Subhanallah,, Kisah Yang Perlu Untuk Di Tiru Dari Cerita Seorang Anak Kecil Ini !!!Baca & Sebarkan Pada Yang Lain Agar Dapat Ditiru Oleh Semua Orang

Seseorang bapak ingin mengajarkan pada anaknya Berawal Dari sejak dini, yang baru duduk dikelas 3 SD untuk mengatur uang jajannya. Sang anak di beri uang Rp 30. 000 per minggu. Umumnya duit itu diberikan sang bapak satu hari sebelum anaknya masuk sekolah. 
Pada minggu pagi mereka sekeluarga akan berjalan-jalan ke kota untuk menikmati liburan. Sebelum pergi, Tak lupa sang bapak memberi uang jajan mingguan anaknya dengan tiga lembar uang Rp 10. 000. Dan uang itu disimpan rapi dalam saku celananya. 
Ditengah keasikan mereka nikmati hari libur, tiba-tiba mereka dikagetkan dengan kehadiran seseorang nenek pengemis yang sudah tua renta sambil memelas kelaparan. 
Tak tega lihat sang nenek tua memelas, sang anak dengan sigap segera mengeluarkan 3 lembar duit 10. 000, – dari saku celana dan diberikan semuanya pada sang nenek itu. 
Kontan saja nenek pengemis ini tampak begitu bahagia seraya mengatakan rasa syukur serta terimakasih yang Tak terkira. 
Setelah si nenek tua berlalu, lalu sang bapak bertanya ; “Sayang, mengapa kamu berikan semua uangmu untuk nenek itu? 
Bukankah satu lembar saja sudah cukup untuk memenuhi keperluan hidupnya sampai nanti malam? ” 
“Ayah.. bila nenek tua itu ikhlas menerima yang sedikit maka saya ikhlas untuk memberi yang lebih besar! ” Jawab anaknya dengan muka tersenyum.. 
Tek!!! Hati sang bapak langsung tersentak kaget mendengar jawaban itu. 
“Nah, selalu uang jajanmu untuk satu minggu ke depan bagaimana? ” Tanya sang bapak mencoba menguji. 
“Kan saya masih miliki ayah serta bunda! Tak seperti nenek tua itu yang mungkin hanya hidup sebatangkara didunia ini. ” Balas anaknya. 
“Kenapa kamu sangat meyakini jika ayah serta bunda akan mengganti uang jajanmu? Ayah Tak pernah janji loh? ” Kembali sang bapak mengujinya. 
“Kalau ayah merasa bahwa saya Adalah titipan Tuhan yang dipercayakan pada ayah serta bunda, maka saya begitu meyakini ayah serta bunda Tak akan membiarkan saya kelaparan seperti nenek tua itu…. meskipun tanpa jajan, tentu ayah akan memberiku makanan yang secukupnya” Jawab sang anak mantap. 
Seolah sang bapak Tak yakin dengan jawaban dari putrinya sampai ia kehabisan kalimat. Ia Tak menyangka jawaban seperti itu keluar dari seseorang bocah kelas 3 SD. Ia seperti sedang berjumpa dengan seseorang guru besar kehidupan serta ia Tak bernilai apa-apa saat ada di hadapannya. 
Lalu ia berjongkok serta memegang ke-2 pundak putrinya.. “Sayang…ayah dan bunda janji akan selalu melindungi serta merawatmu sampai Tuhan tetapkan batas usia ini. Ayah sangat sayang kepadamu.. ” Sambil ke-2 matanya berkaca-kaca seakan Tak kuat menahan haru.. 
Sambil memegang ke-2 pipi ayahnya, sang anak membalas, “Ayah Tak perlu berkata seperti itu. Sejak dulu saya sudah tahu bahwa ayah dan bunda begitu mencintai serta menyayangiku. Nantinya jika saya sudah dewasa saya akan senantiasa melindungi bapak serta bunda, serta saya akan Tak membiarkan ayah dan bunda hidup dijalan seperti nenek tua itu…” 
Dan air mata ayah serta bundapun Tak terbendung mendengar jawaban tulus dari anaknya. Dipeluklah tubuh mungil itu dengan begitu erat. Serta keluarga kecil itupun larut dalam haru dan kasih sayang. 
Subhanallah, Begitu besar sekali hikmah di balik cerita di atas tadi, Mudah-mudahan kita tetap selalu diberikan rasa cukup oleh Allah dan Semoga kita tetap selalu dijaga oleh Allah dengan keluarga yang bahagia. amin. Wallahu a’lam. 
(Sumber:http://www.reportasemuslim.com)

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply