Sinopsis Tomorrow With You Episode 15 Part 2

Pengacara So Joon Menyodorkan berkas-berkas pada Ki Doong. Ki Doong mengerti, jadi So Joon menyiapkan semuanya sebagai jaga-jaga.

“Jika terjadi sesuatu pada beliau, saya diminta menyerahkannya pada Anda.” Jelas Pengacara.

Sampai So Joon kembali nanti, pengacara menyampaikan kalau So Joon menunjuk Direktur Wang sebagai Presdir sementara. Pengacara juga Menyodorkan rencana operasional untuk perusahaan. Sampai So Joon kembali, ia Tak ingin memulai proyek, cukup menguatkan fondasi perusahaan. Intinya, So Joon ingin perusahaan tetap aman dan stabil. Ki Doong membaca semua berkas itu dengan sedih, “Dia sudah tahu berbahaya. Hari itu dengan bodohnya dia tetap pergi.” Akan Tetapi kemudian ia teringat janjinya pada So Joon untuk berjumpa pada tanggal 3 Desember di rumahnya. 

Di rumah, Ma Rin menatap cincin kawinnya dengan sedih.  Ponselnya berdering dan ia cepat-cepat mengangkatnya Akan Tetapi ternyata itu dari Ki Doong. Ki Doong pun menghubungi Ma Rin

“saya menemukan Tips menemui So Joon.”

“Apa itu?”

“Bukan So Joon masa kini, sih. Akan Tetapi So Joon tetaplah So Joon.”

“Apa maksudmu?”

“So Joon dari masa lalu akan datang. Dia punya janji denganku. Dia janji menemuiku tanggal 3 Desember. Ada yang ingin dia tanyakan.”

“Berarti… So Joon dari masa lalu akan menemuimu besok.”

“Ya, kau Dapat menemui dia dan memberitahu semua tentang Kim Yong Jin. Kita Dapat mencegah tragedi ini. Maka, tidakkah masadepan akan berubah? Kau harus menemui So Joon besok.”
Sinopsis Tomorrow With You Episode 15 Part 2

“Ya.”

Doo Sik datang ke rumah ingin bicara sebentar. Ma Rin merasa bukan waktu yang tepat saat ini, ia menyarankan agar Doo Sik bicara lain waktu saja. 

“So Joon Tak akan datang.”

“Bagaimana Dapat kenal So Joon?”

“saya sudah lama kenal dengan So Joon. Sejak 2009… Sudah sangat lama sekali. saya ada di kereta itu juga. Di Stasiun Namyeong. saya melihatmu di sana.”

Kilas Balik…
Saat itu Doo Sik menjajagan paket sikat gigi, semua orang Tak mau membeli Akan Tetapi ayah So Joon berbeda bahkan Menyodorkan kembaliannya untuknya Akan Tetapi Doo Sik Tak mau hal itu, maka ia Menyodorkan sikat giginya lagi.  

“Oh, Tak. Saya Tak Dapat menerimanya. Saya ini pedagang. Silakan digunakan.” Ucap Doo Sik.

Saat itu ia memandang Ma Rin berargumen dengan So Joon. Dan orang-orang mengenali Ma Rin sebagai Bap Soon, lalu Ma Rin mengajak So Joon turun untuk membuktikannya. Sebab bahagia memandang sang putri, Doo Sik pun mengikutinya turun bahkan meninggalkan dagangannya. Doo Sik hendak mendekati Ma Rin Akan Tetapi tiba-tiba kereta yang melaju mendekat membuyarkan semuanya. (selesai)


Ma Rin menyimpulkan, berarti Ahjussi yang juga Dapat menjelajah waktu bersama So Joon juuga yang membantu ia dan So Joon berjumpa Adalah Doo Sik?

“Ya, benar. Maaf mengatakan ini. Terlalu menyakitkan mengatakannya. Ma Rin. So Joon mungkin Tak akan kembali. Ya, dia Tak Dapat kembali. Akan Tetapi, um… So Joon mengambil keputusan itu dengan sadar penuh akan resikonya.”

“Kenapa Tak kembali? Katanya kau Dapat ke masa depan juga. Tak bisakah menemukan dia? Cukup caritahu kapan dan dimana dia. Apa dia terluka? Kenapa dia Tak kembali? Tak bisakah menemukan dia?”

“Tak ada. saya sudah mencarinya, Tak ada. saya sungguh minta maaf harus mengatakannya. Akan Tetapi… So Joon Tak akan Dapat kembali. Jadi, kau… Kau… harus menerima realita itu. Mulailah hidup baru.”

Ma Rin belum Dapat mencerna semua ini. Doo Sik tiba-tiba muncul di depannya mengatakan, “saya akrab dengan So Joon. saya tahu masa depan. So Joon Tak Dapat kembali. Kau harus menerimanya begitu saja!” dan ia harus menjawab “iya, saya Tak akan menunggunya.” Begitu?

Doo Sik hanya Dapat minta maaf. Ma Rin tetap kesal, Doo Sik muncul tiba-tiba setelah 20 tahun, datang menyelamatkannya satu kali, lantas berhak meruntuhkan langitnya? Menyuruhnya melakukan ini dan itu, Apa hak Doo Sik?

“Kau Dapat memandang masa depan dengan jelas. Mestinya hari itu kau menyelamatkan So Joon, bukan saya! Kau bilang tahu segalanya! Kenapa kau membiarkan So Joon sendirian? Kenapa!?”

Ma Rin berhenti untuk menangis lalu melanjutkan lagi, ” saya ingin So Joon. Temukan dia sekarang!” dan ia kembali menangis. Doo Sik pun demikian.

Gun Sook terbangun Sebab mimpi jelek, ia merasa sangat ketakutan. Ia membangunkan So Ri Akan Tetapi malah makin lelap. 

Gun Sookhaus, ia pun berjalan ke kulkas untuk mengambil minum Akan Tetapi tiba-tiba TV-nya nyala sendiri. Gun Sook terkejut Akan Tetapi kemudian ia sadar sudah menginjak remote TV, ia pun mengambil remote itu dan mematikan TV-nya.

Gun Sook sudah mencapai kulkas dan sekarang sedang minum Akan Tetapi ponsel yang dipegangnya tiba-tiba bergetar, ia berteriak kaget. So Ri bangun Sebab teriakan Gun Soo itu. 

“Kenapa kau terus saja teriak?” Tanya So Ri sambil berjalan mendekati Gun Sook.

So Ri menyarankan agar Gun Sook ke psikiater.Gun Sook mengaku kalau ia ketakutan dan jadi mimpi jelek, ia Tak percaya ini. So Ri menenangkan Gun Sook dengan memeluknya. 

“Dia bahkan menculik Ma Rin. Bagaimana kalau terjadi sesuatu yang jelek?” Ujar Gun Sook. 

“saya juga Tak tahu harus bilang apa.”

“Dia Tak akan kemari membunuhku, ‘kan? Hei. Ayo kabur!”

“Kenapa saya juga?”

“saya terlalu takut, Tak Dapat sendirian. Ayo melarikan diri bersama, So Ri-ah.”

Lagi-lagi ponsel Gun Sook bergetar mengagetkan. Itu Adalah telfon dari Ma Rin. Gun Sook Tak sanggup menjawabnya Akan Tetapi So Ri menyuruhnya menjawab saja, ia yakin pasti Ma Rin ingin mengatakan sesuatu. 

“saya sudah dengar semuanya dari kantor polisi. Kau Tak apa-apa?” Tanya Gun Sook. 

“Soal kecelakaan So Joon siapa saja yang tahu?”

“Sejauh ini, hanya So Ri.”

Berawal Dari sekarang, yang terjadi pada So Joon Adalah rahasia. Ma Rin minta tolong pada Gun Sook untuk diam dan beritahu So Ri juga untuk Tak bilang-bilang pada ibunya. Pokoknya Tak boleh memberitahu siapapun. Gun Sook mengerti lalu menutup telfon. 

Setelah itu, Ma Rin menangis sendiri. Akan Tetapi sebentar kemudian ia tenang, sebentar kemudian ia menangis lagi. Sedih deh pokoknya melihatnya. 

“Besok kau harus menemui So Joon.” Ma Rin terngiang kata-kata Ki Doong.

Jadi pada tanggal 3 Desember ia ke rumah Ki Doong. Saat itu So Joon belum datang dan Ki Doong menyuruhnya masuk. 

Jika masa lalu berubah, Ki Doong Tak tahu masa kini akan seperti apa. Akan Tetapi yang jelas, saat So Joon sampai di sana, mereka harus memberitahunya agar tragedi ini Tak terjadi, agar dia Tak terluka. Ma Rin Tak mau, ia meminta Ki Doong untuk menemui So Joon seorang diri. 

“Meski kita ceritakan soal Kim Yong Jin kedua orang itu tetap bernasib jelek. Dia akan dalam bahaya lagi. Saat So Joon sampai, katakan saja padanya bahwa dia ke luar negeri, itu sebabnya kita Tak Dapat menghubungi dia. Kurasa itu yang terbaik.”

“Apa?”

“Katakan padanya hubungan kami Tak berhasil. Dia merasa lelah, kemudian pergi. Suruh dia mengakhiri hubungan secepatnya denganku.”

“Apa maksudmu itu, Ma Rin-Ssi?”

Ma Rin menjelaskan semuanya. So Joon pernah berkata mereka sebenarnya Tak ditakdirkan berjumpa. So Joon semestinya Dapat hidup bahagia sendirian. Masa depan So Joon berubah setelah berjumpa dirinya. Begitupun insiden dengan Kim Yong Jin yang seharusnya Tak terjadi. 

Ki Doong membantahnya, janganlah menyalahkan diri seperti itu. Kali ini, jelaskan saja apa adanya.

“Meski tahu, dia tetap terluka! saya memikirkannya semalaman. Hanya ada satu jawaban. Satu-satunya Tips Adalah mengembalikan semua ke semula. Sebab itu, suruh dia cepat mengakhiri hubungan dengan saya. Katakan… kami sangat Tak bahagia. Jadi, minta dia mengakhiri secepatnya. Bisakah kau lakukan? Kurasa, itu caranya menyelamatkan So Joon.”

Ma Rin pulang dengan langkah berat, sementara So Joon benar-benar ke rumah Ki Doong dan Ki Doong mengatakan apa yang diminta Ma Rin. Reaksi So Joon juga sama seperti dulu. 

“Tunggu. Yakin kau Tak Keliru? Kau Tak mempermainkanku, ‘kan? saya Tak mungkin begitu. Seburuk apa pun hubunganku dengan Ma Rin, saya Tak mungkin melarikan diri.”

“Ada alasan saya Tak mungkin melakukannya. saya… saya minta maaf mengatakannya padamu. Kembalilah sekarang dan akhiri hubungan dengan Ma Rin. Demi kebaikanmu, juga Ma Rin. Hanya ini yang Dapat kukatakan padamu.”

“Jangan bicara omong kosong.”

Setelah itu, So Joon berjalan ke rumah Sebab ia ketinggalan kereta terakhir dan ia mengikuti Ma Rin dari belakang. Kejadiannya sama persis saat ia datang ke masa depan dulu. Ma Rin terserempet motor dan ia yang menegur pengendara motor itu Sebab memanggil Ma Rin Bap Soon. Ma Rin berbaring di sofa sambil menyesali tadi, seharusnya ia menemui So Joon atau melihatnya dari kejauhan.

Sementara itu, So Joon menunggu di luar rumah menunggu Sampai pagi. 

Ki Doong mengirim pesan, 

“Datang lalu pergi. saya ada kabar bagus. Fakta bahwa So Joon datang dari masa lalu, berarti So Joon masih hidup. Dia sempat mengatakan padaku dulu, Akan Tetapi saya baru ingat. Dia hanya Dapat menjelajah waktu selagi dia masih hidup. So Joon jelas masih hidup.”

Membacapesan itu Menciptakan Ma Rin Dapat tersenyum, hatinya sedikit lega. 

— 1 Bulan Kemudian —

Ibunya Ma Rin dandan di spion mobil yang diparkir. Seseorang menegurnya, mau berjumpa Ayah Ma Rin lagi?

“Orang itu terus minta berjumpa. Menjengkelkan sekali.” bantah ibu padahal kentara sekali kalau ia dusta.

Orang itu menyarankan untuk rujuk saja. Ibu masih menolaknya Akan Tetapi orang itu tahu kalau ibu sedang berbunga-kembang. 

Doo Sik membelikan ibu sesuatu dari masadepan. Sebelum ibu membukanya, ia berpesan untuk Tak ditunjukkan pada siapa-siapa. 

Penasaran dong apa isinya, Akan Tetapi setelah dibuka, ibu kecewa dan mengembalikannya kembali pada Doo Sik. Itu Adalah Ohri Ramyeon. 

“Kau punya teman peneliti juga?”

“saya bahkan Tak lulus SMU (bagaimana Dapat punya teman peneliti?).”

“Kau minta saya datang untuk memberiku ramyeon? Ini lebih menjengkelkan lagi.”

“Ya, ini oleh-oleh. Oh ya, ada yang ingin kukatakan. saya Tak ingin berdebat denganmu. Jangan marah, oke? Um… kelihatannya kau berbohong banyak pada Ma Rin soal saya.”

“saya?”

“Saat kau berusia 20 tahun, kau bilang padanya, saya merayu Noona yang seorang gadis lugu.”

“Memang benar, ‘kan?”

“Lihat ekspresimu itu. Ingatlah, waktu itu saya baru 17 tahun. Noona yang menggoda murid SMU lugu sepertiku. Sejujurnya, kau tukang bully di Naju. saya takut padamu dan mencoba kabur, Akan Tetapi tertangkap. saya bahkan Tak lulus SMU gara-gara kau.”

“Berhenti bilang saya lebih tua darimu! Kau yang dusta soal umurmu padaku! Ini alasanmu mencariku? Kau menjadikan masa lalu sebagai alasan. Sebenarnya kau mencoba mencabik-cabik perasaanku.”

“Apa, sih? saya hanya kuatir soal Ma Rin.”

“Kau menggunakan Ma Rin sebagai alasan menempeliku. Itu taktik kuno sekali! Kau Tak menua, ‘kan? saya juga Tak! Jadilah keren dan akui saja.”

“Akui apa? Nada suaramu itu… Niatku tulus,  berada di sini Sebab mencemaskan Ma Rin.”

Ibu menjelaskan kalau Ma Rin hidup bahagia. So Joon ke Amerika memeriksa tanah, mereka akan semakin kaya. Hidupnya luar biasa, dia kesana kemari memperlajari sesuatu, menonton pertunjukan, atau berlibur. Dia sibuk sekali akhir-akhir ini sampai saya sulit berjumpa.

“Kau sering menelepon dia?” Tanya Doo Sik.

“Sudah kubilang, dia sibuk.”

“Kalau begitu, kau Tak meneleponnya saat dia sendirian begini?”

“Kenapa kau mendadak muncul dan marah-marah, sih?”

“Kau ibunya dan dia kesepian! Kau mestinya sering telepon atau menengoknya.”

Ma Rin benar-benar… bahkan ruangnnya pun suram. Ia duduk sendiri di ranjang sambil memandang foto-fotonya bersama So Joon. 

Ibu menelfon mengatakanakan ke rumah. Ma Rin melarangnya dengan alasan mau memotret sampai larut malam. Ia bahkan pura-pura pergi dengan membuka gerbang dan menutupnya lagi agar ibunya percaya kalau ia benar-benar keluar rumah, padahal sebenarnya ia masih di dalam.

Setelah menutup telfon, Ma Rin mendengar pak pos memasukkan surat ke kotak surat di gerbang, ia pun kembali danmembawanya masuk. 

Dari tumpukan surat itu, ada surat untuk Ma Rin dari So Joon. Ingatkan? yang ditulis So Joon di pantai?

Untuk Song Ma Rin di masa depan. Hai, Song Ma Rin di masa depan. Sekarang bulan Oktober, 2016. Kita liburan ke pantai sebelum keberangkatan Se Young. Barusan, kau mengirimiku fotomu yang sangat cantik. Saat ini, kau belum tahu saya penjelajah waktu. Saat ini, kita sangat bahagia. saya berharap Tak memiliki kekuatan menjelajah waktu. Sebagai gantinya, kekuatan untuk menghentikan waktu saja. saya berdoa bahwa saat kau menerima surat ini, kau Tak akan membenciku. Bahkan meski masa depan kita Tak bahagia, saya cukup bahagia dengan keadaan kita sekarang. Jika saya Dapat kembali ke masa lalu dan memilih lagi, saya memilihmu. olong jangan lupakan kenangan berharga kita. Suamimu, So Joon.

Mambaca surat So Joon Menciptakan Ma Rin terpikir sesuatu. Ia menulis email dan mengatur tanggal pengiriman ke masa depan, maka So Joon Dapat membacanya. Ia menulis email itu sambil membayangkan masa-masa manis mereka. 

Halo. saya baru saja menerima surat yang kau kirim saat kita berlibur ke pantai, dan saya membalasnya. Apa kau Dapat membaca e-mail ini jika kukirim untuk tahun depan? Atau 2 tahun mendatang? Atau lebih lama lagi?

Saat mereka syuting Oh Ri Ramyeon. Saat mereka meniru gaya foto pre-wed mereka. Saat diam-diam So Joon mengambil foto Ma Rin yang masih tidur, Akan Tetapi sebenarnya Ma Rin hanya pura-pura dan setelah So Joon pergi, oa tersenyum malu.  

saya menyuruhmu di masa lalu untuk berpisah dariku. Namun, di masa depan, saya menunggumu kembali padaku. Bahkan meski butuh satu atau dua tahun… saya akan menunggu.
Saat menantimu, saya akan memikirkan cintaku padamu. 
Saat menggali kenangan berharga kita…
Saat bermimpi berjumpa lagi denganmu…
Saat mendoakanmu Tak terluka…
Bahkan meski kau berada di 10, 20, atau 30 tahun mendatang, saya tetap menunggu di sini.
saya mencintaimu. Januari, 2017. Isterimu, Ma Rin.

— 2 Tahun Kemudian : Februari, 2019 —

Ma Rin siap-siap membuka pameran dibantu para pekerja dan tentu saja sahabatnya So Ri. Se Young dan manager Cahe berkunjung. So Ri yang kesepian menarik Manager Chae untuk membantunya, alasan agar mereka Dapat berduaan. 

“Dia diburu usia, jadi menggoda semua pria. Bukan mustahil dia akan mempermalukan diri sendiri.” Kata Ma Rin pada Se Young. 

“Malang sekali.” Tanggapan Se Young. 

Se Young memandang-lihat dan ternyata Ma Rin juga mempromosikan Happiness. Ya mau bagaimana lagi, soalnya Ma Rin dapat banyak foto di Happiness.

“Kau terlihat seperti fotografer profesional sekarang. Kau agak aneh.” Goda Se Young. 

“Akan Tetapi kan Tak mungkin ditulis di jidatku ‘fotografer’, begitu! Apa begitu saja? Berkelilinglah. saya mau memeriksa sesuatu.” Se Young Berawal Dari memandang-lihat dan ia sampai pada foto-foto So Joon.

Ma Rin membetulkan poster di depan, 

Di sini tahun 2019. Secepatnya saya akan menggelar pameran foto pertamaku. Akan menyenangkan jika kau Dapat menyaksikannya. Dimana kau sekarang? Tak tahu di tahun berapa, seorang wanita menjemur baju di rumah So Joon. Sementara itu So Joon terbaring koma di Keliru suatu ruangan di rumahnya. Alat perekam detak jantung berbunyi bib bib bib dengan frekuensi lebih cepat dan So Joon mampu mengerakkan jarinya. Lalu kamera menyorot wajahnya dan So Joon perlahan membuka matanya.
Sumber dari https://diana-recap.blogspot.co.id

Leave a Reply