Sinopsis Thapki Episode 62

Sinopsis Thapki Episode 62 – Bihaan mengancam Thapki yang batal.mengungkap alasan sebenarnya ia mengakui pencurian itu pada seluruh keluarga. Bihaan akan menenggelamkan dirinya bersama patung pemujaan di danau. Thapki berusaha mencegah Bihaan dengan mengatakan bahwa ia tak ingin ada perpecahan. Setelah diyakinkan Thapki, Bihaan akhirnya bersedia naik ke tepi danau. Thapki meminta maaf pada semuanya bahwa ia tak Dapat mengatakan kejadian sebenarnya.Bauji mendekati Thapki dan meminta maaf padanya Sebab telah mengusir Thapki dari rumah. Nenek juga meminta maaf pada Thapki dan bersedia menerima Thapki di rumah Pandey kembali sebagai menantu. Bihaan dan Thapki sangat bahagia mendengarnya. Druv ikut bicara, ia berterima kasih pada nenek yang telah menerima Thapki kembali. Druv juga meminta maaf pada Thapki Sebab telah meragukan dirinya. Shradda geram Sebab Druv berbicara seperti itu pada Thapki.

Setelah dari danau, keluarga Pandey menuju rumah. Mereka berdiri di depan pintu utama. Cuthki membawa baki pemujaan dan menginginkan adanya ritual Aarti untuk Thapki dan Bihaan sebelum masuk ke dalam rumah. Cuthki Menyodorkan baki itu pada nenek, namun nenek meminta Vasundra yang melakukan ritual itu Sebab Vasundra yang pertama kali mengusir Thapki dan Bihaan. Vasundra menyanggupinya dengan terpaksa. Ia melakukan ritual dengan menata kesal pada Thapki. Begitu juga Shradda yang menahan amarahnya.

Bihaan dan Thapki melangkah bersamaan masuk ke dalam rumah dan segera meminta restu pada Bauji, nenek dan Vasundra. Setelah itu mereka segera menuju kamar. Di depan kamar, Bihaan menahan Thapki untuk masuk. Ia mengajak Thapki untuk berselfie terlebih dahulu. Bahu mereka tak sengaja bersentuhan lalu keduanya saling memandang. Kamera yang di stel otomatis, memotret mereka yang sedang berpandangan. Mereka tersadar lalu Bihaan mengajak berfoto sekali lagi namun Thapki menolak. Ia langsung masuk ke kamar diikuti Bihaan yang membawakan koper mereka.

Bihaan nampak bahagia dan ia langsung menjatuhkan sir ya ke atas kasur. Thapki malah terlihat murung Sebab ia memandang Vasundra tak bahagia ia kembali ke rumah. Bihaan menghibur Thapki dan Thapki akhirnya Dapat tenang kembali. Malam harinya setelah semua orang tidur, Bihaan mendatangi Shradda sambil membawa pisau. Ia menagih uang RS7500 yang mereka jadikan taruhan. Shradda ketakutan memandang Bihaan membawa pisau. Ia pun segera menyerahkan uang itu pada Bihaan. Tak selesai di situ, Bihaan menggiring Shradda dengan pisau di depan lehernya. Ia membawa Shradda ke gudang yang dipenuhi balon warna merah dan putih. Bihaan menggambarkan balon warna merah sebagai dirinya dan balon putih sebagai Thapki. Bihaan mempersilahkan Shradda untuk menusuk balon itu dengan pisau yang ia bawa untuk mengungkapkan kemarahannya. Bihaan lalu keluar dan menutup pintu gudang. Shradda kesal dan memandang balon-balon itu bagaikan Thapki dan Bihaan yang sedang mentertawakan nya. Shradda menusuk balon-balon itu dengan pisau yang diberi oleh Bihaan.

Suara letusan balon itu terdengar oleh Vasundda yang sedang tak Dapat tidur di kamarnya. Vasu menuju gudang untuk memandang  yang terjadi. Ia memandang Shradda menusuk balon dengan marah. Vasu menghentikannya dan menanyakan apa yang terjadi. Shradda mengungkapkan kekecewaannya Sebab ia gagal.memisahkan Thapki dengan Druv. Vasu merasa kasihan memandang Shradda menangis dan memeluknya.

Baca Juga : Daftar Sinopsis Thapki ANTV

Keesokan harinya, Thapki selesai mandi dan memandang Bihaan sudah tak ada di kamar sepagi itu. Tak lama kemudian Bihaan datang sambil membawa hadiah untuk Thapki. Thapki membukanya yang ternyata Adalah high heels. Thapki sangat bahagia. Bihaan lalu membuka lemari dan ternyata Bihaan sudah menyiapkan banyak high heels berbagai model di dalam lemari untuk Thapki. Thapki terkesima dengan kejutan Bihaan untuknya. Thapku kemudian memberi ketapel pada Bihaan. Thapki tahu, Bihaan menyukai ketapel dan Bihaan berjumpa Bauji pertama kali Sebab Bihaan menyelamatkan Bauji dengan ketapel. Bihaan terharu mengingatnya. Bihaan mencoba memakai ketapel itu namun ia Keliru sasaran dan malah mengenai pinggang Thapki. Thapki.marah dan mereka bertengkar lagi.

Thapki berada di dapur menyiapkan sarapan. Nenek masuk bersama Shradda. Nenek menegur Thapki ya g sedang memasak. Ia melarang Thapki dan menyuruhnya pergi. Shradda mengira bahwa nenek masih marah pada Thapki. Namun ternyata nenek Menyodorkan keringanan pada Thapki untuk Tak melakukan pekerjaan rumah selama beberapa hari dan menyuruh Thapki berjalan-jalan bersama Bihaan. Nenek kemudian menyuruh Shradda u tuk menyiapkan sarapan menggantikan Thapki. Nenek lalu pergi. Shradda memgomel kesal pada Thapki dan melemparkan masakannya ke dalam minyak panas begitu saja sampai-sampai minyak terciprat ke tangannya. Shradda marah-marah dan keluar dapur. Ia teringat pada Druv dan segera masuk ke kamar. Druv saat itu sedang mandi dan Shradda menemukan dokumen kerja Druv di atas meja. Shradda pun berencana jelek dengan pekerjaan itu.

Bihaan sedang memasukkan pakaiannya darinkoper ke lemari. Ia memandang foto Bauji dan Vasundra. Ia mengungkapkan betapa sayangnya ia pada Bauji. Thapki mendengar perkataan Bihaan. Thapki pun menghibur Bihaan.

Shradda sedang menghafal isi Arsip kerja Druv tadi. Cuthki dan Bathki datang hendak Menyodorkan catatan tugas Shradda untuk menggantikan Thapki. Shradda tak.memperdulikan mereka dan terus menghafal. Cuthki dan Bathki lalu menghadang Shradda dan mengingatkan Shradda dengan tugas-tugas itu. Shradda kesal dan mengiyakan perintah Cuthki dan Bathki lalu ia lanjut menghafal. Cuthki dan Bathki tak habis pikir dengan ulah Shradda.

Thapki dan Bihaan kembali bertengkar di kamar. Awalnya Bihaan tak mengerti apa yang dipermasalahkan Thapku. Namun akhirnya Bihaan mengerti bahwa Thapki merasa tersinggung Sebab Bihaan memakai kaos bergambar kereta uap, seperti julukan Bihaan kepadanya. Tak lama kemudian Bihaan mendapatkan telepon dari seseorang membicarakan tentang kartu kredit. Orang itu berbahasa Inggris dan Bihaan membalas dengan bahasa Inggris yang ala kadarnya. Thapki gemas dan ia merebut ponsel Bihaan. Thapki mengatakan pada orang itu untuk membatalkan penawaran kartu kreditnya, dengan bahasa Inggris yang lancar. Bihaan mengambil kembali ponselnya dan marah pada Thapki yang lancang memotong pembicaraannya. Bihaan marah dan memutuskan tetap memakai kaos kereta uap itu meskipun Thapki tak menyukainya.

Druv bersiap ke kantor dan mengambil Arsip nya di meja. Tak sengaja ia menyenggol botol tinta dan tintanya tumpH di aras Arsip kerja Druv. Druv sangat kesal lalu Shradda muncul. Ia menawarkan untuk.membantu Druv menuliskan kembali isi Arsip nya. Druv ragu namun mempersilahkan Shradda membantunya.

Diwakar datang bersama arak-arakan genderang. Ia pamer pada Aditi bahwa ia sudah berhasil jadi model ( oh ya… Berawal Dari Episode ini pemeran Aditi nya ganti. Yang sekarang lebih bule hehhe… ). Sementara itu di rumah Pandey, Bihaan dan Thapki menuju lantai bawah sambil berbicara bahasa Inggris. sampai dibawah mereka berjumpa dengan Vasu dan Bauji. Bihaan lalu memamerkan kaos kereta uap nya pada Bauji. Bauji tertawa Sebab kereta uap yang suaranya tersendat-sendat. Ia tak tahu jika itu julukan Bihaan pada Thapki.

Tak lama kemudian Druv dan Shradda bertengkar sambil.berjalan menuruni tangga. Pasalnya, Shradda yang berniat membantu, malah Keliru menulis ulang isi Arsip Druv. Shradda malah menuliskan daftar belanjaan. Bihaan mengejek Shradda. Thapki menawarkan bantuannya namun Shradda mencegah. Druv marah pada Shradda Sebab itu pekerjaan penting. Akhirnya Druv mempersilahkan Thapki menuliskan ulang. Selesai itu Thapki.Menyodorkan tulisannya pada Druv dan benar. Druv berterima kasih pada Thapki dan itu Menciptakan Shradda dan Vasu naik darah. Druv pergi ke kantornya dan Bihaan mengajak Thapki pergi. Thapki berbicara bahasa Inggris pada Bihaan dan Bihaan menjawab dengan ala kadarnya. Bauji tertawa memandang itu.

Thapki dan Bihaan pergi ke sebuah restoran yang sudah dipesan Bauji untuk mereka. Thapki dan Bihaan Berawal Dari.memesan makanan. Saat bicara, ada anak.kecil yang memperhatikan Thapki. Tak lama, gadis itu mendekati Thapki dan mengejek gaya bicara Thapki yang tergagap. Bihaan merasa tak bahagia dan menyuruh gadis itu kembali ke meja nya. Ayah anak itu datang dan malah memuji keberanian ayahnya. Sang ayah Menyodorkan uang ganti rugi pada Thapki namun Bihaan marah dan merasa dihina. Istri pria itu melerai mereka namun suaminya tak mau. Bihaan hampir menghajar nya namun Thapki menahan Bihaan. Pria itu kembali duduk di.meja nya dan menelpon seseorang. Ternyata pria itu suruhan Vasu. Ia memanggil anak buahnya untuk menghajar Bihaan. Bihaan dan Thapki dihadang saat akan pergi dan pria itu bersama anak buahnya menghajar Bihaan. Tak ada seorang pun di tempat itu yang membantu Bihaan ( ngga masuk akal yaa.. Banyak orang lho padahal.. Panggil polisi kek.. Aduhh India 😛 ) pria itu akhirnya menembak Bihaan. Bihaan jatuh tersungkur dengan luka tembak di dadanya. Pria itu dan anak buahnya kabur setelah Thapki mengancamnya dengan obor ( telat mbak! ). Thapki segera membawa Bihaan ke rumah sakit.

Bihaan segera di operasi dan proyektil peluru berhasil dikeluarkan. Namun Bihaan mengeluarkan banyak darah sehingga ia membutuhkan donor. Thapki menelpon orang rumah namun tak ada yang mengangkat. Thapki pulang ke rumah dan berjumpa Vasundra. Ia menceritakan bahwa Bihaan tertembak. Vasu terkejut mendengarnya. Thapki.meminta Vasu untuk menjadi donor untuk Bihaan namun Vasu Menyodorkan syarat. Thapki harus bersedia mengajukan perceraian pada Bihaan. Setelah itu, Vasu baru mau menolong Bihaan. Thapki bimbang menerima syarat Vasu. Sementara itu di rumah sakit, kondisi Bihaan mengalami kritis dan koma. Sinopsis by INTAN dari Intifilm.com

Leave a Reply