Tips dan Tips Mengatasi Keputihan Pada Saat Hamil yang Aman Baca Selengkapnya: Tips dan Tips Mengatasi Keputihan Pada Saat Hamil yang Aman http://bisikan.com/tips-dan-Tips-mengatasi-keputihan-pada-saat-hamil-yang-aman#ixzz472mHcT8z

Munculnya keputihan pada saat masa kehamilan seringkali Menciptakan para ibu hamil dibuat khawatir.
Dengan demikian tak ayal bila banyak ibu hamil yang akan dihinggapi banyak pertanyaan, apakah hal tersebut aman? Bagaimana bahaya keputihan untuk kesehatan? Apa Akibat keputihan untuk si janin yang tengah di kandung? dan lain sebagainya?
Mengkhawatirkan setiap kondisi kesehatan pada saat masa kehamilan Adalah hal yang wajar. Sebab tentunya setiap wanita yang telah mendambakan kehamilan akan senantiasa menjaga kehamilan yang didapatnya dengan baik dan penuh perhatian. Sehingga bila terdapat satu atau sedikit saja masalah pada kesehatan dan kehamilannya, maka kondisi ini akan Menciptakan mereka khawatir dan panik dibuatnya. Hal ini tentu saja diluapkannya sebagai bukti bahwa mereka benar-benar menyayangi calon buah hati yang ada dalam kandungannya sehingga tak menginginkan masalah menyerang ia bersama dengan si buah cintanya.
Lantas bahayakah timbulnya keputihan pada saat kehamilan? Jawabannya, akan tergantung pada jenis cairan yang muncul pada masa kehamilan.
Pada dasarnya semua wanita, termasuk wanita hamil akan mengalami munculnya sejumlah cairan dari bagian organ kewanitaannya. Hal ini dikarenakan munculnya cairan keputihan Adalah hal yang wajar dan akan dialami secara berkala. Munculnya keputihan sebenarnya bukanlah masalah, sebaliknya ini Adalah sebuah upaya pertahanan tubuh dalam mempertahankan dirinya dari serangan penyakit dan mikroorganisme berbahaya yang masuk kedalam bagian organ kewanitaan.
Kuman dan mikrorganisme lain yang masuk kedalam organ kewanitaan akan dikeluarkan bersama dengan cairan keputihan. Dari cairan ini zat sisa dari dalam rahim pada ibu hamil pun akan dibuang bersamaan dengan keluarnya cairan keputihan. Dengan demikian keputihan Adalah hal yang wajar selama cairan yang keluar Tak memiliki warna, Tak beraroma, Tak menimbulkan keluhan seperti gejala gatal, perih dan lain sebagainya.
Akan tetapi selain dari itu, bila cairan keputihan yang keluar disertai dengan aroma bau anyir, warna merah, coklat, kuning, kehijauan dan keluar dalam jumlah yang banyak serta menimbulkan gejala seperti gatal dan perih maka kondisi keputihan ini akan berbahaya terutama dampaknya untuk ibu hamil.
Untuk itulah sebaiknya segera perbaiki kondisi ini agar kemungkinan terburuk dari kondisi ini Dapat dihindari. Konsultasikan dengan dokter bila anda merasa terjadi sesuatu dengan keluarnya cairan keputihan dari bagian organ kewanitaan anda.
Selain itu, mengatasi keputihan apda saat masa kehamilan Adalah hal yang penting yang Dapat dilakukan. Berikut ini Adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi keputihan pada masa kehamilan:
Tips Mengatasi Keputihan Bahaya Pada Masa Kehamilan
1. Hindari Pemakaian Air yang Kotor
Penggunaan air yang kotor tentu bukanlah solusi yang bijak untuk membasuh atau membersihkan organ kewanitaan, terutama pada ibu hamil. Pada air yang keruh dan kotor terdapat partikel-partikel berbahaya dan tersimpan banyak kuman serta mikroorgnisme berbahaya yang akan masuk kebagian organ kewanitaan bila air tersebut anda gunakan untuk membasuh organ tersebut.
Untuk itu sebaiknya hindari mengenakan air kotor, terutama pada saat menggunakan toilet umum. Sebaiknya kenakan air mineral kemasan bila anda terpaksa menggunakan toilet umum atau pada saat Tak tersedia air yang bersih untuk buang air atau membasuh bagian organ kewanitaan.
2. Selektif Memilih Bahan Celana
Bahan celana terutama untuk celana dalam sebaiknya diperhatikan. Jangan memilih bahan celana yang dibuat dari bahan nilon yang Tak menyerap keringat. Keringat yang Tak diserap dengan baik oleh kain akan Menciptakan bagian kewanitaan menjadi lembab akibatnya bakteri dengan mudah berkembang biak.
Dengan begini maka bakteri dan kuman penyebab keputihan patologis akan dengan bebas bersarang dibagian organ kewanitaan dan Menciptakan produksi lendir semakin banyak. Akibatnya resiko besar dari keputihan patologis akan mengancam kesehatan anda.
Dengan memilih bahan celana dalam maka hal ini Dapat dijadikan solusi pertama untuk mengatasi dan menghindari lembapnya bagian kewanitaan dan berkembang biaknya bakteri dan mikroorganisme akan dapat dihindari dengan baik.
Saat ini sudah banyak jenis dan model celana yang dibuat dari bahan katun yang nyaman. Untuk itu ketika anda belanja, maka Tak ada salahnya Berawal Dari beralih pada busana dengan bahan katun atau bahan lainnya yang lembut dan menyerap keringat terutama untuk celanadalam.
3. Perhatikan Asupan Makanan
Beberapa makanan dengan kandungan kafein dan berasa manis sebaiknya dihindari Sebab bahan ini akan dapat memperparah keluarnya cairan keputihan yang bermasalah. Sebab kandungan gula fruktosa yang ada pada makanan dengan rasa manis akan dapat merangsang produksi lendir yang berlebihan dibagian organ kewanitaan.
Akibatnya kondisi ini akan dapat memperparah timbulnya keputihan dibagian orga kewanitaan. Beberapa jenis makanan dengan kandungan manis dan berkafein seperi kopi dan coklat sebaiknya dikontrol agar keputihan patologis bis dihindri.
Selain itu, bila kondisi keputihan sudah terlanjur datang dan menyerang, ada baiknya segera konsultasikan kondisi ini ke dokter. Jangan sesekali menalar kondisi kesehatan anda dengan mengkonsumsi obat-obatan yang Tak baik untuk kesehatan dan keselamatan janin. Baiknya percayakan kondisi ini ke dokter agar penanganan yang lebih tepat Dapat anda dapatkan dengan segera.
4. Jangan Terlalu Sering Kenakan Panty Liner
Dewasa ini dimana jaman serba cepat, banyak orang yang cenderung menginginkan segala hal yang instan dan mudah. Termasuk Keliru satunya Adalah dengan menggunakan panty liner. Namun tahukah anda kebiasaan ini sebaiknya Tak dilakukan terlalu sering.
Penggunaan panty liner dibagian organ kewanitaan akan Menciptakan bagian ini menjadi lembap akibatnya kuman dan bakteri betah berkembang biak dibagian organ kewanitaan yang dapat menigkatkan resiko keputihan bermasalah terjadi.
Untuk itu daripada menggunakan panty liner sebaiknya beralihlah pada kebiasaan yang lebih baik dengan rajin mengganti celana dalam minimal setiap setelah mandi. Rajin mengganti celana dalam bukan hanya akan menimbulkan perasaan nyaman saat dikenakan. Hal ini pun akan berpengaruh pada kesehatan organ kewanitaan yang terhindari dari bakteri dan perkembang biakan jamur dibagian tersebut.
5. Hindari Mengkonsumsi Telur
Kandungan protein yang besar yang terdapat dalam telur serta kalori yang ada didalamnya akan Menciptakan wanita meningkatkan produksi lendir dalam organ kewanitaannya. Bahkan pada wanita yang Tak sedang mengalami keputihan pun konsumsi protein dan kalori yang berlebihan yang ada pada telur akan Menciptakan anda mudah terserang keputihan. Untuk itu sebaiknya jangan konsumsi telur terlalu banyak, terutama pada saat masa kehamilan. Dalam sehari usahakan konsumsi telur Tak lebih dari 4 butir.
Untuk menghadapi kondisi ini bagi anda para pecinta telur sebaiknya mulailah menyilang dan melengkapi sajian makanan anda dengan bahan makanan lain yang memiliki kandungan gizi yang banyak. Agar demikian anda dan ibu hamil Dapat tetap sehat dan terlihat bugar.
6. Usahakan Agar Bagian Kewanitaa Tetap Kering
Kebiasaan membiarkan bagian organ kewanitaan lembab Adalah kebiasaan jelek yang mungkin oleh sebagian besar wanita hal ini Tak disadari. Dengan demikianlah kebiasaan ini mungkin telah tertanam menjadi kebiasaan jelek yang dilakukan berulang-ulang setelah sekian lama.
Padahal kebiasaan jelek ini dapat membawa masalah yang besar untuk kesehatan organ kewanitaan anda. Termasuk Keliru satunya Adalah menjadi sumber keputihan patologis Dapat terjadi.
Pada keputihan patologis cairan yang keluar akan berjumlah lebih banyak dari kondisi sebelumnya. Selain itu bagian organ kewanitaan yang dibiarkan lembab atau bahkan basah akan Menciptakan bagian ini menjadi media yang baik bagi kuman agar dapat berkembang biak. Akibatnya jamur akan bertumbuh dengan bebas dan menimbulkan keputihan yang bermasalah.
Untuk itulah sebaiknya pastikan bahwa setelah buang air atau membasuh bagian organ kewanitaan, bagian tersebut dikeringkan dengan baik. Tips terbaik untuk mengeringkan bagian organ kewanitaan Adalah dengan menggunakan tisue atau handuk. Hanya saja pada saat anda mengenakan handuk sebaiknya perhatikan jenis handuk yang digunakan. Handuk tersebut haruslah lembut dan bersih agar kuman Tak berpindah dari handuk ke organ kewanitaan.
7. Segeralah Berganti baju Saat Merasa Lembap
Kebanyakan orang merasa enggan untuk segera mengganti pakaiannya saat tubuhnya Berawal Dari terasa lembab akibat berkeringat atau hal lainnya. Hal ini seringkali Menciptakan mereka akhirnya memutuskan menggunakan baju yang sama sampai akhirnya tiba saatnya untuk berganti baju. Apalagi pada saat baju yang baru mereka kenakan baru saja diganti. Tentu saja kondisi ini akan semakin Menciptakan mereka enggan mengganti pakaiannya hanya Sebab pakaiannya tersebut terasa lembap dikenakan.
Akan tetapi kebiasaan tersebut tentu bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Sebaliknya dari hal kecil ini akan dapat menimbulkan masalah yang besar yang akhirnya akan juga Menciptakan anda dirugikan. Keliru satu masalah dari kebiasaan jelek tersebut Adalah dengan muncul dan menyebarnya jamur dibagian tubuh terutama pada bagian organ kewanitaan Bila anda memiliki kebiasaan jelek malas mengganti celana dalam.
Untuk itulah sebaiknya rajin mengganti baju terutama celana dalam pada saat anda Berawal Dari merasa Tak nyaman dengan kondisi baju yang anda kenakan saat ini.
8. Memperhatikan Kebersihan Organ Kewanitaan
Keliru satu masalah yang paling sering terjadi dibagian organ kewanitaan Adalah masalah yang penyebanya lebih banyak diakibatkan oleh si pemiliknya sendiri. Masuknya kuman dan bakteri kedalam bagian organ kewanitaan seringkali dipicu Sebab si pemiliknya kurang lihai dalam menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan. Seperti halnya mengeringkan bagian organ kewanitaan setelah buang air, rajin mengganti celana dalam, rajin membersihkan bagian ini dengan air Suam dan lain sebagainya.
Beberapa kondisi diatas seringkali diabaikan atau bahkan pada sebagian orang hal ini seringkali dianggap remeh. Mereka cenderung berpikir bahwa dengan membasuh bagian organ kewanitaan setelah buang air saja sudah cukup membersihkan bagian tersebut. Padahal ada banyak hal yang harus diperhatikan saat membasuh atau setelah membasuh organ kewanitaan agar kuman dan bakteri Tak masuk kebagian ini.
Rajin membersihkan kebersihan dan menjaga kesehatan organ intim Adalah tindakan yang akan dapat mencegah bakteri dan kuman penyebab keputihan patologis datang. Untuk itu Berawal Dari saat ini perhatikan kesehatan organ intim anda dengan baik.
Demikianlah beberapa hal untuk mengatasi keputihan pada saat masa kehamilan. Pad aintinya menjaga dan memelihara kebersihan dan kesehatan organ intim Adalah hal yang penting untuk menghindarkan anda dari berbagai macam masalah organ kewanitaan. Semoga bermafaat!
(Sumber:http://bisikan.com)

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply