Sinopsis Tomorrow With You Episode 15 Part 1

Ma Rin terkejut bukan main saat tiba di rumah dan ternyata Young Jin sudah menunggunya. Sementara itu, So Joon menelfon Ma Rin dan diangkat. Namun yang mengangkatnya Adalah Young Jin, berkata kalau ia sedang sibuk sekarang. 

“Apaan kau?” So Joon terkejut juga. 

“Seperti yang kubilang, saya sedang sibuk. Dimana kau sekarang? Ma Rin-ie… dimana dia?”

“Cobalah berpikir, Kunyuk! Dia bersamaku, makanya saya yang menjawab ponselnya. Bukan begitu?”

So Joon panik, ia mengulagi pertanyaannya dimana Ma Rin dengan membentak. Ia menjelaskan kalau Black box Young Jin ada di tangannya dan ia mengajak Young Jin berjumpa.

“Kalau kau punya otak, jangan telepon polisi. Nanti kutelepon lagi. Mengerti? Si Hebat Yoo Soo Joon Sajjang-nim.”

So Joon langsung berlari menuju mobilnya dan ia berjumpa Doo Sik yang juga tampak tergesa-gesa. So Joon mengatakan kalau Ma Rin bersama Young Jin sekarang, entah dibawa kemana. 

“saya tahu. saya tahu segalanya.”

“Kalau begitu, Ahjussi harus ke sana.”


“Oke, saya pergi. saya akan menangkap dia.”

“Tak, Ma Rin dalam sekapannya. Jangan membahayakan nyawa Ma Rin seperti itu. Lagi pula, dia ingin berjumpa saya. Saat Kim Yong Jin menemui saya, selamatkan Ma Rin diam-diam.”

“So Joon~a.”

“Kim Yong Jin Tak akan sadar.”

“So Joon, kau Tak akan benar-benar menemui dia, ‘kan? Tak, jangan lakukan! Kau Tak boleh menemui dia!”

So Joon menunjukkan black box Young Jin, sambil mengingatkan kalau Doo Sik pernah bilang Young Jin akan mengambil itu darinya. Doo Sik membenarkan, Young Jin memang akan mengambilnya dari So Joon. 

“Kalau begitu, saya harus lebih dulu menyerahkannya pada polisi. Apa saya naik subway sendirian setelah diancam oleh bajingan itu?”

“saya yakin Sebab kau Tak punya pilihan demi Ma Rin.”

“Itu sebabnya dia Dapat meloloskan diri. saya Tak akan mengulang kesalahan yang sama lagi. saya akan pastikan bajingan itu ditahan hari ini.”

So Joon akan menuju stasiun Akan Tetapi dihalangi Doo Sik, ia memperingatkan kalau So Joon Dapat dalam bahaya. So Joon menegaskan, kalau Tak mereka selesaikan hari ini, maka bahaya itu menghampirinya esok. Jadi mereka harus menangkapnya hari ini selagi ada kesempatan.

“Cepat susul Ma Rin sekarang. Ahjussi mampu menyelamatkan Ma Rin, itulah yang kuyakini. Pastikan dia selamat. saya memercayaimu, Ahjussi. Anda Adalah ayah Ma Rin.”

Doo Sik pun akhirnya setuju dengan So Joon, ia ke lokasi Ma Rin dan So Joon ke stasiun. Dalam perjalanan, So Joon menelfon Ki Doong mengabarkan mengenai situasi ini. Ki Doong terkejut mendengar Young Jin menculik Ma Rin. So Joon singgah dulu di kantor untuk Menyodorkan blackbox-nya pada Ki Doong untuk diserahkan pada polisi. So Joon belum memeriksanya, jadi belum tahu apa-apa. Akan Tetapi ia rasa Yong Jin ada sangkut pautnya dengan kematian Ayah Se Young.

“Apa maksud ucapanmu?”

“Ini… Dapat jadi buktinya.”

“Jelaskan padaku lebih rinci! Ada apa dengan Ayah Se Young?”

“Cepat ke kantor polisi sana! Meski mungkin Tak ada apa-apa di rekaman itu, kita tetap harus menangkap Kim Yong Jin.”

“saya perlu mengerti situasinya, So Joon-ah.”

“Polisi Tak boleh gegabah. Jika Kim Yong Jin menyadari gerakan mereka, kita Tak akan Dapat menangkap dia. saya akan melumpuhkannya dulu. Polisi Dapat bergerak setelahnya.”

Young Jin membawa mobilnya ke tempat sepi lalu berganti mobil dan meninggalkan Ma Rin dengan pintu mobil terkunci. Ki Doong membawa Black Box Young Jin ke kantor polisi dan mereka memutar rekamannya. Terdengar suara Ayah Se Young. Detektif itu memanggil rekannya yang bertanggung jawab dalam kasus Presdir Happiness untuk mendekat

Young Jin menelfon So Joon, jika So Joon ingin Ma Rin kembali…

“Kau ingin berjumpa di Stasiun Namyeong? Baik, ayo lakukan.” Tebak So Joon. 

“Benar-benar luar biasa. Kau sungguh Dapat memandang masa depan, ya? Saat terakhir kali… kau tiba-tiba menghilang di hadapanku. saya penasaran tentangmu, jadi saya menyadapmu dan akhirnya mengerti. Kau bukan orang biasa. Kau bukan tokoh utama film, maupun komik. B**** ini benar-benar aneh. Demi meraih sebanyak yang kau miliki, apa kau tahu seberapa berat perjuangan orang lain? saya selalu bekerja keras. saya mengalami banyak rasa sakit. Akan Tetapi tetap Tak meraih sebanyak dirimu. Jujur saja, itu Tak adil dan membuatku marah, Br****! Dasar pemalas. Kau menjalani hidup yang sangat mudah, ‘kan? Jadi, hadapilah rasa sakitmu sekarang. Bukan begitu?”

“Tetap saja, orang lain Tak menjadi sepertimu. Ya, memang saya mengetahui masa depan. Mau kuberitahu tentang nasibmu di masa depan? Hari ini, kau akan menyingkirkan saya. Kau berhasil melarikan diri. Itulah yang kau inginkan.”

“Sungguh? Terima kasih banyak. Kau sangat hebat, Yoo Sajjang-nim. Kau sudah tahu namun tetap menemuiku?” Sindir Young Jin.

“Sebab saya Tak akan membiarkannya terjadi.”

Young Jin Tak mengerti maksud ucapan So Joon. Tapu yang jelas rencananya Adalah berjumpa dengan So Joon di dalam kereta. Kemudian mendapatkan black box-nya kembali, lalu lihat sama-sama kelanjutannya. “Kau pastikan bawa black box-ku. Mengerti? Jangan sampai kau menghubungi polisi. Jika kau lakukan, jangan harap berjumpa isterimu lagi. Mengerti kau? saya tanya kau mengerti Tak, Br*****!? Sekalipun polisi menangkapku, Tak akan kutunjukkan tempatnya. Lalu, isterimu akan wafat,meninggal kelaparan. Dia juga akan wafat,meninggal kedinginan. Dia wafat,meninggal!

“Hei, Kim Yong Jin. Tutup mulutmu itu! Ayo berjumpa.”

Sementara itu di mobil, Ma Rin sudah sadarkan diri Akan Tetapi ia masih lemas bahkan untuk membuka matanya pun belum mampu. Untungnya ia masih Dapat bergumam minta tolong. Dan tepat saat itu Doo Sik datang yang langsung memecahkan kaca mobil untuk mengeluarkan Ma Rin. 

“Siapa Anda?” Tanya Ma Rin dalam gendongan Doo Sik. 

“Ma Rin, kau Tak apa-apa?”

“Anda siapa?”

“Appa… Ayahmu!” Jawab Doo Sik sambil terus berlari menuju rumah sakit.

So Joon sudah dikabari Doo Sik kalau Ma Rin diantarnya ke Rumah Sakit. Semuanya disana baik-baik saja jadi So Joon Tak perlu khawatir.  

Saat ini So Joon melangkah memasuki stasiun dan Young Jin menelfonnya. Tanpa basa basi So Joon bertanya dimana Young Jin. 

“Naiklah keretanya, saya di gerbong kedua atau ketiga dari belakang. Kita lihat yang akan terjadi, Br****. Sampai ketemu.” Komando Young Jin.

So Joon ternyata Tak sendiri, ia bersama Ki Doong dan dua detektif Akan Tetapi jarak mereka jauh. 

“saya akan menghilang 90 detik setelah naik. Kau harus menangkap Kim Yong Jin dalam 90 detik.” Pesan So Joon yang dikirimnya pada ponsel Ki Doong. 

Mereka berdua lalu saling mengangguk mengerti dan memasuki kereta. Detektif melarang Ki Doong ikut dan meninggalkannya di Keliru satu gerbong. Young Jin kembali menelfon So Joon, ia berubah posisi, ia mengajak So Joon berjumpa di gerbang tengah. 

So Joon langsung menuju gerbong tengah Akan Tetapi tiba-tiba ia berhenti saat memandang gerbong yang Tak asing. 

“Hari itu saya mengikuti diriku sendiri untuk mencari tahu. Namun saya berbalik dan memandang diriku yang lain. Sebab itu, esok harinya saya kembali. Tahu yang kulihat? Diriku yang kemarin. Tak boleh, kau Dapat Menciptakan keadaan jadi rumit.”

So Joon masa lalu berlari menjauh melewati dua detektif. Lalu ia di hari berikutnya juga melewati dua detektif itu hanya selang beberapa detik. Dua deteltif heran Sebab So Joon memakai baju berbeda, mereka pun memutuskan untuk mengejar kedua So Joon dari masa lalu itu. Sementara So Joon yang asli berhasil berjumpa dengan Young Jin. Tanpa basa basi ia langsung memukul Young Jin. Semua penumpang ketakutan dan menghindar. Young Jin Tak mau kalah dipukuli begitu. 

“Kau pasti kalah. Meskipun saya wafat,meninggal di tanganmu, kau Tak akan Dapat mengalahkanku. Hidupmu sudah gagal total.” Ujar So Joon. 

“Tutup mulutmu! Berikan black box-nya padaku!”

“Jalani sisa hidupmu tanpa apa pun! Tanpa uang, kehormatan, keluarga, teman, atau apa pun juga. Layaknya sampah di jalanan!”

Mendengar itu, Young Jin balik menyerang So Joon Akan Tetapi So Joon lebih unggul darinya. Sampai saat Young Jin memiliki kesempatan untuk menghunus piasu dan menusukkannya pada So Joon. So Joon melepaskan Young Jin Sebab rasa sakit itu, ia memegangi perutnya yang berdarah. Kereka memasuki lorong, ia tumbang dan menghilang meninggalkan jejak darah. Gak tahu ini Aktualisasidiri Young Jin gimana, sedih atau bahagia. Orang ini gak jelas banget. Ki Doong dan detektif datang terlambat. Ki Doong menyesali hal itu. Sementara Detektif mendesak Young Jin untuk mengatakan kemana perginya So Joon. 

Ma Rin sudah mendapat perawatan dan ia akan bangun 1-2 jam lagi. Doo Sik memandang Ma Rin, teringat permintaan Ma Rin agar ia menemui Ma Rin saat kembali ke masanya. 

Doo Sik membetulkan selimut Ma Rin lalu melangkah ke pintu Akan Tetapi Ma Rin memanggilnya, meskipun dengan mata masih terpejam. 

“Bagaimana Dapat tahu saya terkunci di dalam sana? Appa… Katanya kau Ayahku saat membawaku kemari tadi.”

Doo Sik berbalik, menyuruh Ma Rin istirahat dulu dan membicarakan masalah itu setelah Ma Rin benar-benar bangun. 

“Apa ini mimpi? Sebelumnya, Ayah Tak pernah terlihat jelas di mimpiku.”

“Ini bukan mimpi. Maafkan untuk segalanya. Maaf..”

Detektif datang untuk menanyai Ma Rin soal Young Jin. Ma Rin menyela, apa kepolisian sudah menangkap Young Jin. Detektif membenarkan, mereka sudah menangkapnya. 

Detektif akan Berawal Dari menanyai Akan Tetapi Doo Sik mengajak detektif itu keluar Sebab Ma Rin harus beristirahat penuh. Detektif menanyakan siapa Doo Sik Akan Tetapi Doo Sik hanya memaksanya untuk keluar.

Setelah di luar, Doo Sik baru mengatakan kalau ia ayahnya Ma Rin. Ia kemudian menanyakan mengenai So Joon, 

“Ah, saya Tak mengerti Tips menjelaskannya. Saya Tak yakin apa Dapat menyebutnya kasus orang hilang.”

“Dia menghilang dari subway?” Tanya Doo Sik.

“Bagaimana Anda tahu?”

Doo Sik menunduk menyesal dan sedih. Setelah beberapa saat ia menyuruh Detektif pergi dulu sekarang dan kembalilagi besok. 

“Saya harus bicara dengan Song Ma Rin.” Paksa Detektif.

“Dia Tak tahu apa-apa. Dia harus pulih dulu. Tolong, kumohon pengertiannya.”

Ma Rin sudah bangun, hal pertama yang ia lakukan Adalah menghubungi So Joon Akan Tetapi Sebab ponselnya Tak aktif, maka ia hanya mengirim pesan. 

“Ponselmu Tak aktif. Apa mungkin kau sedang memburu Kim Yong Jin? Kim Yong Jin sudah ditangkap. Dan juga, saya di rumah sakit. saya bahkan berjumpa Ayahku. saya Tak memahami ini. Banyak sekali yang terjadi. Cepat telepon saya saat kau membaca pesan ini.”

Doo Sik masuk, memandang Ma Rin duduk begitu ia menegurnya Sebab Ma Rin harus memaksa diri untuk tidur. Ma Rin menjawab ia habis mengirim pesan, Doo Sik pun diam.

“saya sudah menikah. saya merasa dia berada dalam bahaya, Akan Tetapi Tak Dapat menghubunginya. Apa kata Detektif? Apa dia berjumpa suamiku?”

Doo Sik berbohong kalau So Joon sedang di kantor polisi sekarang untuk menyelesaikan laporan. Ma Rin mengerti, pantas saja ponsel So Joon wafat,meninggal. 

Ma Rin lalu menceritakan bahwa suaminya itu orang baik, Dia Suam, lucu, dan menenangkan membuatnya hidup bahagia.

“Bagus.” Jawab Doo Sik bahagia.

“Akan Tetapi, apa yang terjadi hari ini? Bagaimana Dapat menemukan saya?”

“Hari ini, kau istirahatlah dulu. Kita atur waktu bicara nanti. Kita punya banyak sekali waktu.”

Ki Doong berjalan menuju kantor polisi. Sementara di dalam, Young Jin tengah diinterogasi. Young Jin mengakui soal Presdir Shin Sung Kyun dan Presdir Choi Akan Tetapi soal So Joon Tak Dapat diakuinya Sebab Tak ada barang bukti. 

“Kalau dia cedera, maka bawa dia. Kalau dia wafat,meninggal, tunjukkan jasadnya!”

“Kau membunuhnya, B*****!” Teriak Ki Doong yang baru datang dan langsung menyerangnya. Polisi bergerak cepat dengan menjauhkan Ki Doong dari Young Jin. 

Ki Doong tetap berteriak bahwa Young Jin lah yang membunuh So Joon. Young Jin Tak mau kalah, ia menuntut Ki Doong untuk membawa So Joon kehadapannya maka ia akan mengakui semuanya. 

Ma Rin masih menunggu kabar dari So Joon sampai akhirnya ia lelah dan memejamkan matanya, tertidur. Keesokan harinya, Doo Sik kembali ke ruangan Ma Rin sambil membawa makanan Akan Tetapi ruangannya kosong, cuma ada pesan di kertas yang diletakkan Ma Rin di atas ranjang.

Ma Rin merasa sebaiknya ia harus pulang. Ia meninggalkan nomornya agar Doo Sik Dapat menghubunginya soalnya ada banyak hal yang ingin ia tahu. Doo Sik lemas setelah membaca surat itu. Ma Rin sampai di rumah Akan Tetapi So Joon belum juga pulang.

Ma Rin mencuci beras sambil berpikir. So Joon pasti trauma akibat insiden Ayah Se Young. Ia menyesal Sebab Tak Dapat memasak untuk suaminya. Lalu ia teringat So Ri yang Cerdas masak dan hendak menghubunginya Akan Tetapi ponselnya lebih duru berdering. Itu Adalah telfon dari Detektif yang mengatakan kalau So Joon hilang. 

“Sepertinya ada Keliru paham. Kemarin, kudengar dia pergi ke kantor polisi. Tak, pasti Keliru paham.”

Ma Rin lalu berganti baju tanpa tenaga, pikirannya pun kacau sampai ia hendak memakai dua mantel tanpa sadar. 

“Kabar yang aneh sekali. Polisi macam apa yang bahkan Tak tahu kebenarannya? Mana Dapat saya memercayai mereka?” Gerutunya sambil beberapa kali mendesah. 

Ia lalu menghubungi Ki Doong

“Ah, saya… barusan mendengar kabar aneh dari polisi. So Joon. So Joon… So Joon. Tak, ‘kan? Mereka Keliru orang, ‘kan? Mereka bicara yang Tak-Tak. Kurasa, So Joon sedang menjelajah waktu sekarang. Dia bahkan Tak tahu kalau Kim Yong Jin sudah ditangkap, sebab itu dia mencarinya. Akan Tetapi, polisi malah berkata yang Tak-Tak. Ki Doong-ssi. Ki Doong-ssi. Ini Tak benar, ‘kan? Semua orang itu Keliru, ‘kan?” Paksa Ma Rin. 

Ma Rin ke kantor polisi dan ia memberikanpernyataan kalau So Joon pasti akan kembali, ia tahu sulit untuk dipercaya Barah itulah yang terjadi pada suaminya setiap kali naik subway. Menghilang bagai Tak pernah berada di sana lalu mendadak muncul lagi. Dia bahkan sempat menghilang di d Biasa begitu.

“Tetap saja, saya Tak paham soal penjelajah waktu.” Jawab Detektif.

“saya Tak Dapat memaksa untuk percaya. Akan Tetapi, dia memang berada di dimensi lain sekarang. Mencemaskan masa kini.”

“Seperti kataku sebelumnya, dia kehilangan cukup banyak darah.”

“Sebab itu, dia mungkin harus mendapat perawatan 3-5 tahun di masa depan. Teknik medis pasti sudah lebih maju di masa depan. Dia akan kembali setelah pulih. Mustahil dia Tak kembali.”

Setelah memberi pernyataan itu, Ma Rin buru-buru keluar bahkan mengabaikan Ki Doong dan Se Young yang memanggil-manggilnya. Se Young akan mengejar Ma Rin Akan Tetapi ditahan Ki Doong. Ki Doong ingin Ma Rin dibiarkan sendiri dulu. 

Detektif juka ikut keluar, mengatakan mungkin Ma Rin trauma berat sampai mengatakan terus bicara omong kosong soal suaminya Adalah penjelajah waktu. Apa dia selalu bicara melantur begitu?

“Apa?” Se Young terkejut. 

“Oh, soal Yoo So Joon kami mencari saksi mata dan mendatangi rumah sakit terdekat…” Jawab Detektif Akan Tetapi disela Ki Doong. 

“Anda juga melihatnya, Detektif. Dua orang mirip So Joon.”

“Iya, sih. saya Tak sedang memandang hantu, ‘kan?”

“Apa maksudmu itu?” Tanya Se Young.

Ki Doong lalu membawa Se Young ke rumahnya, ia menunjukkan semua barang-barang dari masa depan. 

“Banyak yang sudah dibawa pulang. Tak banyak sisanya.” Jelas Ki Doong.

Se Young ternyata Tak terlalu terkejut Sebab ia sudah menduga So Joon punya rahasia dan segalanya jadi masuk akal sekarang. Ki Doong minta maaf Sebab Tak memberitahu Se Young selama ini.

“Kau… Kudengar kau memukul si pembunuh di kantor polisi?”

“Tak. saya Tak Dapat memukulinya.”

Akan Tetapi kemudian Ki Doong minta maaf, meski harus berakhir di penjara, ia sungguh ingin membunuh dia. Se Young memeluk Ki Doong, kenapa harus minta maaf? Ia malah bersyukur memiliki Ki Doong, kalau Ki Doong Tak ada ia Tak akan Dapat melewati semuanya.

“So Joon akan baik-baik saja, ‘kan? Bagaimana dengan Ma Rin?” Tanya Se Young. 

“saya takut dia akan mencari-cari So Joon seperti orang gila.”

Dan ketakutan Ki Doong benar-benar terjadi. Ma Rin terus mencari So Joon dari satu kereta ke kereta berikutnya, sampi ia memutuskan menunggu di depan pintu masuk stasiun Akan Tetapi So Joon tetap Tak muncul bahkan sampai kereta terakhir.

Sumber dari https://diana-recap.blogspot.co.id/2017/03/sinopsis-tomorrow-with-you-episode-15.html

Leave a Reply