari merayu Akan Tetapi Simmi menghentikannya dan berkata bahwa dirinya Tak akan mendengarkan Parmeet lagi. Simmi berkata bahwa dirinya menemui Parmeet untuk memandang semuanya dan ternyata Parmeet memang telah melakukan kesalahan. Simmi lalu bergegas pergi. Parmeet tersenyum dan berkata bahwa Simmi akan memandang apa yang Tak dapat dilakukan Ishita hari ini , dirinya akan melakukannya. Sumber dari Intifilm.com

Leave a Reply